Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

INDAHNYA ISLAM

45 MENANGIS DAN NERAKA

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi )
Sepasang suami isteri, akan merasa bahagia ketika mendengar suara tangisan pertama bayinya. Sebaliknya, akan terdengar banyak tangisan ketika sesosok tubuh terbujur kaku sudah tidak bernyawa.  Dua tangisan ini  biasa terjadi.
Berarti, kita semua kemungkinan besar pernah menangis dan mungkin juga satu saat nanti, akan ditangisi. Memang, tidak ada larangan menangis didalam ajaran Islam.
Pertanyaannya, sudah pernahkah kita menangis karena merasa takut kepada Allah SWT?  Menangis seperti itu sangat bernilai.  Semua juga tahu, bahwa neraka itu tempat terburuk. Amat sangat menyengsarakan. Tempat yang sangat-sangat perlu dihindari.
Untuk terhindar dari tempat terburuk itu, mumpung masih ada waktu,  menangislah puas-puas karena merasa takut kepada Allah SWT. Takut karena pernah meninggalkan perintah-Nya. Takut karena pernah mengerjakan larangan-Nya.
Pekanbaru, 23 Mei 2011

 

44. ORANG YANG DIMURKAI ALLAH

Dari Aisyah, dari Nabi saw bersabda : “Sesungguhnya orang-orang yang paling dimurkai Allah ialah orang-orang yang suka bertengkar. (HR Bukhari)
Alangkah nyamannya berada ditengah-tengah masyarakat yang selalu berusaha menjaga perilaku dan ucapan agar tidak terjadi pertengkaran. Apapun alasannya, pertengkaran akan merusak suasana kehidupan. Sayangnya, pertengkaran itu selalu saja dipertontonkan. 
 Di media televisi, hampir setiap hari dapat kita saksikan adanya pertentangan dua pihak. Sering terjadi, antara demonstran dengan aparat. Dorong-dorongan, teriak-teriakan, bahkan pukul-pukulan. Kadang kita saksikan juga ketika petugas dari pengadilan akan mengeksekusi sebuah bangunan atau lahan, pihak tereksekusi berusaha menghalang-halangi. Lebih ironis lagi, dunia pendidikan belum steril dari peristiwa pertentangan dengan menggunakan cara-cara kurang terdidik. Tawuran antar pelajar masih terjadi. Terkadang menggunakan senjata tajam, kayu, batu dan lain-lain. Apakah peristiwa tersebut masuk kategori bertengkar? Sangat memprihatinkan.
Banyak hal yang dapat menjadi pemicu terjadinya pertengkaran. Pertengkaran terjadi antara dua orang atau pihak yang merasa benar dan berusaha dengan segala cara mempertahankan ‘rasa’ benarnya itu. Misalnya, seseorang merasa  terganggu dengan suara berisik tetangganya. Apakah itu suara musik, suara motor, suara anak-anak dan lain-lain. Sudah diingatkan berkali-kali, tetap saja berisik. Akhirnya timbul emosi. Keluar kata-kata kasar. Si tetangga tersinggung pula. Ya… bertengkar jadinya...
Anak-anak sedang bermain, ada yang merasa dicurangi. Saling tidak mau mengalah. Bertengkar lagi...
Selama kita berada ditengah-tengah masyarakat, tidak mustahil kita akan menemukan perilaku orang lain yang tidak kita harapkan. Entah itu berupa sikap atau kata-kata tidak sesuai dengan tata nilai kesopanan. Hal ini dapat menjadi pemicu kemarahan. Kemarahan boleh jadi merupakan awal dari pertengkatan.
Mencermati sabda Nabi Muhammad saw diatas, tidak ada alasan bagi kita untuk bertengkar. Sebagai seorang muslim yang bijak, kita tentu tidak ingin menjadi manusia yang dimurkai oleh Allah SWT.  Karena itu, berusahalah sekuat tenaga untuk menghindari pertengkaran antara sesama muslim. Jika, kebenaran yang kita sampaikan tidak dapat diterima dengan baik oleh orang lain, bersabarlah. Bersabar tidak berarti membiarkan/menyetujui kemunkaran. Kemunkaran harus dirobah.
Rasulullah saw mengingatkan:” Siapa diantara kamu melihat kemunkaran, maka rubahlah dengan tanganmu, bila tidak sanggup, maka rubahlah dengan lisanmu, apabila tidak dapat maka rubahlah dengan hatimu, dan ini  selemah-lemahnya iman”.( HR. Muslim)
Pekanbaru,  16 Mei 2011

