Al Qur'an

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.( QS. Ali Imran 3: 85)


Minggu, Desember 21, 2014

Beribadah Bukan Takut Neraka Dan Ingin Surga



Dalam memahami nilai-nilai agama, kita perlu sangat berhati-hati. Tidak mudah menerima ungkapan-ungkapan yang tidak jelas sumbernya. Apalagi jika berhubungan dengan ibadah.
Salah satu bentuk kehati-hatian kita dalam beribadah ialah tidak melakukannya menurut ungkapan yang tidak benar. Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir-dalam catatan kaki- memberikan penjelasan tentang sebuah ungkapan  sebagai berikut:
Namun, dalam masyarakat Islam kita masih tetap ada orang yang mengulang-ulang ungkapan yang katanya berasal dari Ali r.a  padahal Ali tidak memiliki ungkapan seperti itu dan terbebas dari orang yang mengungkapkannya. Ungkapan itu ialah:” Tuhanku, tidaklah aku beribadah kepada-Mu karena takut neraka-Mu dan bukan karena menginginkan surga-Mu, namun aku menyembah-Mu karena Engkau adalah Tuhan yang berhak disembah”.

Rabu, Desember 17, 2014

Hukum Isti'adzah Sebelum Membaca Al-Qur'an



Ibadah yang paling utama sesudah iman kepada Allah SWT adalah shalat. Oleh sebab itu, tidaklah pantas kita meremehkannya. Sebaliknya, kita sepatutnya berusaha sungguh-sungguh mempelajari tatacaranya sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Salah satu bentuk keseriusan kita dalam melaksanakan ibadah shalat adalah dengan memahami bagaimana caranya membaca isti’adzah sebelum membaca Al-Qur’an. Bukankah ketika shalat ada ayat Al-Qur’an yang wajib dibaca. Hikmah disyari’atkannya  membaca ta’awwudz ketika akan membaca Al-Qur’an adalah : Sesungguhnya membaca  Al-Qur’anul Karim adalah ibadah yang agung dan qurbah (sarana mendekatkan diri kepada Allah) yang besar. Didalam buku “Shalat Penuh Makna, Abdul Karim Muhammad Nashr” dijelaskan tentang hal ini :
Allah SWT memerintahkan kita agar membaca isti’adzah ketika mulai membaca Al-Qur’an. Allah berfirman:
Apabila kamu hendak membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terajam. (QS. An-Nahl: 98)

Minggu, Desember 14, 2014

Melindungi Orang Musyrik



Jika dicermati dengan sungguh-sungguh, ternyata agama Islam sangat menginginkan sebuah kehidupan yang nyaman. Tidak saja bagi orang-orang yang beriman, tetapi kaum musyrikin pun mendapatkan perlindungan. Perintah untuk memberikan perlindungan kepada kaum musyrikin tersebut dinyatakan dalam Al-Qur’an.
Dan jika seorang diantara kaum musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah hingga dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. (QS. At-Taubah: 6)

Kamis, Desember 11, 2014

Orang Yang Sesat Tidak Dapat Memberi Mudarat



Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. 5 Al-Maa’idah: 105)
Allah Ta’ala menyuruh hamba-Nya yang mukmin agar memperbaiki diri mereka dan berbuat baik dengan kesungguhan dan kemampuan yang dipunyai, sekaligus memberi kabar kepada mereka bahwa siapa saja yang memperbaiki urusannya, maka kerusakan orang-orang yang rusak tidak akan bermudarat kepadanya. Al-Aufy berkata bahwa diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang tafsir ayat ini, Allah berfirman ,” Bila seorang hamba menaati Aku pada apa yang Aku perintahkan kepadanya dari yang halal dan menjauhkan diri dari yang haram, maka orang yang sesat tidak akan dapat memberikan mudarat kepadanya selama dia mengerjakan apa yang Aku perintahkan”.

Minggu, Desember 07, 2014

Shalat Melatih Sikap Tawadhu' (Manfaat Shalat)



Banyak faedah shalat bagi ruh dan akhlak. Salah satu diantaranya adalah melatih sikap tawadhu’. Sikap tawadhu’ ini telah dicontohkan oleh para sahabat. Kita tahu, para sahabat belajar langsung tentang agama ini dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sehingga sikap mereka dalam beragama dan dalam menjalani kehidupan layak diteladani.
Umar bin Khaththab memberikan contoh bagaimana bersikap terhadap manusia lainnya walaupun orang tersebut adalah budak. Ketika melakukan perjalanan ke Syam, Umar yang kala itu menjabat Khalifah, tidak canggung bergantian menaiki unta.
Faedah shalat melatih sikap tawadhu’ dan kisah Umar bin Khaththab ini diketengahkan dalam buku “Shalat Penuh Makna,  Abdul Karim Muhammad Nashr”.
Loading...