Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Jumat, Mei 22, 2009

Membedakan Keinginan Dan Kebutuhan.(Nasehat Untuk Cucu)

Cucuku...
Kamu sudah selesai mengikuti ujian SD. Bila Allah Azinkan, sebentar lagi kamu akan menjadi siswa SMP. Sesuai dengan bertambahnya usia dan meningkatnya pendidikan, tentu semakin banyak pula keinginan / kebutuhan. Kamu nanti akan minta baju sekolah baru. Buku-buku baru. Sepatu baru. Itu semua berhubungan dengan sekolah. Masih ada lagi keinginan-keinginan lain.Bila didaftar, keinginan itu mungkin memenuhi satu halaman buku. Mungkin bisa lebih.

Salahkah bila mempunyai banyak keinginan ? Tentu saja tidak. Boleh-boleh saja. Masalahnya, belum tentu semua keinginan itu terkabul. Kemampuan orang tuamu sangat terbatas. Oleh sebab itu, kamu sudah waktunya memilih, mana keinginan dan mana kebutuhan. Buku baru, itu kebutuhan. Seragam sekolah, baru, itu juga kebutuhan. Tetapi, HP baru bukan kebutuhan. Tas baru, juga bukan kebutuhan.

Ketahuilah cucuku. Orang tuamu sesungguhnya tidak bisa apa-apa dan tidak tahu apa-apa. Yang bisa apa-apa dan tahu apa-apa itu, hanyalah Allah. Swt. Allah itu maha mengetahui. Kepunyaan Allah lah apa yang ada dilangit dan dibumi. Bila orang tua mu dapat memenuhi permintaanmu, itu adalah atas izin Allah. Keyakinan akan hal ini harus tertanam dalam-dalam dihati dan pikiranmu.

Cucuku…
Apasaja yang kamu inginkan, mintalah kepada Allah. Sebaiknya lakukan permohonan itu setelah solat fardu. Soal dikabulkan atau tidak, serahkan sepenuhnya kepada Allah. Kita hanya bisa meminta. Satu hal lagi, selain meminta, kamu juga perlu berusaha. Misalnya, kamu ingin membeli sesuatu. Sisihkan sebagian uang jajanmu, simpan ditabungan. Sebaiknya kamu buka tabungan di Bank Syariah. Kekurangan uang untuk membeli yang kamu inginkan itu, baru kamu minta ke ayah. Menabung itu merupakan usaha juga. Jadi, kamu sudah berdoa dan berusaha.

Cucuku..
Didalam Al Qur’an ada disebutkan bahwa :’
Dan barang siapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang ia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh, Dan hanya kepada Allah lah kemudahan segala urusan.. Luqman 22’

Kehidupanmu dimasa depan akan selalu ditandai dengan suka dan duka. Nyaman dan tidak nyaman. Kamu akan bertemu dengan berbagai kejadian/peristiwa yang kamu sukai ataupun tidak sukai. Itulah kehidupan. Karena itu, gantungkanlah seluruh hidupmu hanya kepada Allah. Selalu baca Al Qur’an dan buku-buku agama. Selalulah meminta ampun kepada Allah dan mohon maaf kepada ayah dan ibu. Ada hadis Nabi yang menyatakan, bahwa keridhaan Allah terkait dengan keridhaan kedua orang tua dan murka Allah terkait pada murka kedua orang tua. Kamu tidak mau dimurkai Allah, bukan? Semoga kehidupanmu nanti lebih baik.
Insyaallah…
Pekanbaru, 17 Mei 2009

Selasa, Mei 19, 2009

Menggunakan Hati, Mata Dan Telinga

Siang itu saya shalat Jum’at disebuah mesjid dilingkungan Rejosari- Sail Pekanbaru. Diantara isi khotbah yang sempat saya ingat adalah, bahwa ada manusia seperti binatang. Hal ini berdasarkan ayat Al Qur’an. Agar tidak salah mengutip, sesampainya dirumah, saya buka Al Qur’an dan terjemahan. 

Dalam Surat Al A’Raaf 179 disebutkan :’Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia , mereka mempunyai hati , tetapi tidak digunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak digunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat) Allah, mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.’

Alangkah malangnya manusia seperti itu. Didunia disamakan dengan binatang ternak. Diakhirat, ditempatkan dineraka.

Bila ada orang lain yang mengatakan, bahwa saya sama dengan binatang, tentu saya akan marah besar. Tetapi, disadari atau tidak mungkin saja dalam perjalanan hidup ini, saya pernah jatuh pada kondisi itu. Dari dulu saya memang sudah punya hati. Apakah hati itu senantiasa saya gunakan untuk memahami ayat-ayat Allah? Dari dulu saya sudah mempunyai mata. Apakah mata itu selalu saya pergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah? Dari dulu saya sudah mempunyai telinga. Apakah telinga itu selamanya saya pergunakan untuk mendengar ayat-ayat Allah? Hanya Allah yang tahu.. Allah maha mengetahui.

Kepada Allah saya berdo’a memohon petunjuk dan bimbingan Nya. Mudah-mudahan kedepan saya dapat menggunakan hati, mata dan telinga dengan baik. Sehingga tidak terjatuh kedalam kelompok ‘ mereka itu seperti binatang ternak.

Senin, Mei 18, 2009

Tata Cara Shalat Berjamaah ( Berdua dan Bertiga)

Siang itu saya shalat zuhur di sebuah masjid. Selesai shalat, ada ceramah dari seorang ustad. Tema yang diangkat tentang shalat berjamaah. Sempat saya tangkap penjelasan, bahwa apabila seorang makmum masih sempat rukuk bersama imam, maka makmum tersebut mendapatkan rakaat itu. Tetapi, apabila imam telah berdiri dari rukuk, ada makmum baru mulai takbir awal, maka makmum tersebut telah ketinggalan rakaat itu.
Sewaktu ceramah masih berlangsung, saya melihat dua orang lelaki memasuki masjid. Mereka shalat berjamaah dengan posisi imam agak maju sedikit dan makmum berada disebelah kanan. Kemudian ada lagi seorang lelaki datang dan bermaksud ikut berjamaah. Dia berdiri dibelakang imam dan menepuk pundak si makmum. Hal itu dilakukannya dua kali. Karena tidak ada reaksi dari si makmum, lelaki tersebut akhirnya pindah tempat dan shalat sendiri. Bagaimanakah seharusnya ?