Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Tampilkan postingan dengan label hadits maudhu'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hadits maudhu'. Tampilkan semua postingan

Sabtu, November 18, 2017

Berjalan Cepat Menghilangkan Kecemerlangan Hadits Munkar)



Berjalan cepat menghilangkan kecemerlangan seorang mukmin.
Muhammad Nashiruddin Al-Albani menjelaskan bahwa hadits ini munkar sekali. Sanadnya dari Abu Hurairah, Ibnu Umar, Anas bin Malik dan Ibnu Abbas.
Adapun sanad dari Abu Hurairah mempunyai tiga kelemahan:
1.      Ibnul Ashma’i salah seorang perawi majhul. Ini ditegaskan oleh al-Khatib.
2.      Muhammad bin Ya’qub al-Farji tidak diketahui biografinya dalam deretan perawi hadits. Tidak ada saksi atas jarh (kecaman) dan ta’dil (pengakuan baik) nya. Yang demikian termasuk kriteria kelemahan.
3.      Abu Ma’syar yang dikenal dengan nama Najih bin Abdur Rahman oleh pakar hadits divonis lemah (dha’if).
Adapun sanad dari Ibnu Umar didalamnya ada seorang perawi bernama Umar bin Shahban yang lemah sekali. Bahkan oleh Imam Bukhari dinyatakan sebagai hadits munkar.

Jumat, November 03, 2017

Barangsiapa Mengenal Dirinya Berarti Telah Mengenal Tuhannya.


Hadits ini tidak ada sumbernya. Demikian pernyataan Imam Nawawi sambil menyatakan bahwa hadits ini tidak ada kepastian sumbernya. Bahkan konon termasuk ucapan yang disandarkan kepada Yahya bin Muadz ar-Razi.
Imam as-Suyuthi dalam kitab Dzailul Maudhu’at halaman 203 menyepakati Imam Nawawi. Oleh Ibnu Taimiyah hadits ini dinyatakan maudhu’. Fairuz Badi menyatakan bahwa itu bukan hadits nabawi, namun kebanyakan orang menyatakannya sebagai hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Anggapan ini tidaklah benar.
Yang jelas, ia termasuk israiliat yang isinya antara lain :” Wahai manusia, kenalilah dirimu, maka engkau akan mengenal Tuhanmu”. (Silsilah Hadits Dha’if dan Hadits Maudhu’, jilid 1, Muhammad Nashiruddin Al-Albani).

Selasa, Juni 14, 2016

Hadits Maudhu' Tentang Bersedekah Atas Nama Keluarga Yang Meninggal Dunia



Tidaklah salah seorang dari anggota keluarga meninggal kemudian (keluarganya) bersedekah atas namanya, kecuali Jibril akan menganugerahkan padanya cahaya diatas talam. Sambil berdiri dujung kuburan Jibril berkata:”Wahai penghuni kubur yang dalam. Inilah hadiah yang diberikan keluargamu padamu, terimalah.” Kemudian Jibril masuk kedalam kubur menemuinya. Si mayit gembira, sedangkan penghuni kubur disebelahnya sedih karena mereka tidak diberi hadiah apapun.
Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albani hadits ini maudhu’. Dijelaskannya, Thabrani meriwayatkannya dalam al-Mu’jamul  Ausath II/95 dengan sanad dari Muhammad bin Daud bin Aslam ash-Shadfi, dari al-Hasan bin Daud bin Muhammad al-Minkadri, dari Muhammad bin Ismail bin Abi Fudaik, dari Abu Muhammad asy-Syami yang mendengar dari Abu Hurairah r.a dan mendengar dari Anas bin Malik r.a.
Menurut Al-Albani, kelemahan hadits ini terletak pada Abu Muhammad asy-Syami. Adz-Dzahabi berkata:”Ia telah banyak meriwayatkan  hadits dari sebagian tabi’in, yang semuanya munkar. Bahkan al-Uzdi menyatakannya pendusta.” (Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu’ Jilid 1, Muhammad Nashiruddin Al-Albani)

Kamis, Oktober 15, 2015

Ibadah Haji Dan Ziarah Kubur Nabi (Hadits Maudhu')


