Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Kamis, April 29, 2010

Serulah Manusia Kepada Jalan Tuhan-mu Dengan Hikmah

"Serulah manusia kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya, Tuhan-mu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl 125)
Allah Ta'ala menyuruh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam agar mengajak makhluk kepada Allah dengan hikmah, yaitu dengan berbagai larangan dan perintah yang terdapat didalam Al-Kitab dan Al-Sunnah, agar mereka waspada terhadap siksa Allah.
Firman Allah," Dan bantahlah mereka dengan cara yang baik", berdialoglah dengan mereka dengan lembut, halus, dan sapaan yang sopan, sebagaimana hal ini pun diperintahkan Allah kepada Musa dan Harun tatkala diutus menghadap Fir'aun, seperti difirmankan:" Maka, berbicaralah kamu berdua dengannya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia ingat atau takut." (Thaahaa 44)
"Sesungguhnya, Tuhan-mu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya ,"  yaitu Dia mengetahui siapa yang celaka diantara mereka dan siapa yang bahagia. Keduanya telah ditetapkan di sisinya dan telah selesai pemutusannya. Serulah mereka kepada Allah Ta'ala, janganlah kamu bersedih lantaran mereka, sebab menunjukkan mereka bukanlah tugasmu. Sesungguhnya, kamu hanyalah pemberi peringatan dan penyampai risalah dan Kami-lah yang menilai.
(Sumber: Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir jilid 2, Muhammad Nasib Ar-Rifa'i) 

Selasa, April 27, 2010

RINDU MASJIDIL HARAM

Suatu Sabtu dibulan April 2010, saya menghadiri sebuah perkumpulan arisan. Anggota arisan ini terdiri dari orang-orang yang pernah melaksanakan ibadah haji dan tergabung dalam satu rombongan. Untuk melanjudkan hubungan silaturrahmi, maka dibentuklah sebuah kelompok arisan. Memang tidak semua anggota rombongan ikut. Sudah sekitar 3 tahun berjalan.
Pada sore itu, kegiatan diisi dengan tausiah (ceramah ) singkat. Penceramah mengetengahkan sebuah ayat Al Qur’an yaitu : “Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap dijalan yang benar.” (QS Thaahaa 82).

Rabu, April 21, 2010

Memuji Allah Ketika Sakit

Apabila seorang hamba itu sakit, maka Allah mengutus kedua malaikat kepadanya seraya berfirman :” Lihatlah, apakah yang diucapkan olehnya kepada penjenguknya”. Jika ketika didatangi penjenguknya ia memuji dan menyanjung Allah, maka kedua malaikat itu melaporkan kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar- padahal Dia lebih mengetahui- Dia berfirman :” Bagi hambaKu atas tanggunganKu, jika Aku mematikannya maka Aku memasukkannya ke sorga. Jika Aku menyembuhkannya maka Aku mengganti baginya daging yang lebih baik dari dagingnya, darah yang lebih baik dari darahnya dan aku hapuskan kesalahan-kesalahannya”. ( H R Atha’ bin Yasar… Imam Malik dalam Al Muwaththa’).
Dari Aisyah ra, Rasulullah saw bersabda : “ Tidak ada musibah yang menimpa seorang Muslim melainkan Allah menghapus (dosanya) karenanya sampai duri yang mengenainya. ( HR Bukhari).
Rasa sakit atau musibah merupakan bagian kehidupan. Banyak yang pernah mengalaminya. Mungkin tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali. Islam memberikan tuntunan yang sangat tepat dalam menghadapi sakit dan musibah itu. Bila sakit atau musibah datang, pujilah Allah. Balasan dari Allah sangat besar, antara lain dengan memberi ampunan.
Dalam menjalani kehidupan, besar kemungkinan banyak melakukan dosa. Dosa akan mendapat balasan berupa azab yang sangat pedih. Karena itu, setiap kegiatan/peluang untuk mendapatkan ampunan Allah layak diusahakan/ dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Berkeluh kesah ketika ditimpa sakit tidak akan mengurangi rasa sakit. Mengeluh ketika ditimpa musibah, tidak akan menyelesaikan masalah. . Sikap terbaik ketika sakit atau ditimpa musibah adalah dengan memuji Allah.
Islam itu indah. Keindahan ajaran Islam dapat kita rasakan dengan mempelajari dan mengamalkannya. Insyaalah…
Pekanbaru, 21 April 2010

