Sebagai seorang Mukmin, kita sepatutnya terus berusaha untuk
mencapai kesempurnaan peribadahan. Oleh sebab itu, kita perlu memahami
bagaimana sesungguhnya kesempurnaan
peribadahan itu.
Dr. Majdi Al-Hilali dalam sebuah buku “Mencintai &
Dicintai Allah, Bagaimana Mewujudkannya? Memberikan penjelasan tentang
kesempurnaan peribadahan. Dijelaskan, bahwa, peribadahan sejati kepada Allah
Subhanahu Wa ta’ala pada hakekatnya adalah mengarahkan sebagian besar perasaan
hamba hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sehingga hal itu akan membalikkan
mu‘amalahnya sesuai dengan keadaan dan peristiwa yang ia alami. Ini merupakan
bentuk realisasi dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam :
Sungguh menaksjubkan urusan seorang mukmin. Seluruh urusannya
adalah baik baginya. Dan, hal itu tidak terjadi kecuali pada diri seorang
mukmin. Jika ia ditimpa kelapangan ia bersyukur, maka syukur itu baik baginya.
Sedang jika ia ditimpa kesusahan ia bersabar, maka sabar itu juga baik baginya.
(HR. Muslim)

