Ia menjadikan cinta dan bencinya,
pemberian dan penolakannya, ridha dan marahnya karena kecintaannya kepada Allah
dan keinginan membela agama-Nya, bukan untuk kepentingan pribadi. Sikapnya
tidak sama dengan sikap orang-orang yang senang mengeruk keuntungan duniawi.
Mereka dicela Allah di dalam Al Qur’an. Allah berfirman tentang mereka: “ Dan diantara mereka ada orang yang
mencelamu tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagian daripadanya,
mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya,
dengan serta merta mereka menjadi marah.”(at-Taubah: 58)
Al-Qur'an
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)
Tampilkan postingan dengan label ikhlas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ikhlas. Tampilkan semua postingan
Minggu, Januari 08, 2012
Kamis, Desember 29, 2011
Mengutamakan Keridhaan Allah Daripada Keridhaan Manusia (Tanda-Tanda Keikhlasan 5)
Seorang yang
tulus ikhlas tidak mempunyai keinginan mendapatkan perhatian orang lain, sebab
hal itu akan menimbulkan kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla. Pada hakikatnya,
manusia memiliki perasaan, pemikiran, kecenderungan dan tujuan yang
berbeda-beda satu dengan yang lain. Oleh karena itu, segala usaha untuk mencari
keridhaan manusia tidak akn mungkin berhasil. Hal ini sesuai dengan ucapan
seorang penyair : “ Siapakah yang dalam masyarakat ridha kepada setiap orang,
sedang diantara hawa nafsu manusia terdapat terdapat jarak yang jauh.”
Jumat, Desember 23, 2011
Menyamakan Tugas Seorang Jenderal Dengan Seorang Prajurit (Tanda-Tanda Keikhlasan 4)
Menurut
pandangan seorang yang tulus ikhlas, tugas yang diemban oleh seorang jenderal
sama dengan tugas yang dipikul seorang prajurit jika tugas-tugas itu masih
dalam bingkai mencari keridhaan Allah, mendakwahkan agama-Nya, dan membela
risalah-Nya. Dengan demikian, hatinya tidak mencintai popularitas, tidak ingin
menonjol diantara kawan-kawannya, tidak ingin menduduki jabatan, dan tidak
berambisi menguasai jabatan strategis kemiliteran, Justru, ia lebih suka
menjadi prajurit daripada jenderal.
Selasa, Desember 13, 2011
Cenderung Menyembunyikan Amal Kebajikan (Tanda-Tanda Keinhlasan 3)
Orang yang tulus ikhlas lebih
menyukai amal perbuatan yang tidak diketahui oleh pihak lain daripada amal yang
gaungnya terdengar dimana-mana, apalagi sampai dimuat dimedia-media massa. Ia
lebih suka tergabung dalam kelompok akar pohon. Akar itu merupakan tulang
punggung pohon karena hidup dan matinya sangat tergantung padanya sedangkan
akar pohon itu sendiri tidak terlihat oleh manusia karena tertanam diperut
bumi.