 

 

Senin, Mei 09, 2011


43. PEDAGANG BUAH DAN SHALAT BERJAMAAH

Selesai shalat Jum’at di sebuah Mesjid, saya melihat seorang pedagang buah sedang memunguti dagangannya yang berserakan dipelataran parkir. Kemungkinan, kotak dagangannya itu terjatuh ketika ditinggal shalat. Diwajahnya tidak terlhat kekesalan. Bahkan, sambil tersenyum dia punguti satu persatu potongan buah yang berserakan itu dan memasukkannya kesebuah kantong plastik.
 Melihat  kejadian ini, ada beberapa orang memberikan uang kepada pedagang tersebut. Dari pemberian itu, kemungkinan besar jumlah yang diperolehnya melebihi harga dagangan karena cukup banyak orang yang mengulurkan tangan memberi pertolongan.
Dari kejadian itu, saya mendapat pengajaran, bahwa sesungguhnya Allah memberikan rezeki  dengan banyak cara. Boleh jadi, sebuah kejadian yang kita anggap merugikan atau merupakan kesulitan, namun hal itu merupakan jalan untuk mendapatkan rezeki yang tidak diduga-duga. Bagi para pedagang, kejadian seperti ini patut dijadikan pengajaran juga. Tidak perlu takut kehilangan rezeki karena meninggal dagangan untuk melaksanakan kewajiban terhadap Allah SWT.
Karena seungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan’. ( Q S Alam Nasyrah 5-6)

 

Rabu, Mei 04, 2011


42. TERIMA KASIH DAMRI


Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. ( QS. Ali Imran 145)
Hari itu, saya sengaja memilih Kereta Api untuk perjalanan dari Bandung Ke Jakarta. Disamping sudah lama tidak menikmati perjalanan dengan Kereta Api, saya juga mempunyai waktu yang cukup longgar. Menurut jadwal di tiket, pesawat yang saya tumpangi akan berangkat pada pukul 14.00 WIB.
Setelah menikmati perjalanan KA dari Stasiun Bandung sekitar 3 jam, saya tiba di Stasiun Gambir Jakarta. Seperti biasanya, saya selalu menggunakan Bus Damri untuk ke Bandara Sukarno-Hatta. Disamping merasa lebih aman, biayanya juga lebih murah.
Ketika akan memasuki terminal bandara, barulah saya menyadari bahwa jaket saya tertinggal di bus. Karena barang bawaan cukup banyak, saya dan isteri berbagi tugas. Saya menjaga barang-barang dan Isteri saya menghubungi petugas Damri.  Petugas Damri meminta kami untuk menunggu. Dia akan menghubungi bus yang tadi kami tumpangi. Setelah menunggu sekitar 1 jam, jaket tersebut kembali kami dapatkan. Alhamdulillah…
Berada dalam lingkungan yang memiliki semangat kejujuran, terasa sangat nyaman. Lupa itu memang sudah menjadi salah satu sifat manusia. Lupa dan lalai dapat menimbulkan kerugian. Namun, dengan adanya kejujuran, kita dapat terhindar dari kerugian akibat lupa.  Terima kasih Damri.
“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang yang diharamkan dari neraka atau neraka diharamkan atasnya?  Yaitu atas setiap orang yang dekat (dengan manusia), lemah lembut, lagi memudahkan.” (HR. Tirmidzi)
Pekanbaru, 30 April 2011

 

