Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Kamis, November 03, 2011

Menggunakan Senjata Tajam Sesama Muslim

Dari Abu Bakrah (Nufa'i) bin al Harits ats Tsaqafy berkata: Rasulullah saw bersabda, "Apabila dua orang Muslim berhadapan dengan pedang masing-masing maka pembunuh dan terbunuh keduanya sama-sama masuk neraka. Abu Bakrah bertanya, "Ya Rasulullah, yang membunuh jelas masuk neraka tetapi mengapa yang terbunuh juga demikian? Rasulullah saw menjawab, "Karena ia juga memiliki niat sungguh-sungguh akan membunuh lawannya."(HR. Bukhari - Muslim)
Belakangan ini, sering ada informasi tentang pekelahian atau bentrokan, baik antara dua orang atau lebih, maupun antar kelompok.  Media massa banyak memberitakannya. Dalam perkelahian itu, terlihat ada yang menggunakan senjata tajam. Akibatnya, ada yang terluka bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Sangat memprihatinkan.
Mencermati hadis diatas, selayaknya kita sangat berhati-hati menjalani hari-hari kehidupan. Perbedaan pendapat atau percekcokan hendaklah diselesaikan tanpa kekerasan. Jangan sampai terjadi, saling menghunus pedang (senjata tajam) sesama muslim. Sebab, jika perbuatan itu termasuk dalam kriteria yang disebutkan dalam hadis diatas, maka akibatnya akan sangat merugikan. Mati dan masuk neraka.
Dan katakanlah:” Kebenaran itu datangnya dari Tuhan-mu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah dia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”.  Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman  yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. ( QS Al Kahfi 18: 29)
Neraka merupakan tempat kembali yang sangat mengerikan. Segala upaya perlu kita lakukan agar Allah SWT menghindarkan kita dari azab neraka itu. Salah satu langkah bijaksana yang patut dilakukan adalah menahan hawa nafsu ketika marah.
" Orang yang kuat bukanlah orang yang kuat bergulat, tetapi orang yang sungguh kuat adalah orang yang dapat menahan hawa nafsunya ketika marah". ( HR Bukhari dan Muslim)
Pekanbaru, 7 Oktoner 2011

Tidak ada komentar: