Al Qur'an

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.( QS. Ali Imran 3: 85)


Kamis, Februari 19, 2015

Sempurnanya Ibadah (Rasa Takut, Harapan, Ridha, Bahagia)



Sebagai seorang Mukmin, kita sepatutnya terus berusaha untuk mencapai kesempurnaan peribadahan. Oleh sebab itu, kita perlu memahami bagaimana sesungguhnya  kesempurnaan peribadahan itu.
Dr. Majdi Al-Hilali dalam sebuah buku “Mencintai & Dicintai Allah, Bagaimana Mewujudkannya? Memberikan penjelasan tentang kesempurnaan peribadahan. Dijelaskan, bahwa, peribadahan sejati kepada Allah Subhanahu Wa ta’ala pada hakekatnya adalah mengarahkan sebagian besar perasaan hamba hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga hal itu akan membalikkan mu‘amalahnya sesuai dengan keadaan dan peristiwa yang ia alami. Ini merupakan bentuk realisasi dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam :
Sungguh menaksjubkan urusan seorang mukmin. Seluruh urusannya adalah baik baginya. Dan, hal itu tidak terjadi kecuali pada diri seorang mukmin. Jika ia ditimpa kelapangan ia bersyukur, maka syukur itu baik baginya. Sedang jika ia ditimpa kesusahan ia bersabar, maka sabar itu juga baik baginya. (HR. Muslim)

Rabu, Februari 11, 2015

Mengenal Allah Jalan Menuju Cinta



Sebab pertama berpalingnya manusia dari Allah dan peremehannya terhadap perintah-Nya adalah kebodohan mereka terhadap kekuasaan Allah. Demikian ditegaskan oleh DR. Majdi Al-Hilali dalam bukunya “Mencintai & Dicintai Allah, Bagaimana Mewujudkannya?” Sebuah buku terjemahan dari judul asli “Kaifa Nuhibbulloh wa Nasytaqu ilaihi”.
Dikatakannya, cinta hanyalah salah satu gambaran mu’amalah yang seyogianya dimiliki oleh seorang hamba terhadap Rabb-nya. Sedangkan bentuk mu’amalah yang paling besar, berpengaruh dan tinggi derajatnya adalah ma’rifah (mengenal Allah).

Kamis, Februari 05, 2015

Ridho Dengan Takdir Allah



Ketika salah seorang diantara kita mengetahui sejauh mana kecintaan Allah kepadanya niscaya hal itu akan memotivasi dirinya agar senantiasa ridho terhadap ketentuan-Nya. Bagaimana tidak, padahal ia begitu yakin bahwa Rabbnya tidak akan menginginkan sesuatu untuk dirinya kecuali kebaikan. Dia tidak menciptakannya untuk diazab, tetapi Dia menciptakannya dengan tangan-Nya kemudian memuliakannya diatas seluruh makhluk dengan memasukkannya kedalam surga, negeri kenikmatan abadi. Apalagi setiap takdir (ketentuan) yang ditetapkan untuknya merupakan langkah yang dipersiapkan oleh Allah untuk menuju negeri ini.
Dengan demikian, takdir yang menyakitkan dan musibah yang melanda, tak lain hanyalah ‘alat’ yang digunakan Allah untuk mengingatkan para hamba-Nya akan hakikat keberadaan mereka di dunia, bahwa dunia bukanlah tempat tinggal mereka. Dunia adalah negeri ujian. Mereka harus segera kembali kepada-Nya sebelum hilangnya kesempatan. Allah berfirman:
...Dan Kami timpakan kepada mereka adzab supaya mereka kembali (kejalan yang benar). (Az-Zukhruf 43: 48)

Kamis, Januari 29, 2015

Antara Berbakti Kepada Orang Tua Dan Berjihat Di Jalan Allah



Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sangat-sangat menekankan kepada umatnya agar berusaha sungguh-sungguh berbakti kepada orang tua. Salah satu bukti sangat pentingnya berbakti kepada orang tua itu, dikemukakan dalam sebuah hadits:
Dari Abdullah bin Amru bin ‘Ash, dia berkata:” Pernah seseorang datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk minta izin ikut berjihat. Nabi bertanya kepada orang itu, apakah kedua orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab,’Masih’. Beliau berkata:” Silakan kamu berjihat dengan berbuat baik kepada orang tuamu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kamis, Januari 22, 2015

Memelihara Diri Dari Fitnah



Mengambil sikap pembiaran terhadap kemungkaran, tidak layak dimiliki oleh seorang mukmin. Sebab, Allah menyuruh kaum mukminin agar jangan membiarkan orang mungkar ditengah-tengah mereka, maka nanti azab akan meliputi mereka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah pula mengingatkan, jika kemaksiatan merajalela pada umatku, maka Allah akan meliputi mereka dengan azab dari sisi-Nya. Penjelasan mengenai hal ini, dapat kita temukan dalam Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir.
Dan peliharalah dirimu dari fitnah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim semata diantara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksa-Nya.(QS. Al-Anfaal: 25)
Loading...