Rabu, Januari 19, 2011


41. MENYIKAPI MARAH


 Saya tertarik dengan sebuah tulisan berjudul Menyikapi Marah. Tulisan itu dimuat dalam buku “ KH. Abdullah Gymnastiar Menjemput Rezeki dengan Berkah”, Buku ini merupakan kumpulan tulisan tausyiah di Republika. Ditulis pada 14-03-2003. Sudah lama memang. Tetapi menurut saya, tulisan ini masih tetap perlu kita pahami. Sebab, sampai hari ini dunia belum steril dari marah. Mungkin juga diri kita belum dapat menyikapi marah sesuai dengan tutunan ajaran Islam.
 Dan bersegeralah menuju ampunan Allah yang memiliki surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang dijanjikan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu)  orang-orang yang  menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun diwaktu sempit, dan orang-orang yang suka menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menykai orang-orang yang berbuat kebajikan ‘. ( QS. Ali Imran 134).
Dari Abu Hurairah, bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw, “ Berilah nasehat kepadaku”. Rasulullah bersabda : “ Jangan kamu marah. Lalu Rasulullah saw mengulanginya. Jangan kamu marah”. Demikian pula dalam hadis lain disebutkan Tidaklah seseorang dikatakan pemberani karena cepat meluapkan amarahnya. Seorang pemberani adalah orang yang dapat menguasai diri dan nafsunya ketika marah”.
Sekuat apapun ibadah seseorang, jikalau dia pemarah, maka tetap akan rusak imannya. Kerugian pemarah diantaranya adalah dalam pergaulan ia tak disukai, karena pemarah itu wajahnya tampak tak menyenangkan. Kata-katanya pun kotor dan keji. Bahkan sampai-sampai iapun seringkali tak sadar apa yang dikatakannya.
Kalau seorang pemarah menjadi pemimpin, maka ia tidak akan sukses sebab ia akan diikuti bukan karena kemuliaannya, tapi karena ditakuti. Keputusannya cenderung tak adil karena seringkali emosional. Bila berbeda pendapat, selalu ingin memuntahkan ketidak-sukaannya. Singkatnya, pemimpin yang pemarah sebenarnya sedang menunggu waktu untuk jatuh.
Seorang ibu yang pemarah, akan menularkan budaya  buruk terhadap anak-anaknya. Keturunannya akan memiliki dua kemungkinan. Pertama, menjadi pendiam dan beku karena stress. Kedua,menjadi kasar dan suka berontak.
Kalau banyak guru yang pemarah, maka tak usah heran bila murid-muridnya sering tawuran. Bisa jadi salah satu penyebabnya adalah para gurunya kurang mampu memberikan teladan dengan menyejukkan hati para murid.
Pendek kata, para pemarah itu akan membawa bala dan ini tidak dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Lalu bagaimana Rasulullah yang mulia menyikapi marah ? Bila masalah pribadi yang dihina, maka beliau selalu memaafkan. Tetapi bila masalah agama  dihina , maka beliau akan marah dan selalu siap membela. Beliau sempat marah ketika perang Hunain berakhir karena kaum Anshar merasa kecewa dan menganggap Rasul  tidak adil. Penyebabnya adalah pembagian ghanimah yang sebagian besar diberikan kepada kaum Muhajirin, orang yang baru masuk Islam di Mekkah, dan bukan kepada kaum Anshar.
Rasulullah kala itu memerah mukanya sampai-sampai berkata, “ Jikalau Allah dan Rasul-Nya dianggap tak adil, maka siapa lagi yang adil. Padahal mereka pulang dengan hanya membawa harta, sedangkan kalian pulang dengan membawa Rasulullah.” Singkat tetapi mempunyai makna mendalam dan tak menyakiti siapapun, bahkan membangkitkan kesadaran . Rasul marah dengan alasan dan cara yang benar; juga pada saat yang tepat, hingga hasilnya bermanfaat.
Allah memang menciptakan manusia dengan ‘ soft ware’ gembira dan cinta, juga perasaan sedih dan marah. Dengan marah, kita bisa membela keluarga , agama atau orang-orang yang lemah. Misalnya dalam perang melawan yang batil-emosi termasuk salah satu bagian penting. Jika tidak, justeru berbahaya karena tak bisa membela atau membangkitkan semangat.
Pemarah itu ada empat jenis. Pertama, orang yang cepat marahnya, tapi lambat redanya. Kedua, orang yang lambat marahnya dan lambat pula redanya. Ketiga, orang yang cepat marahnya, cepat pula redanya. Keempat, orang yang lambat marahnya, tetapi cepat redanya. Tentunya kita berupaya untuk memilih yang terakhir.
Maka dari itu, tahanlah sekuat-kuatnya jikalau kita akan marah. Perbanyak istighfar, ta’awudz, atau segera berwudhu. Jangan biarkan kita berada ditempat yang memancing kemarahan. Kalau sudah terlanjur marah, sebaiknya bertobat. Kalaupun harus marah, niatnya adalah bagaimana agar orang yang bersalah bisa berubah menjadi baik tanpa terlukai, tanpa kita berbuat zalim.
Kemudian janganlah sekali-kali  menyikapi orang yang sedang marah dengan kemarahan lagi. Maklumi dan pahamilah terlebih dhulu. Memahami bukan berarti melazimkan atau melayakkan sifat pemarah, tetapi untuk meminimalisasi peluang untuk saling merusak.
Ciumbuleuit Bandung, 19 Januari 2011

