Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wanita. Tampilkan semua postingan

Minggu, Agustus 10, 2014

Larangan Menginginkan Apa Yang Ada Pada Orang Lain



Seseorang tidak boleh berangan-angan, misalnya dia mengatakan, andaikan aku memiliki harta dan keluarga seperti si Fulan.” Allah melarang berandai-andai seperti itu, namun mintalah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Demikian dijelaskan dalam Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir. Selengkapnya penjelasan tersebut adalah:
Dan janganlah kamu menginginkan apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu yang tidak diberikan kepada sebagian yang lain. Bagi kaum laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan; bagi kaum wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu. (QS. An-Nisa’ 4: 32)

Kamis, Maret 20, 2014

Ketegasan Nabi Muhammad SAW, Membawa Kebaikan


Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Amr:” Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seorang wanita mencuri. Maka wanita itu dibawa oleh orang-orang yang dicuri barangnya. Mereka berkata,’Wahai Rasulullah, wanita ini telah mencuri barang kami.’ Kaum wanita itu berkata,’ Ya Rasulullah, kami akan menebusnya’. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.’ Potonglah tangannya’. Kaum wanita itu berkata,’ Kami akan menebusnya dengan 500 dinar”. Nabi bersabda,’ Potonglah tangannya’. Maka dipotonglah tangan kanannya. Wanita itu berkata,’ Ya Rasulullah, apakah saya telah memperoleh pengampunan atas dosa saya? Beliau menjawab,’ Ya. Hari ini engkau bebas dari dosamu seperti tatkala kamu dilahirkan oleh ibu mu’. Maka, Allah menurunkan ayat dalam surah al-Maa’idah ayat 39:
Barangsiapa yang bertobat setelah kezalimannya itu dan berbuat islah, maka sesungguhnya Allah akan menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Maa’idah 39)

Kamis, Maret 13, 2014

Larangan Wanita Bersafar Tanpa Mahram


Tersedianya fasilitas transportasi umum, memberi peluang kepada banyak orang untuk melakukan perjalanan. Diantara pengguna fasilitas umum tersebut, juga banyak kaum wanita. Bagi kaum muslimah yang bepergian, ada baiknya mencermati fenomena ini. Sebelum melakukan perjalanan, pahami terlebih dahulu kaidah-kaidah agama yang berhubungan dengan safar. Patut diyakini, bahwa dalil-dalil syar’i berupa larangan atau suruhan itu, mengandung kemaslahatan bagi ummat.
Sebuah buku kecil “Muslimah Bepergian, Tim Redaksi Media Zikir” memberikan panduan cukup lengkap dan bermanfaat. Saya kutipkan sebuah tulisan dari buku tersebut, yaitu “Safar Dengan Menggunakan Kendaraan Umum”. Agar mendapatkan pemahaman yang lengkap dan jelas, sebaiknya penjelasan ini dibaca selengkapnya.

Kamis, April 18, 2013

Perzinaan Merupakan Perbuatan Keji Dan Jalan Yang Buruk

Dan janganlah kamu mendekati perzinaan. Sesungguhnya, perzinaan merupakan perbuatan keji dan sesuatu jalan yang buruk. (QS. Al-Israa’ 17: 32)
Dalam Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, bahwa Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Umamah : Ada seorang pemuda belia menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata “ Ya Rasulullah, izinkan aku berzina”.  Maka orang-orang datang mengerumuninya, lalu mencacinya. Mereka berkata “Cukup, jangan kau teruskan”. Rasulullah bersabda “Dekatkanlah dia”. Kemudian pemuda itu mendekati Nabi. Beliau bersabda “ Duduklah”. Pemuda itu duduk. Nabi bersabda “Apakah kamu ingin ibumu berzina?  Dia menjawab “ Tidak, demi Allah. Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”. Nabi bersabda “ Orang-orangpun tidak ingin bila ibunya berzina. Apakah kamu ingin anak putrimu berzina?

Kamis, September 06, 2012

Akhir Hayat Yang Buruk (Su'ul Khotimah)


Dalam menjalani kehidupan didunia ini, kita akan selalu mendapatkan ujian dari Allah SWT. Wajib kita yakini, bahwa ujian itu sebagai tanda kasih sayang Allah SWT kepada kita. Dengan keyakinan seperti itu, setiap kali menghadapi ujian, kita akan berusaha semakin dekat kepada-Nya.
Salah satu ujian yang tidak mudah dilalui adalah soal wanita.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a, katanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Sesungguhnya dunia itu hijau dan manis. Allah akan menyerahkan nya kepadamu dan Dia akan mengamati apa yang kamu perbuat padanya. Karena itu, jauhilah godaan dunia, dan hati-hati lah dari godaan wanita. Sesungguhnya fitnah (ujian) pertama yang menimpa Bani Israil adalah godaan wanita”. (HR. Muslim)

Selasa, Oktober 04, 2011

Ketaatan Wanita Kepada Suaminya


Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, menaati suaminya dan menjaga kehormatannya, maka dia akan masuk surga. ( HR. Ibnu Hibban)
Bagi seorang wanita, untuk dapat masuk surga salah satu syaratnya adalah menaati suami disamping melaksanakan shalat lima waktu dan puasa di bulan Ramadhan. Begitu pentingnya ketaatan kepada suami. Tentu saja ketaatan yang tidak untuk melanggar perintah Allah SWT dan Rasululllah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Wanita mana saja yang meninggal, sedangkan suaminya dalam keadaan ridha kepadanya maka dia akan masuk surga. ( HR At- Tirmidzi)
Kalau saja aku diperbolehkan memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, niscaya aku akan perintahkan seorang isteri bersujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, sungguh seorang isteri  itu tidak dikatakan menunaikan hak  Rabb-nya hingga dia menunaikan hak suaminya. (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Aisyah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam : “ Siapakah manusia yang lebih berhak atas seorang wanita? Maka beliau menjawab :” Suaminya”. ( HR Al-Hakim dan Al-Bazzar)
Semakin tegas kedudukan suami bagi seorang wanita. Tentu masih banyak ayat Al Qur’an dan hadits yang berhubungan dengan wanita. Untuk itu, teruslah mempelajari dan memahaminya. Kemudian jadikan tuntunan Al Qur’an dan sunnah Nabi itu sebagai pegangan hidup.
Pekanbaru, 3 Oktober 2011