Barangsiapa menunaikan ibadah haji tetapi tidak menziarahi kuburku berarti ia telah menjauhiku.
Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hadist ini maudhu’. Hal ini telah ditegaskan oleh adz-Dzahabi dalam kitab al-Mizan III/237, juga oleh ash-Shaghani dalam kitab al-Ahadits al-Maudhu’iyyah halaman 46.
Dalam buku “Silsilah Hadits Dha’if Dan Maudhu’, jilid I” Al-Albani menjelaskan lebih lanjut, yang menunjukkan bahwa riwayat tersebut maudhu’ adalah bahwa menjauhi dan menyimpang dari ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah dosa besar. Kalau tidak, termasuk kafir. Dengan demikian, berarti makna hadits tersebut siapa saja yang dengan sengaja meninggalkan atau tidak pergi befrziarah ke makam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, berarti telah melakukan perbuatan dosa besar. Dengan demikian, berarti pula ziarah adalah wajib seperti ibadah haji. Barangkali tidak seorangpun kaum mukmin yang berpendapat demikian. Sekalipun ziarah ke makam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam suatu amalan yang baik, hal ini tidak lebih dari amalan yang mustahab. Inilah pendapat jumhur ulama. Lalu bagaimana mungkin orang yang meninggalkannya dinyatakan sebagai orang yang menyimpang dan menjauhi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam?

Minggu, Oktober 19, 2014

Shalat Memakai Sorban ( Hadits Maudhu')



Shalat dengan memakai sorban pahalanya sama dengan pahala shalat dua puluh lima kali tanpa sorban. Dan shalat jum’at dengan memakai sorban sama dengan pahala shalat Jum’at tujuh puluh kali tanpa sorban. Sesungguhnya malaikat mendatangi dan menyaksikan shalat Jum’at dengan memakai sorban dan senantiasa mendoakan para pemakai sorban hingga terbenamnya matahari.
Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hadits ini maudhu’ dan telah diriwayatkan oleh Ibnu Najjar, dengan sanad dari Muhammad bin Mahdi al-Maruzi, dari Abu Basyir bin Sayyar ar-Ruqi, dari al-Abbas bin Katsir ar-Ruqi, dari Yazid bin Abi Habib.

Kamis, Juni 12, 2014

Menziarahi Kubur Orang Tua



Melakukan amal dengan berharap pahala atau ampunan dosa dari Allah Ta’ala, sepatutnya kita berhati-hati. Pelajari dulu dasarnya. Jangan sampai kita terjebak kepada amalan yang tidak ada tuntunannya dari Al-Qur’an ataupun dari Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam. Juga, tidaklah layak kita melakukan aktivitas berdasarkan hadits-hadits palsu.
Barangsiapa menziarahi makam kedua orang tuanya atau salah seorang dari mereka pada setiap hari Jum’at, terampuni dosanya dan dicatat sebagai orang yang berbakti.
Ini hadits maudhu’ sebab dalam sanadnya terdapat Muhammad bin Nu’man dan yahya bin al-Ala. Jumhur ulama hadits sepakat bahwa keduanya adalah pendusta dan pemalsu hadits. Ini pernyataan Imam Ahmad, Waqi, Ibnu Adi, dan lain-lain.
Barangsiapa menziarahi makam kedua orang tuanya pada setiap Jum’at kemudian pada makamnya membaca surat Yasin, akan diampuni dosanya sesuai jumlah ayat atau huruf yang dibacanya.
Ini hadits maudhu’. Telah diriwayatkan oleh Ibnu Adi I/286, juga oleh Abu Na’im dalam kitab Akhbar al-Ashbahan II/344 dari sanad Yazid bin Khalid dari Amr bin Ziyad. Kemudian Ibnu Adi mengatakan,” Riwayat yang batil dan tidak ada sumbernya dengan sanad tersebut”. (Silsilah Hadits Dha’if dan maudhu’ jilid 1, Muhammad Nashiruddin Al-Albani)
Pekanbaru, Juni 2014