 

Rabu, Januari 19, 2011


40. BERSIKAP LEMAH LEMBUT


Ajaran Islam itu penuh dengan kelembutan. Coba kita simak hadis-hadis berikut ini :
Rasulullah saw mengatakan hal ini kepada Aisyah-istri beliau:“Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Lembut yang mencintai kelembutan dalam seluruh perkara.” (HR.  Bukhari dan Muslim)
 “Sesungguhnya Allah Maha Penyantun, Ia menyukai sifat penyantun (lemah lembut) dalam segala urusan, dan memberikan dalam lemah lembut apa yang tidak diberikan dalam kekerasan dan apa yang tidak diberikan dalam selainnya,” (HR Bukhari dan Muslim)
“Orang yang dijauhkan dari sifat lemah lembut, maka ia dijauhkan dari kebaikan.” (HR.Muslim)
Begitu banyaknya pesan Rasulullah saw tentang kelembutan sikap. Pesan yang sangat mudah dicerna dan juga tidak sulit untuk dilaksanakan. Sebagai negeri yang dihuni sebagian besar pemeluk Islam, selayaknya kelembutan itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang orang yang diharamkan dari neraka atau neraka diharamkan atasnya? Yaitu atas setiap orang yang dekat (dengan manusia), lemah lembut, lagi memudahkan.” (HR. Tirmidzi)
“Sesungguhnya sifat lemah lembut tidaklah berada pada sesuatu kecuali akan membuat indah sesuatu tersebut dan tidaklah sifat lemah lembut dicabut dari sesuatu kecuali akan membuat sesuatu tersebut menjadi buruk.” (HR. Muslim)
Lemah lembut tidak berarti pembiaran. Ketegasan sikap tetap harus dipelihara. Mengajak kepada kebenaran terus berlanjud. Begitu juga mencegah kemungkaran, tidak boleh berhenti.  Bersikap tegas, tidaklah harus kasar.
Orang tua yang selalu bersikap lemah lembut, akan menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Oleh sebab itu, sikap lemah lembut ini sangat layak dimiliki para orang tua. Dengan demikian, akan semakin banyak anak-anak yang menjadikan lemah lembut sebagai sikap/perilaku kesehariannya. Insyaalah…
 Ciumbuleuit Bandung. 18 Januari 2011

 

39. MENJADI ORANG YANG BERUNTUNG


undefined
“Sungguh, sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezeki yang Allah SWT berikan kepadanya.” (HR. Muslim)
Tidak dapat dimungkiri, bahwa masuk Islam itu merupakan keberuntungan. Bahkan, dapat dikatakan keberuntungan sangat besar. Sebab, agama yang diredhai Allah SWT, hanyalah Islam. Selain itu, Islam merupakan agama yang lengkap dan sempurna. Kesempurnaan ajaran Islam itu dapat dilihat didalam Al Qur’an dan sunnah. Kehidupan yang dilandasi pengamalan Al Qur’an dan sunnah memberikan kenyamanan didunia dan kebahagiaan di akhirat kelak. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang merugi. ( QS. Ali Imran 85)
Apabila belum merasakan indahnya kehidupan sebagai seorang pemeluk agama Islam, cobalah pelajari dengan seksama Al Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad saw. Bertambahnya ilmu agama, semakin memberi peluang untuk merasakan kehidupan sebagai seorang yang beruntung. Keberuntungan didunia dan diakhirat.
Dalam hadis diatas dikatakan, kemudian mendapatkan rezeki yang secukupnya dan Allah menganugerahkan sifat qana’ah. Bagi kita yang merasa mempunyai sifat qana’ah, bersyukurlah kepada Allah SWT. Sebab, Allah lah yang menganugerahkan sifat itu.
Cukup atau tidaknya rezeki, relative. Tergantung kepada cara mensikapinya.  Setiap orang mempunyai rezekinya masing-masing. Tidaklah bijaksana jika membandingkan rezeki kita dengan orang lain yang lebih banyak rezekinya. Dapat mengurangi, bahkan menghilangkan rasa syukur kepada Allah SWT. Memiliki sifat qana’ah juga merupakan sebuah keberuntungan.
Pekanbaru, 10 Januari 2011.

