Al Qur'an

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.( QS. Ali Imran 3: 85)


Kamis, Oktober 30, 2014

Allah Yang Mematikan, Menidurkan Dan Membangunkan



Kematian dapat datang kapan saja berdasarkan kekuasaan Allah Ta’ala. Apapun yang kita lakukan dalam kehidupan didunia ini, Allah Ta’ala mengetahuinya. Di akhirat nanti, akan ada perhitungan terhadap setiap perbuatan itu. Ketentuan ini seyogianya memberi dorongan kepada kita untuk selalu berhati-hati. Berfikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu. Allah Ta’ala berkuasa untuk mematikan, menidurkan dan membangunkan.
Dalam “Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir” dapat kita temukan  penjelasan tentang hal ini:
Dan Dia lah yang mematikan, menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari guna menuntaskan ajal yang telah ditetapkan, kemudian kepada Allah lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan. (QS. 6 Al-An’aam: 60)

Minggu, Oktober 26, 2014

Ketika Allah Mencabut Pendengaran Dan Penglihatan



Telinga dan mata adalah dua indra yang sangat penting bagi manusia. Dengan adanya pendengaran dan penglihatan, banyak aktivitas dapat dilakukan oleh seseorang. Sebaliknya, tanpa kedua indra itu, banyak aktivitas tidak dapat dilakukan dengan baik. Pertanyaannya, sudahkah kita menyadari dengan kesadaran yang mendalam bahwa kedua indra itu merupakan rahmat Allah Ta’ala. Sewaktu-waktu, bisa saja pendengaran dan penglihatan seseorang dicabut oleh Allah.
Untuk semakin memperdalam keyakinan akan kekuasaan Allah Ta’ala yang berhubungan dengan pendengaran dan penglihatan, coba cerna penjelasan “Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir” berikut ini:
Katakanlah:” Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran, penglihatan, serta menutup hatimu, siapakah Tuhan selain Allah yang berkuasa untuk mengembalikan kepadamu? Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat itu, kemudian mereka berpaling. (QS. Al-An’aam: 46)

Kamis, Oktober 23, 2014

Berbaik Sangka Dan Takut Kepada Allah



Imam Al-Qurthubi dalam bukunya “Rahasia Kematian, Alam Akhirat & Kiamat mengingatkan bahwa, berbaik sangka kepada Allah seharusnya lebih kental mendominasi seorang hamba saat hendak meninggal dunia daripada saat ia masih dalam keadaan sehat wal afiat. Sebagai imbalannya, Allah berjanji akan mengasihinya dan mengampuni dosa-dosanya.
Bagi orang yang berada didekatnya harus mau mengingatkannya supaya ia masuk ke dalam firman Allah :” Aku tergantung bagaimana sangkaan hamba-Ku kepada Ku. Silakan ia menyangka-ku sekehendaknya”. Demikian diriwayatkan oleh Ahmad dan Hakim.
Diriwayatkan oleh  Muslim dari Jabir bahwa tiga hari sebelum wafat Rasulullah bersabda:”Janganlah salah sorang  kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan sedang berbaik sangka kepada Allah”. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari.

Minggu, Oktober 19, 2014

Shalat Memakai Sorban ( Hadits Maudhu')



Shalat dengan memakai sorban pahalanya sama dengan pahala shalat dua puluh lima kali tanpa sorban. Dan shalat jum’at dengan memakai sorban sama dengan pahala shalat Jum’at tujuh puluh kali tanpa sorban. Sesungguhnya malaikat mendatangi dan menyaksikan shalat Jum’at dengan memakai sorban dan senantiasa mendoakan para pemakai sorban hingga terbenamnya matahari.
Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hadits ini maudhu’ dan telah diriwayatkan oleh Ibnu Najjar, dengan sanad dari Muhammad bin Mahdi al-Maruzi, dari Abu Basyir bin Sayyar ar-Ruqi, dari al-Abbas bin Katsir ar-Ruqi, dari Yazid bin Abi Habib.

Kamis, Oktober 16, 2014

Allah Murka Kepada Orang Yang Tidak Mau Berdoa



Dan Tuhanmu berfirman:” Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS.40  Al-Mu’min: 60)
Inilah karunia dan kemurahan Allah SWT Dia menganjurkan para hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya dan mengharuskan kepada Zat-Nya untuk memperkenankan doa mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh Sufyan Ats-Tsauri:” Wahai zat yang sangat mencintai hamba yang paling banyak meminta kepada-Nya kemudian memperbanyak permintaan kepada-Nya. Wahai Zat yang sangat membenci hamba yang paling sedikit meminta kepada-Nya, kemudian dia tidak meminta kepada-Nya. Tiada siapa pun yang seperti itu selain Engkau wahai Tuhanku”. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim. Abu Ya’la meriwayatkan didalam musnadnya dari Anas bin Malik r.a, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang menceritakan dari Tuhannya, Dia berfirman:
Loading...