Minggu, April 18, 2010

Motivasi Untuk Bekerja Keras

Agama Islam menghendaki pemeluknya agar bekerja keras. Nabi Muhammad SAW telah memberikan teladan. Dengan kerja keras Nabi dan para sahabat, Islam telah mencapai kejayaan.
Untuk dapat bekerja keras, memang diperlukan motivasi kuat. Salah satu cara memotivasi diri adalah dengan banyak membaca. Mengetahui kesuksesan orang lain, bisa dijadikan motivasi. Bagi kita, tentu saja motivasi bernuansa islami.
Sebuah buku yang berjudul “ Malu Jadi Benalu” ide kemandirian Aa Gym, sangat bagus dalam memberikan motivasi untuk bekerja keras. Saya kutipkan bagian kecil dari buku tersebut ( sebelumnya saya mohon maaf ): Sebuah hadis dari Anas bin Malik menyebutkan “ Kami ada Sembilan orang, Sembilan sahabat bersama Rasulullah ketika beliau bertanya :‘ Tidakkah kalian ingin berbaiat kepada Rasul ?’, Karena kami sudah merasa berbaiat belum lama berselang, maka kamipun balik bertanya ‘ Bukankah kami telah berbaiat? . Namun beliau tetap mengulangi sampai 3 kali, sehingga kami mengulurkan tangan-tangan kami seraya bertanya , ‘Kami telah berbaiat kepadamu ya Rasul, baiat bagaimanakah yang harus kami lakukan sekarang ?. Beliau menerima jabatan tangan-tangan kami sambil bersabda : ‘ Berjanjilan bahwa kamu hanya akan menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu yang lain. Dan mengerjakan solat lima kali serta mendengar dan menaati perintahku’, kemudian beliau melembutkan suaranya dengan berkata : ‘Dan jangan meminta-minta apapun dari manusia’. 
Parawi hadits ini mengatakan “ para sahabat menerima baiat tersebut sedemikian setianya pada baiat mereka, sehingga tidak pernah meminta sesuatu apapun dari orang lain baik berupa benda ataupun lainnya, sampai-sampai cambuk dari hewan tunggangan salah seorang dari mereka adakalanya terjatuh, namun mereka tidak mau meminta bantuan siapapun untuk mengambilnya”. ( HR. Muslim, Abu Daud dan Nasai).
Pekanbaru 17 April 2010

Sabtu, April 17, 2010

Anjuran Berjalan Di Muka Bumi

"Dia-lah yang telah menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu dibangkitkan. (QS. Al-Mulk 15)

Rabu, April 14, 2010

Memaknai Kesuksesan Dalam Kehidupan ( 1 )

Seorang ustad berkunjung kerumah saya. Beliau ini sahabat lama. Setiap pertemuan, selalu saya manfaatkan untuk menambah pengetahuan tentang agama. Banyak yang sudah saya peroleh. Terutama yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari.
Pertemuan hari itu kami isi dengan perbincangan mengenai hidup sukses menurut Islam. Menurut ustad ada 4 hal yang perlu dimiliki untuk menjadi sukses. Yaitu, ilmu pengetahuan, keahlian, kerja keras dan taat kepada ajaran agama.
Islam menuntut umatnya agar senantiasa menuntut ilmu. Ilmu Pengetahuan memungkinkan seseorang memperoleh kedudukan tinggi. Kedudukan tinggi dapat pula dijadikan indikator sukses. “ Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu ‘berlapang-lapanglah dalam majelis’ maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan ‘ berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajad. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. ( Q S Al Mujaadilah 11).