 

38. BERSIN DAN MENGUAP, SIKAPI SECARA ISLAMI


undefined
Dari Abu Hurairah r. a. bahawasanya  Rasulullah saw bersabda bermaksud: "Sesungguhnya Allah swt suka orang yang bersin, dan membenci orang yang menguap. Maka apabila seseorang kamu bersin, lalu dia mengucapkan 'Alhamdulillah', maka adalah hak atas setiap Muslim yang mendengarnya pula mengucapkan 'Yarhamukallah!'. Adapun menguap itu adalah dari syaitan. Maka apabila seseorang kamu menguap, hendaklah dia menahannya sekadar termampu. Sebab sesungguhnya apabila seseorang kamu menguap, syaitan akan mentertawakannya" . (HR.  Bukhari).
Dari Abu Said Al-Khudri r. a., katanya : Telah bersabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud: "Apabila seseorang kamu menguap, hendaklah dia meletakkan tangannya pada mulutnya, kerana sesungguhnya syaitan itu akan masuk (melalui mulut yang terbuka)" . (HR.  Muslim)
Nabi Muhammad saw bersabda maksudnya: "Sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang bersin, dan membenci orang-orang yang menguap. Maka apabila seseorang kamu menguap, jangan sampai berbunyi, kerana yang demikian itu daripada syaitan yang mentertawakanmu" . (HR. Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi)
Pernahkah anda menguap?. Menurut data, manusia menguap sebanyak 240.000 kali selama hidupnya. Jumlah ini tentu saja relative. Faktor umur ikut menentukan. Menguap itu adalah fenomena yang terjadi kepada seluruh manusia,oleh sebab itu Islam memberikan tuntunan dalam mensikapinya.
Sangat perlu disadari, bahwa Allah SWT membenci orang yang menguap. Oleh sebab itu, sikap terbaik ketika menguap adalah dengan menahannya sekedar kemampuan, meletakkan tangan dimulut. ( menutup mulut dengan tangan ) dan jangan sampai berbunyi (bersuara).
Pernahkah anda bersin? Kemungkinan besar, pernah. Namun, belum ada data berapa kali seseorang bersin selama hidupnya. Bila anda bersin, berbahagialah. Sebab, Allah SWT suka orang yang bersin. Iringi rasa bahagia  itu dengan mengucapkan “Alhamdulillah”. Bagi orang Muslim yang mendengarkannya, ucapkanlah “Yarhamukallah”.
Begitu indah dan sempurnanya ajaran Islam. Semakin dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, semakin membuat kehidupan semakin nyaman. Bersin dan menguap itu dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Mensikapi bersin dan menguap sesuai tuntunan Rasulullah saw, adalah perilaku orang-orang cerdas. Sebab, orang-orang cerdas akan terus berusaha memperbanyak bekal untuk hari esok.
Pekanbaru, 29 Desember 2010

 

37. SENYUM, ANTARA TUGAS DAN IBADAH


undefined
Dalam kehidupan  manusia, senyum mempunyai arti cukup penting. Senyum dimaknai sebagai kebaikan hati, ketulusan dan budi pekerti yang baik. Tanpa ungkapan kata-kata, senyum juga dapat bermakna kasih sayang.

Begitu pentingnya, sehingga pada  institusi tertentu, senyum termasuk salah satu item dari pelayanan ( SOP? ).  Bank, hotel, restoran, dan rumah sakit, adalah diantara institusi tersebut. Tujuannya tentu saja untuk membuat pelanggan merasa nyaman. Siapapun tidak akan merasa nyaman bila berhadapan dengan orang yang cemberut atau bermuka masam.

Dulu, seseorang yang senyum sendirian dianggap kurang waras. Namun, sekarang tidak lagi. Kita sudah  terbiasa melakukannya. Juga sangat familiar melihat orang senyum, tertawa atau berbicara sendirian.
Didalam ajaran Islam, senyum dapat menjadi ibadah. Senyum dapat berarti sedekah. Abdullah bin Al-Harist r.a menuturkan, yang artinya “Senyummu di hadapan saudaramu adalah shodaqoh.” (HR. Tirmidzi)

Begitu berartinya sebuah senyuman dalam kehidupan hingga Rasulullah saw bersabda : “Tersenyum ketika bertemu dengan saudara kalian adalah termasuk ibadah.” ( HR. At Tirmidzi )
”Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak: tasbih, tahmid, takbir, tahlil (dzikir), amar ma’ruf nahyi munkar, menyingkirkan penghalang (duri, batu) dari jalan, menolong orang, sampai senyum kepada saudara pun adalah sedekah.” (HR. Ad Dailamy )
Abdullah bin Al-Harist Radliyallahu’anhu menuturkan, yang artinya,”Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah saw“. (HR. At-Tirmidzi).
 Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah saw bersabda,“ Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“(.HR At Tirmidzi)

Bagi Saudara-saudaraku yang bertugas diinstitusi pelayanan, senyumlah dengan niat melaksanakan tuntunan dari Rasulullah saw.  Tugas terlaksana dengan baik, pahala pun dapat.

