Al-Qur'an

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS Asy-Syams: 9-10)

Jumat, Februari 12, 2016

Melihat Tempat Sujud Dan Khusu' Ketika Shalat



Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam jika shalat menundukkan kepalanya, serta mengarahkan pandangannya ketempat sujud dan tatkala beliau memasuki ka’bah tidaklah pandangan beliau meninggalkan arah tempat sujud hingga beliau keluar dari ka’bah.
Demikian dijelaskan oleh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam bukunya “Sifat Shalat Nabi SAW”. Penjelasan itu berdasarkan hadits riwayat Baihaqi dan Hakim.
Hadits lainnya:
Tidak sepatutnya didalam masjid terdapat sesuatu yang mengganggu seorang yang shalat. (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Selasa, Februari 09, 2016

Kisah Nabi Muhammad SAW Mencari Kayu Bakar Ketika Berkemah

Bagi sebagian pemimpin, mengerjakan pekerjaan kasar seperti mencari kayu bakar akan dianggap hina, atau setidaknya mengurangi gengsi. Akan tetapi bagi Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam, pekerjaan apapun yang dikerjakan secara jujur, profesional, dan bermanfaat untuk semua, maka pekerjaan itu adalah mulia. Kemuliaannya dan kehormatannya tidak berkurang sedikitpun hanya karena beliau mengerjakan pekerjaan kasar. Sebaliknya, beliau merasa bangga dan mulia jika bisa mengerjakan sendiri tugasnya, termasuk tugas kerumahtanggaan.
Suatu hari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat melakukan sebuah perjalanan dan perlu berkemah. Ketika hendak mengolah makanan, mereka berebut untuk ambil bagian.

Kamis, Desember 10, 2015

Balasan Untuk Orang Jujur Dan Pendusta

Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tetaplah kamu bersama orang-orang yang jujur. (QS. At-Taubah 119)
Mengenai ayat ini, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir memberikan penjelasan, yakni jujurlah dan teguhlah dalam kejujuran, niscaya kamu termasuk pelaku jujur dan selamat dari berbagai kebinasaan.

Kamis, November 19, 2015

Buah Cinta Sejati Kepada Allah

Ketika seorang hamba mengenal bukti-bukti kecintaan Allah kepadanya dan pengenalan tersebut telah munguasai perasaannya, maka tumbuhlah hubungannya dengan Allah ; bertambahlah kecintaannya dan kerinduannya kepada-Nya.
Demikian dikemukakan oleh Dr. Majdi Al-Hilali dalam bukun “Mencintai Dan Dicintai Allah ( judul aslinya “Kaifa Nuhibulloh wa Nasytaqu ilaihi”).
Selanjutnya dijelaskan, ketika cinta tersebut memenuhi hatinya, maka tidak diragukan lagi akan muncullah buahnya yang besar, sehingga bisa dilihat dalam tingkah laku dan perbuatan seorang hamba. Buah ini sulit untuk didapatkan dari pohon lain selain pohon cinta. Sebab, cinta keluar dari hati tersebut sebagai makna ibadah, yang tidak keluar dari selainnya.

Kamis, November 12, 2015

Mengenal Dan Meneladani Siti Hajar

Setiap tahun ada Hari Raya Idul Adha. Setiap tahun ada syariat pemotongan hewan qurban. Setiap tahun juga ada ibadah haji. Sudahkah kita mengambil pengajaran? Banyak motivasi terkandung didalam peristiwa itu..
Salah satu pengajaran yang patut diambil adalah dari Siti Hajar. Untuk mempertahankan diri dan melindungi bayinya, Siti Hajar mengerahkan segenap tenaga mencari air. Ia berlari-lari, berpeluh-peluh mencarinya. Dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa. Kemudian kembali lagi, kemudian berangkat lagi. Begitu seterusnya hingga tujuh kali. Hingga tenaganya benar-benar terkuras. Dan, pencariannya membuahkan hasil. Sebuah mata air jernih dan segar memancar tidak jauh dari kaki mungil Ismail.
Loading...