Kamis, Juni 05, 2014

Haji Dan Ziarah Kubur Nabi Muhammad SAW


Barangsiapa menunaikan ibadah haji kemudian menziarahi kuburku sepeninggalku, ia seperti menziarahiku ketika aku masih hidup.(Hadits maudhu’)
Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hadits diatas maudhu’. Dijelaskannya, Ath-Thabrani telah meriwayatkan dalam al-Mu’jamul –Kabir II/203 juga ad-Daru Quthni dalam Sunan halaman 279 dan Imam Baihaqi V/246 dan semuanya dari sanad Hafsh bin Sulaiman dari Lait bin Abi Sulaim. Al-Albani berpendapat bahwa sanad ini lemah. Sebabnya:

Minggu, Januari 26, 2014

Membaca Surat Qulhuallaahu Ahad


Dalam melakukan amal ibadah, kita perlu berhati-hati. Terutama amalan yang berupa bacaan-bacaan dengan hitungan tertentu. Perlu ada tuntunan yang jelas dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tanpa tuntunan yang jelas, ada baiknya kita tidak melakukan amalan tersebut.  Salah satu bentuk amalan yang tidak jelas tuntunannya itu adalah berhubungan dengan membaca surat qul huwallaahu ahad.
Muhammad Nashiruddin Al-Albani didalam buku Silsilah Hadits Dha’if dan Maudhu’ jilid 1, menuliskan empat hadits maudhu’ tentang membaca surat qul huwallaahu ahad.
Barangsiapa membaca surat qul huwallaahu ahad dua ratus kali, maka diampuni dosanya selama dua ratus tahun.

Kamis, Januari 02, 2014

Memakai Batu Akik


Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam kitab Hadits Dha’if dan Maudhu’ mengemukakan lima hadits tentang memakai batu akik. Kelima-limanya merupakan hadits maudhu’ (palsu). Oleh sebab itu, berhati-hatilah ketika memakai cincin dengan batu akik. Jangan sampai terjebak kepada pemahaman yang salah.
Kelima hadits tersebut adalah :
Pertama, “Pakailah cincin dengan batu akik karena batu akik itu diberkati.” Hadits ini maudhu’ dan diriwayatkan oleh al-Muhamli dalam kitab al-Amali II/41, al-Khatib dalam Tarikh Baghdad XI/251 dan juga al-Uqaili dalam adh-Dhu’afa halaman 466 dengan sanad dari Ya’qub bin al-Walid al-Madani, sedangkan Ibnu Adi I/356 dengan sanad dari Ya’qub bin Ibrahim az-Zuhri yang semuanya dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah r.a.

Selasa, Desember 31, 2013

Surat Yasin Jantungnya Al-Qur'an


Sesungguhnya segala sesuatu mempunyai jantung, sedangkan jantung Al-Qur’an adalah surat Yasin. Barangsiapa membacanya, sepertinya ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali.
Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albani, hadits diatas adalah hadits maudhu’. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi IV/46, dan Darimi II/456, dengan sanad dari Humaid bin Abdur Rahman, dari Hasan bin Saleh, dari Harun Abu Muhammad, dari Muqatil bin Hayyan, dari Qatadah, dari Anas r.a.
Imam Tirmidzi berkata, “Hadits ini adalah hasan yang gharib (asing). Kami tidak mengenalinya kecuali dengan sanad tunggal ini. Dan Harun Abu Muhammad adalah majhul”.

Minggu, Desember 08, 2013

Agama Adalah Akal


Berhati-hatilah dalam mengamalkan atau menyampaikan hadits. Sebab, ancaman hukuman terhadap orang-orang yang berdusta tentang hadits sangat berat. Diriwayatkan dari Anas bin Malik katanya: Sesungguhnya aku dilarang meriwayatkan hadits kepadamu terlalu banyak karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Siapa yang sengaja mendustakan aku, maka bersiaplah untuk menerima azab api neraka”. (HR. Bukhari-Muslim)
Diantara hadits-hadits yang perlu kita waspadai adalah tentang keutamaan akal. Salah satu diantaranya ialah:
Agama adalah akal. Siapa yang tidak memiliki agama, tidak ada akal baginya.