Al-Qur'an

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS Asy-Syams: 9-10)

Selasa, Juni 14, 2016

Hadits Maudhu' Tentang Bersedekah Atas Nama Keluarga Yang Meninggal Dunia



Tidaklah salah seorang dari anggota keluarga meninggal kemudian (keluarganya) bersedekah atas namanya, kecuali Jibril akan menganugerahkan padanya cahaya diatas talam. Sambil berdiri dujung kuburan Jibril berkata:”Wahai penghuni kubur yang dalam. Inilah hadiah yang diberikan keluargamu padamu, terimalah.” Kemudian Jibril masuk kedalam kubur menemuinya. Si mayit gembira, sedangkan penghuni kubur disebelahnya sedih karena mereka tidak diberi hadiah apapun.
Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits ini maudhu’. Dijelaskannya, Thabrani meriwayatkannya dalam al-Mu’jamul  Ausath II/95 dengan sanad dari Muhammad bin Daud bin Aslam ash-Shadfi, dari al-Hasan bin Daud bin Muhammad al-Minkadri, dari Muhammad bin Ismail bin Abi Fudaik, dari Abu Muhammad asy-Syami yang mendengar dari Abu Hurairah r.a dan mendengar dari Anas bin Malik r.a.
Menurut Al-Albani, kelemahan hadits ini terletak pada Abu Muhammad asy-Syami. Adz-Dzahabi berkata:”Ia telah banyak meriwayatkan  hadits dari sebagian tabi’in, yang semuanya munkar. Bahkan al-Uzdi menyatakannya pendusta.” (Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu’ Jilid 1, Muhammad Nashiruddin Al-Albani)

Jumat, Maret 18, 2016

Janji Allah Kepada Mukmin Laki-Laki Dan Mukmin Perempuan



Allah menjanjikan kepada mukmin laki-laki dan mukmin perempuan surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai sedang mereka kekal didalamnya serta memperoleh tempat yang baik di surga “Adn”. Dan keridaan Allah adalah lebih besar. Itu adalah keberuntungan yang besar. (QS. At-Taubah 72)
Allah Ta’ala memberitahukan  aneka kebaikan dan kenikmatan abadi yang disediakan oleh Allah bagi kaum mukmin laki-laki dan perempuan di “surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai sedang mereka kekal didalamnya” yaitu menetap disana untuk selamanya “serta memperoleh tempat yang baik” yaitu bangunan yang bagus dan tempat tinggal yang nyaman. Dalam shahihain  terdapat sebuah hadits Abi Imran al-Jauni yang meriwayatkan dengan sanad yang sampai kepada Abu Musa al-Asy’ari, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam brsabda:”Ada dua surga, segala bejana dan apa-apa yang terdapat dalam keduanya terbuat dari mas. Ada dua surga perak, segala bejana dan apa-apa yang terdapat dalam keduanya terbuat dari perak. Jarak antara mereka dengan sasaran penglihatan kepada Tuhannya hanya berupa selendang kebesaran di wajah-Nya. Ini terdapat disurga “Adn”.
Dalam shahihain dikatakan:” Sesungguhnya penghuni surga dapat melihat kamar-kamar surga seperti kamu melihat bintang-bintang dilangit.”

Sabtu, Februari 20, 2016

Bid'ah Perayaan Hari Ulang Tahun



Bagi kaum Muslimin yang masih mentradisikan perayaan hari ulang tahun, penjelasan Syaikh Isham bin Muhammad Asy-Syarif tentang bid’ah perayaan hari kelahiran patut dijadikan pertimbangan. Syaikh Isham bin Muhammad Asy-Syarif dalam bukunya “Berbagai Penyimpangan Dalam Rumah Kita” (judul aslinya “Mukhalafat Fi Buyutina) menegaskan, bahwa didalam Islam hanya ada dua hari raya, yaitu Hari Raya Fitri dan Hari Raya Adha yang penuh berkah. Selain kedua hari raya tersebut, bukan termasuk hari hari raya kaum Muslimin. Bahkan hal itu merupakan bid’ah yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam Islam. Dan terkadang malah menyerupai orang-orang non Muslim. Padahal Islam melarang kita dari dua hal, yakni mengada-adakan atau membuat bid’ah dalam agama dan menyerupai orang-orang non Muslim.

Jumat, Februari 12, 2016

Melihat Tempat Sujud Dan Khusu' Ketika Shalat



Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam jika shalat menundukkan kepalanya, serta mengarahkan pandangannya ketempat sujud dan tatkala beliau memasuki ka’bah tidaklah pandangan beliau meninggalkan arah tempat sujud hingga beliau keluar dari ka’bah.
Demikian dijelaskan oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam bukunya “Sifat Shalat Nabi SAW”. Penjelasan itu berdasarkan hadits riwayat Baihaqi dan Hakim.
Hadits lainnya:
Tidak sepatutnya didalam masjid terdapat sesuatu yang mengganggu seorang yang shalat. (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Selasa, Februari 09, 2016

Kisah Nabi Muhammad SAW Mencari Kayu Bakar Ketika Berkemah

Bagi sebagian pemimpin, mengerjakan pekerjaan kasar seperti mencari kayu bakar akan dianggap hina, atau setidaknya mengurangi gengsi. Akan tetapi bagi Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam, pekerjaan apapun yang dikerjakan secara jujur, profesional, dan bermanfaat untuk semua, maka pekerjaan itu adalah mulia. Kemuliaannya dan kehormatannya tidak berkurang sedikitpun hanya karena beliau mengerjakan pekerjaan kasar. Sebaliknya, beliau merasa bangga dan mulia jika bisa mengerjakan sendiri tugasnya, termasuk tugas kerumahtanggaan.
Suatu hari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat melakukan sebuah perjalanan dan perlu berkemah. Ketika hendak mengolah makanan, mereka berebut untuk ambil bagian.