Minggu, November 27, 2011
Mengakui Kekurangan Diri (Tanda-Tanda Keikhlasan 2)
Seorang yang
ikhlas selalu merasa dirinya banyak kekurangan disisi Allah. Ia selalu merasa
belum maksimal dalam menjalankan berbagai kewajiban yang dibebankan Allah
kepadanya. Hatinya tidak pernah terjangkit penyakit bangga (ujub) terhadap amal
perbuatan maupun status dirinya. Bahkan, ia senantiasa merasa kuatir bahwa
kejahatan yang pernah dilakukannya tidak diampuni oleh Allah. Ia juga selalu
cemas bahwa semua kebaikan yang dikerjakannya tidak diterima oleh-Nya. Oleh
karena itu, tidak mengherankan jika seorang yang saleh menangis tersedu-sedu ketika ia sedang sakit. Sebagian pembezuk
bertanya kepadanya, “ Mengapa anda menangis tersedu-sedu? Bukankah anda sering
berpuasa, sering shalat malam, sering berjihat dijalan Allah, sering bersedekah,
sering menunaikan ibadah haji dan umrah, serta sering mengajar dan memberikan
pengajian? Jawab si sakit, “ Aku tidak mengerti, apakah amal perbuatanku itu
diterima oleh Tuhanku? Sedangkan Allah berfirman :”... Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang
bertakwa.” (al-Maa’idah: 27)
Selasa, November 22, 2011
Takut Akan Popularitas (Tanda-Tanda Keihklasan 1)
Seorang yang ikhlas senantiasa
merasa khawatir dirinya populer dikalangan masyarakat. Ia senantiasa berusaha
agar reputasi yang menyangkut diri dan agamanya tidak tersebar luas, apalagi
jika ia termasuk manusia yang disegani dan terpandang. Ia menyadari bahwa perbuatan yang dinilai Allah adalah perbuatan yang
didasarkan pada apa yang ada didalam hati, bukan semata-mata berdasarkan apa
yang tampak. Ia pun meyakini bahwa meskipun reputasi seseorang terdengar diseluruh dunia, orang
lain tidak akan sanggup menyelamatkan dirinya dari siksa dan murka Allah SWT.
Oleh karena itu, bersikap zuhud
terhadap kedudukan, jabatan dan popularitas lebih berat daripada bersikap zuhud terhadap harta, makanan dan
kebutuhan seks. Imam Ibnu Syihab az-Zuhri berkata, “ Sedikit sekali kami
melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan. Seseorang bisa saja
menahan diri dari makanan, minuman dan harta, namun ia tidak sanggup menahan
diri dari iming-iming kedudukan. Bahkan ia tidak segan-segan merebutnya
meskipun harus menjegal kawan atau lawan.”
Kamis, November 17, 2011
Tanda-tanda Keikhlasan
Tanda-tanda keikhlasan itu sangat banyak. Ia dapat dilihat dari kehidupan, perilaku dan persepsi seseorang, baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Berikut ini kami kemukakan beberapa tanda tersebut :
1. Takut akan popularitas.
2. Mengakui kekurangan diri.
3. Cenderung menyembunyikan amal kebajikan.
4. Menyamakan tugas seorang jenderal dengan tugas seorang prajurit.
5. Mengutamakan keridhaan Allah daripada keridhaan manusia.
6. Cinta dan marah karena Allah.
7. Sabar terhadap panjangnya jalan.
8. Merasa gembira jika kawannya memiliki kelebihan.
( Sumber: Ikhlas Sumber Kekuatan Islam, DR. Yusuf Qardhawi)
Untuk dapat memahami dengan lebih mudah tanda-tanda keikhlasan itu, penjelasan setiap item akan menjadi tulisan tersendiri.
Kamis, November 10, 2011
Pengertian Ikhlas
![]() |
| Masjid At-Taqwa Bengkulu |
Ikhlas ialah menyengajakan perbuatan semata-mata mencari keridhaan Allah dan memurnikan perbuatan dari segala bentuk kesenangan duniawi. Dengan demikian, perbuatan seseorang benar-benar tidak dicampuri oleh keinginan yang bersifat sementara, seperti keinginan terhadap kemewahan, kedudukan, harta, popularitas, simpati orang lain, pemuasan hawa nafsu dan penyakit lainnya.
Berdasarkan pengertian ini, ikhlas adalah dampak positif dari tauhid yang sejati, yaitu tindakan mengesakan Allah SWT dalam peribadatan dan memohon pertolongan. Hal ini sesuai dengan firman Allah didalam surat al- Fatihah, “ Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.”
Oleh karena itu, riya- sebagai lawan ikhlas- dianggap sebagai perbuatan syirik, sebagaimana dikatakan Syaddad bin Aus r.a, ‘Pada masa Rasulullah saw kami memandang bahwa riya merupakan syirik kecil’.
(Sumber : Ikhlas Sumber Kekuatan Islam, DR. Yusuf Qardhawi)
Langganan:
Postingan (Atom)