 

36. KERJAKAN KEBAIKAN DAN HINDARI KEJAHATAN

Menyadarkan diri sendiri dan orang lain akan keberadaan Allah SWT, memang sangat perlu dilakukan. Kesadaran, bahwa Allah SWT melihat apa yang kita kerjakan, memberi dampak positif sangat besar. Tidak perlu lagi pengawasan terus menerus. Tidak penting lagi CCTV. Sebab, seseorang yang meyakini dirinya selalu dilihat oleh Allah SWT, akan berusaha sekuat tenaga untuk melakukan perbuatan sesuai dengan  perintah Allah SWT. Ada rasa takut didalam dirinya untuk melanggar ketentuan-Nya. Pola pikir seperti itu membuat kehidupan terasa nyaman bagi diri dan juga orang-orang disekitarnya. Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya diapun akan melihat balasannya. ( QS.Az  Zalzalah 7-8)
Ayat ini memberikan keyakinan kepada kita untuk selalu berusaha berbuat baik, tanpa melihat besar kecilnya. Begitu juga sebaliknya, kita perlu berusaha keras menghindarkan diri dari melakukan kejahatan sekecil apapun. Semuanya dilakukan semata-mata karena Allah SWT. Alangkah indahnya sebuah kehidupan ketika kita dan orang-orang disekeliling sama-sama berusaha melakukan kebaikan. Sama-sama pula berusaha menghindarkan diri dari melakukan kejahatan.
Kondisi seperti ini tidak akan membuat hilangnya peluang pekerjaan petugas keamanan.  Tetap saja diperlukan. Fungsinya berbeda,  lebih banyak melayani dan memberi informasi. Bangunan seperti gedung perkantoran, pasar dan rumah besar tentu membutuhkan petugas untuk memudahkan pengunjung. Pagar yang terlanjur dibangun, akan menjadi asesoris. Pintu gerbangnya akan senantiasa terbuka.
Dilingkungan birokrasi, apabila keyakinan bahwa Allah SWT melihat apa yang kita kerjakan itu sudah tertanam dengan baik, akan terjadi perubahan signifikan. Tingkah polah birokrat yang merugikan negara atau masyarakat, akan sangat berkurang, bahkan bisa hilang. Negeri ini mempunyai peluang besar untuk terwujudnya kondisi seperti itu. Sebab, sebagian besar penduduknya beragama Islam. Setiap penganut Islam tentu meyakini adanya pengawasan dari Allah SWT. Meyakini akan adanya hari esok sebagai tempat perhitungan dan pembalasan terhadap kebaikan atau kejahatan walau sekecil apapun.
Pekanbaru, 23 Desember 2010.

35. ALLAH MELIHAT APA YANG KITA KERJAKAN

undefined
 Ketika menunggu istri yang sedang berbelanja di sebuah toko, saya membaca sebuah kalimat yang ditulis diselembar kertas dan ditempelkan didinding. Kalimat itu berbunyi “ Ingat Allah SWT melihat apa yang kita kerjakan”. Saya tertarik dengan kalimat ini, karena mengadung makna cukup dalam.

