Al Qur'an

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi. Namun, Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.(QS. 28 Al-Qashash: 56).

Kamis, April 17, 2014

Pengertian Melalaikan Shalat Dan Mengqadha Shalat


Didalam melaksanakan ibadah, kita sangat berharap agar ibadah tersebut diterima oleh Allah Ta’ala. Apalagi ibadah shalat. Salah satu perbuatan yang harus dihindari ketika shalat adalah lalai. Sebab, kecelakaan bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya. Untuk memahami makna “lalai” ini, kita sepatutnya merujuk kepada pemahaman sesuai Sunnah. Begitu juga dengan pemahaman tentang mengqadha shalat.
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya. (QS. Al-Maa’uun 107: 4-5-6)
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan mengenai orang-orang yang lalai dalam shalatnya. Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash berkata:

Minggu, April 13, 2014

Bintang Sebagai Hiasan Langit Dan Setan Dilempari Panah Api


Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. Dan telah memeliharanya dari setiap setan yang durhaka. Setan-setan itu tidak dapat mencuri-curi dengar para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru. Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal. Akan tetapi, barangsiapa yang mencuri-curi dengar maka dia akan dikejar oleh suluh api yang benderang membara. (QS. 37 As-Shaaffaat; 6-10)
Allah SWT mengabarkan bahwa Dia telah menghiasi langit dunia dengan perhiasan bintang gemintang untuk para penduduk bumi dan mereka dapat menyaksikannya. Sebagaimana firman-Nya:” Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala”.(al-Mulk; 5). Dalam ayat ini Allah SWT juga berfirman,” Dan telah memeliharanya”, yakni Kami telah memeliharanya dengan sebenar-benar pemeliharaan,”dari setiap setan yang durhaka”, yaitu yang membangkang lagi congkak. Bila mereka hendak mencuri dengar maka mereka akan diburu oleh panah-panah berapi hingga membakarnya.

Kamis, April 10, 2014

Aqidah Yang Benar Merupakan Syarat Diterimanya Amal


Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz,  dalam buku Aqidah Shohihah versus Aqidah Bathilah menegaskan, sebagaimana dimaklumi oleh ummat Islam, berdasarkan dalil-dalil syar’iyah dari Al-Qur’an dan as Sunnah, bahwa setiap amal serta ucapan dipandang benar dan dapat diterima, hanya bila berdasarkan aqidah yang benar. Maka jika aqidah itu tidak benar, dengan sendirinya setiap tindakan maupun ucapan yang bersumber dari aqidah tadi adalah tidak sah atau batal. Allah berfirman:
“...Barangsiapa yang mengingkari keimanan, maka batallah amalnya, dan ia termasuk orang-orang yang merugi di akhirat nanti”. (Al Maidah 5)
Dan telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan (nabi-nabi) yang sebelum kamu, jika kamu mempersekutukan Allah, pasti hapuslah amal perbuatanmu, dan kamu pasti tergolong orang-orang yang merugi”. (Az Zumar 65)

Minggu, April 06, 2014

Memahami Syirik Dan Do'a Agar Terhindar Dari Syirik


Syirik (menyekutukan Allah) dosa besar yang tidak akan diampuni Allah di akhirat. Pelakunya harus betobat ketika masih hidup. Dalam sebuah hadits  dinyatakan:
Barangsiapa yang mati dengan menyekutukan kepada Allah akan sesuatu, ia akan masuk neraka. ( HR. Bukhari)
Begitu besarnya bahaya syirik. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan mengingatkan Abu Bakar r.a akan bahayanya. Maka kita perlu ber hati-hati dan berusaha sungguh-sungguh agar selamat dari ancaman syirik itu. Salah satu upaya agar terhindar dari bahaya syirik adalah dengan berdo’a.
Suara Hidayatullah Edisi Juni 2012 memuat sebuah do’a dan riwayat tentang syirik tersebut. Satu ketika Abu Bakar dan Ma’qal bin Yasar menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasul Shallalahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Abu Bakar r.a.” Wahai Abu Bakar, syirik itu lebih halus dari langkah semut.” Mendengar penjelasan tersebut, Abu Bakar r.a berkata,” Bukankah syirik itu adalah seseorang menjadikan bersama Allah SWT ilah yang lain.” Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan,” Demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sungguh kesyirikan itu lebih samar dari langkah semut! Maukah kutunjukkan pada suatu do’a yang jika engkau berdo’a dengannya, akan pergi darimu kesyirikan baik yang kecil maupun yang besar? Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca do’a: “Ya Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu agar tidak menyekutukan-Mu, sedang aku mengetahuinya dan minta ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui”. (HR. Bukhari dan Ahmad)
Pekanbaru, Maret 2014

Kamis, April 03, 2014

Peranan Laki-Laki Dalam Keluarga


Allah telah mewajibkan isteri untuk menaati suaminya dan ketaatan itu merupakan hak sang suami; dan Allah mengharamkan kepada wanita mendurhakai suaminya karena suami itu memiliki keutamaan dan keunggulan atas istrinya.
Hak istri atas suami adalah memberinya makan, jika kamu makan; memberinya pakaian, jika kamu berpakaian; tidak memukul wajahnya; tidak boleh mencelanya dan tidak boleh memboikotnya kecuali dirumah.
Demikianlah Islam mengatur hubungan antara suami dan isteri dalam sebuah rumah tangga. Patut kita pahami dan yakini, bahwa pengaturan terbaik dalam kehidupan di dunia ini adalah berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Pengaturan seperti itu, membawa kebaikan di dunia dan di akhirat kelak.
Kaum laki-laki merupakan pemimpin kaum wanita karena Allah telah mengunggulkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menginfakkan hartanya. Wanita yang saleh ialah yang taat dan melakukan pemeliharaan, ketika suaminya tidak ada, dengan pemeliharaan Allah. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan melakukan nusyuz, maka nasehatilah, pisahkan mereka dari tempat tidur, dan pukullah mereka. Jika mereka menaati kamu, maka kamu jangan mencari-cari jalan untuk menyudutkannya. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahaagung. (QS. An-Nisa’ 4: 34)
Loading...