Al Qur'an

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan 7 bulir, pada tiap-tiap bulir ; 100biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendak. Dan Allah Maha luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al Baqarah 2: 261)

Kamis, Mei 31, 2012

Ciri Orang Yang Mendapat Hidayah Taufiq

1. Merasa mudah dalam beramal saleh.
Orang yang telah mendapatkan hidayah taufiq akan merasa mudah atau ringan dalam melakukan amal saleh, rajin dan tekun dalam beribadah, serta sangat takut berbuat kedurhakaan.
Sementara orang yang tidak mendapatkan hidayah-Nya, akan merasa malas dalam beramal saleh dan tidak merasa bersalah kalau berbuat maksiat.
Barang siapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petnjuk, Dia melapangkan dadanya untuk Islam. Dan barang siapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS. Al An’am 6: 125)

Minggu, Mei 27, 2012

Membicarakan Keburukan Orang


Dalam kehidupan sehari-hari, banyak waktu kita gunakan untuk berbicara dengan sesama. Berbincang-bincang dengan kerabat tentu menyenangkan. Disamping dapat menjalin hubungan, juga dapat saling menambah pengetahuan. Namun, ada  hal-hal yang patut diperhatikan agar pembicaraan itu tidak melanggar kaidah-kaidah agama dan mendatangkan dosa.
Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. (QS. Al Hujurat 49: 12)

Kamis, Mei 24, 2012

Hidayah Dilalah Dan Hidayah Taufiq


Paling tidak, ada dua macam hidayah Allah. Pertama, hidayah dilalah. Kedua, hidayah taufiq.
Hidayah dilalah adalah sejumlah ajaran hidup yang termaktub dalam al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ditujukan agar manusia tidak tersesat mengarungi belantara kehidupan dan bisa kita dapatkan melalui proses belajar. Hidayah dilalah merupakan peta kehidupan yang membimbing manusia agar sampai pada tujuan haidup sesungguhnya.

Minggu, Mei 20, 2012

Pengajaran Kemandirian Nabi Muhammad SAW

Dari Abu Hurairah ra, katanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda : Orang mukmin yang kuat (jasmani dan rohani) lebih disukai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Namun begitu, keduanya sama-sama mempunyai kelebihan. Jagalah agar kamu selalu dalam situasi yang bermanfaat bagi dirimu, dan mohonlah selalu pertolongan kepada Allah  dan jangan bosan/malas. Jika engkau mendapat cobaan, jangan berkata ; seandainya ( tadi )aku berbuat begini dan begitu (tentu tidak akan begini jadinya). Tetapi ucapkanlah Allah Maha Kuasa dan berbuat sekehendak-Nya. Karena kata seandainya memberi peluang bagi setan. (HR.  Muslim)
Agama Islam sangat mendorong umatnya untuk mandiri. Kemandirian akan memberi peluang bagi seseorang dapat berbuat lebih baik dan lebih banyak. Ketergantungan kepada orang/pihak lain, membuat kehidupan tidak akan nyaman. Satu-satunya tempat bergantung hanya Allah SWT.

Kamis, Mei 17, 2012

Bukti Cinta Kepada Allah

Dimana-mana yang namanya mencintai sesuatu butuh pembuktian. Sebab, ia bukanlah lipstik yang hanya menjadi penghias bibir merah saja. Dalam konteks keluarga, seorang ibu rela bersusah payah membesarkan anaknya semata demi kecintaannya kepada belahan jiwanya. Seorang anak saleh juga siap berkorban apa saja demi kecintaan kepada orang tuanya yang telah merawatnya sejak ia masih dalam kandungan ibunya.
Bukti nyata mencintai Allah adalah dengan mencintai Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wa sallam dan ajaran yang dibawanya. Kewajiban mencintai Allah sama kedudukannya dengan mencintai rasul-Nya. Tak dikatakan mencintai Allah sekiranya ia enggan mencintai Nabi, orang yang paling dikasihi-Nya.
Oleh karena itu, ujian pertama pengakuan cinta hamba kepada Allah bisa diukur dari ketaatannya kepada Nabi-Nya. Sebab, sejatinya perintah Allah adalah perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana semua larangan Allah telah tertuang dalam hal-hal yang dilarang oleh Nabi.
Layaknya orang yang bercinta, maka seorang muslim dituntut untuk selalu dekat dengan Zat yang ia cintai. Ia akan selalu merasa tenang dan damai dengan kedekatan dan keintimannya. Sebaliknya, orang itu dijamin gelisah jika ada jarak yang perlahan memisahkan mereka berdua.
Loading...