Al Qur'an

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi. Namun, Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.(QS. 28 Al-Qashash: 56).

Kamis, April 24, 2014

Meraih Petunjuk Allah (Kisah Abu Thalib)


Ketika iman telah ada didalam diri kita, sangatlah pantas untuk bersyukur kepada Allah Ta’ala. Sebab, iman merupakan karunia terpenting. Tidak semua orang mendapatkannya. Yaitu, iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada Kitab-kitab, iman kepada para rasul, iman kepada hari akhir dan iman kepada qodar baik dan buruk. Kisah Abu Thalib, paman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pengajaran sangat berharga bagi kita.
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi. Namun, Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.(QS. 28 Al-Qashash: 56).

Minggu, April 20, 2014

Al-Qur'an Sebagai Peringatan Bagi Semesta Alam


Katakanlah:” Aku tidak meminta kepadamu atasnya berupa upah sedikitpun; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. Al-Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita Al-Qur’an setelah beberapa waktu lagi.(QS. 38 Shaad: 86-88)
Allah SWT berfirman,”Hai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik itu, ‘Aku tidak meminta atasnya.’” Maksudnya, atas penyampaian risalah dan nasihat, upah sedikitpun’, berupa barang duniawi yang akan kamu berikan,”dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan”. Apa yang diperintahkan kepadaku untuk disampaikan maka telah kusampaikan dan kulaksanakan.

Kamis, April 17, 2014

Pengertian Melalaikan Shalat Dan Mengqadha Shalat


Didalam melaksanakan ibadah, kita sangat berharap agar ibadah tersebut diterima oleh Allah Ta’ala. Apalagi ibadah shalat. Salah satu perbuatan yang harus dihindari ketika shalat adalah lalai. Sebab, kecelakaan bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya. Untuk memahami makna “lalai” ini, kita sepatutnya merujuk kepada pemahaman sesuai Sunnah. Begitu juga dengan pemahaman tentang mengqadha shalat.
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya. (QS. Al-Maa’uun 107: 4-5-6)
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan mengenai orang-orang yang lalai dalam shalatnya. Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash berkata:

Minggu, April 13, 2014

Bintang Sebagai Hiasan Langit Dan Setan Dilempari Panah Api


Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. Dan telah memeliharanya dari setiap setan yang durhaka. Setan-setan itu tidak dapat mencuri-curi dengar para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal. Akan tetapi, barangsiapa yang mencuri-curi dengar maka dia akan dikejar oleh suluh api yang benderang membara. (QS. 37 As-Shaaffaat; 6-10)
Allah SWT mengabarkan bahwa Dia telah menghiasi langit dunia dengan perhiasan bintang gemintang untuk para penduduk bumi dan mereka dapat menyaksikannya. Sebagaimana firman-Nya:” Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala”.(al-Mulk; 5). Dalam ayat ini Allah SWT juga berfirman,” Dan telah memeliharanya”, yakni Kami telah memeliharanya dengan sebenar-benar pemeliharaan,”dari setiap setan yang durhaka”, yaitu yang membangkang lagi congkak. Bila mereka hendak mencuri dengar maka mereka akan diburu oleh panah-panah berapi hingga membakarnya.

Kamis, April 10, 2014

Aqidah Yang Benar Merupakan Syarat Diterimanya Amal


Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz,  dalam buku Aqidah Shohihah versus Aqidah Bathilah menegaskan, sebagaimana dimaklumi oleh ummat Islam, berdasarkan dalil-dalil syar’iyah dari Al-Qur’an dan as Sunnah, bahwa setiap amal serta ucapan dipandang benar dan dapat diterima, hanya bila berdasarkan aqidah yang benar. Maka jika aqidah itu tidak benar, dengan sendirinya setiap tindakan maupun ucapan yang bersumber dari aqidah tadi adalah tidak sah atau batal. Allah berfirman:
“...Barangsiapa yang mengingkari keimanan, maka batallah amalnya, dan ia termasuk orang-orang yang merugi di akhirat nanti”. (Al Maidah 5)
Dan telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan (nabi-nabi) yang sebelum kamu, jika kamu mempersekutukan Allah, pasti hapuslah amal perbuatanmu, dan kamu pasti tergolong orang-orang yang merugi”. (Az Zumar 65)
Loading...