Al-Qur'an

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS Asy-Syams: 9-10)

Kamis, April 30, 2015

Merasa Nikmat Saat Beribadah



Sesungguhnya dalam melaksanakan ketaatan itu terdapat kebahagiaan yang hakiki, kesenangan dan perasaan yang enak, serta kenikmatan yang diperoleh sang pecinta dalam bermunajat, berdzikir dan berkhalwat dengan Robbnya. Inilah yang disebut sebagai “surga dunia”. Inilah yang sulit untuk kita masuki kecuali dari pintu cinta. Hal ini dikemukakan oleh Dr. Majdi Al-Hilali dalam bukunya “Mencintai & Dicintai Allah”. (Judul asli:”Kaifa Nuhibbulloh wa Nasytaqu Ilaihi”)
Dijelaskannya, ketika kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya bertambah, maka bertambah pula semangatnya untuk menaati-Nya dan merasa senang dengan berdzikir kepada-Nya. Kecintaan ini merupakan sebab munculnya makna-makna kedekatan dan kerinduan kepada kekasihnya yang Maha Agung yang direfleksikan disela-sela dzikir dan munajatnya.

Kamis, April 23, 2015

Besarnya Kehormatan Seorang Muslim

Ajaran Islam sangat menghargai nyawa manusia. Sangat-sangat terlarang melakukan pembunuhan tanpa alasan yang sesuai dengan ketentuan Al-Qur'an dan sunnah. Ketegasan hal ini dikemukakan dalam buku "Mencintai & Dicintai Allah, Dr. Majdi Al-Hilali.
Sesungguhnya jasad yang diciptakan Allah dan ditiupkan padanya tiupan yang agung memiliki kehormatan yang besar disisi Allah. Hal ini (dijelaskan) cukup gamblang dalam firman Allah Ta'ala:

Kamis, April 16, 2015

Ujian Itu Untuk Menaikkan Derajat



Ada kelompok lain dari hamba Allah yang taat kepada Rabb mereka. Allah ingin memberikan hadiah kepada mereka dengan cara menaikkan derajatnya di surga. Namun amal yang mereka miliki tidak bisa menaikkan mereka kepada derajat ini. Maka ujian merupakan sarana dari Allah agar hati mereka bisa melakukan  ibadahnya seperti merasa hina dan hancur diharibaan Allah dan merasa membutuhkan terhadap Rabbnya. Dimana perasaan-perasaan tersebut tidak akan muncul dari hati hamba-Nya kecuali lewat ujian ini.
Tentang permasalahan ini, Al-Qadhi ‘Iyadh menegaskan dalam kitabnya Asy-Syifa’ bi Ta’rifi Huquqil Musthafa. Ia berkata dalam buku tersebut:” Jika ada yang bertanya: Lantas apa hikmah Allah menimpakan berbagai macam penyakit yang parah kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan nabi-nabi lainnya? Apa hikmah Allah menimpakan ujian dan musibah kepada mereka seperti ujian yang ditimpakan kepada Nabi Ayyub, Ya’kub, Daniel, Yahya, Zakaria, Yahya, Ibrahim, Yusuf dan lainnya--semoga salawat dan salam terlimpahkan kepada mereka semua--, padahal mereka adalah makhluk Allah yang terpilih, yang paling dicintai dan paling suci?

Kamis, April 09, 2015

Makna Ujian Dari Allah



Manakah yang lebih ringan wahai saudara pembaca, disucikan di dunia atau disucikan di akhirat nanti dengan api neraka? Pertanyaan ini dikemukakan oleh Dr. Majdi Al-Hilali dalam bukunya “Mencintai & Dicintai Allah” ketika menjelaskan tentang “Diantara Manfaat Ujian”.
Dalam buku yang judul aslinya “Kaifa Nuhibbulloh wa Nasytaqu ilaihi” itu, Dr. Majdi Al-Hilali menjelaskan bahwa Allah menguji para hamba-Nya adalah sebagai peringatan bagi mereka dan agar mereka bersegera untuk kembali kepada-Nya sebelum terlambat. Allah berfirman:
...dan Kami timpakan kepada mereka adzab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar). (Az-Zukhruf 43: 48)

Kamis, April 02, 2015

Shalat Dapat Mempertajam Kemampuan Konsentrasi



Shalat adalah sarana untuk mempertajam kemampuan  konsentrasi seseorang. Kemampuan inilah yang akan memberi pengaruh terbesar pada keberuntungan dan kesuksesannya di dalam menjalani kehidupan ini.
Menurut  Abdul Karim Muhammad Nasr dalam bukunya Shalat Penuh Makna ( judul asli: Nazharat Fi Ma’anish Shalah), orang yang mengerjakan shalat akan selalu berusaha dengan segenap kemampuannya untuk berkonsentrasi pada makna-makna shalat dan bacaan Al-Qur’an sepanjang waktu yang dihabiskannya untuk mengerjakan shalat. Inilah yang disebut khusuk. Tidak diragukan lagi bahwa itu akan menumbuhkan kemampuan konsentrasi dan akan menjadi faktor terbesar dari penyelesaian masalah yang dihadapinya. Inilah yang dimaksud dengan firman-Nya:
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu orang-orang yang khusuk dalam shalatnya. (Al-Mu’minin 23: 1-2)
Loading...