Sesungguhnya, Allah SWT  Maha Mengetahui. “ Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu  kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhan mu biarpun sebesar zarrah (atom) dibumi ataupun dilangit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan ( semua tercatat) dalam kitab yang nyata ( Lauh Mahfuzh)”. ( QS. Yunus 61)
Dalam kehidupan ini, dimanapun berada, Allah SWT senantiasa melihat dan mengetahui apa yang kita kerjakan. Dengan manyadari, bahwa Allah SWT melihat apa yang kita kerjakan, akan menumbuhkan semangat kerja tinggi dan baik. Bukan karena adanya pengawasan dari atasan. Tetapi semangat yang tumbuh didalam diri sendiri.  Kesadaran akan adanya Allah SWT yang melihat, tentu membuat kita menghindarkan diri dari melakukan kejahatan sekecil apapun. Bukan karena takut diketahui orang lain, tetapi takut kepada  Yang Maha Mengetahui.
Semua kebaikan dan kejahatan akan diperhitungkan. Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seorangpun barang sedikit jua. Dan jika amalan itu hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkan pahalanya . Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (QS. Al Anbiya 47).
Sebagai seorang muslim yang percaya akan adanya hari akhirat, tentu sangat berhati-hati dalam menjalani kehidupan ini. Peluang untuk melakukan kebaikan, tidak akan disia-siakan. Sebaliknya, kejahatan sekecil apapun akan berusaha dihindari.
Pola pikir seperti itu, mewujudkan perilaku yang membuat diri dan orang lain merasa nyaman. Ajaran Islam memang menghendaki kehidupan ini terasa nyaman untuk semua. Perilaku baik yang muncul dari dalam diri sendiri. Bukan karena dilihat orang lain, tetapi karena menyadari dilihat oleh Allah SWT.
Pekanbaru, 23 Desember 2010 


Salah satu perilaku terpuji adalah selalu memberi. Orang yang selalu memberi akan disenangi. Ajaran Islam, sangat menganjurkan umatnya agar mengamalkan perilaku ini. Saya belum menemukan  ayat Al Qur’an dan hadis Rasulullah saw yang menyuruh meminta kepada manusia. Meminta itu hanya kepada Allah SWT. Namun, banyak  ayat dan hadis yang menyuruh memberi kepada sesama manusia. Mereka bertanya kepadamu, tentang apa yang mereka nafkahkan Jawablah :”  Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada   ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya. ( QS. Al Baqarah 215)

Perilaku gemar memberi ini, patut ditanamkan sejak diri. Contoh dan pengajaran dari orang tua, akan sangat berkesan bagi anak-anak. Dengan contoh dan pengajaran sejak kecil, Insyaallah, perilaku gemar memberi akan mudah dilakukan seseorang selama hidupnya. Sebenarnya sedekah itu berfungsi bagi sipelakunya sebagai menghilangkan panas siksa kubur. Pula seorang mukmin hanya akan bisa memperlindungi dirinya dihari kiamat semata-mata dalam lindungan sedekahnya”. ( HR. Al Thabrani)

Bagi jemaah haji, banyak sekali pengajaran yang didapat bagaimana tingginya semangat memberi dikalangan orang-orang Arab. Makanan, minuman, buah-buahan mereka berikan dalam jumlah besar. Bahkan, diantarkan ke maktab (penginapan). Ketika menerima pemberian itu, seyogianya menjadi motivasi untuk berbuat yang sama atau bahkan lebih ketika tiba ditanah air. Tentunya sudah banyak jemaah haji berbuat seperti itu, banyak memberi. Tidak hanya sekedar menjadi bahan cerita.

Sebuah pengajaran saya dapatkan ketika shalat di salah satu Masjid di Aziziah Simaliyah Makkah. Sebelum shalat dimulai, saya melihat seorang tua membuka ikatan tasbih. Setelah terbuka, tasbih tersebut diberikan kepada  seorang anak kecil (cucunya?) dengan isyarat agar dibagikan kepada jamaah. Si cucu dengan wajah ceria berjalan sambil membagikan tasbih-tasbih itu. Habis satu ikat, kembali orang tua itu mebuka ikatan kedua dan kembali sicucu membagikannya. Sebuah pemandangan indah,  bernilai pengajaran. Semangat memberi diajarkan sejak kecil.

Pengajaran seperti ini sangat berguna bagi anak-anak. Tertanam dalam dirinya, bahwa dalam hidup ini perlu banyak memberi. Apabila dalam diri anak-anak sekarang sudah tertanam, bahwa memberi itu indah, maka akan bertambah banyaklah  para  dermawan dinegeri ini. Generasi yang ingin banyak berbuat. Bukan generasi penuntut. Insyaalah…
Pekanbaru, 22 Desember 2010.

33. MENGAMBIL TANAH SECARA PAKSA

Dari Said bin Zaid berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda : Barang siapa mengambil tanah dengan paksa walaupun sedikit, maka ia akan dipaksakan memikul tujuh lapis bumi ( pada hari kiamat)”. ( HR. Bukhari).

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan tempat tinggal dan tempat usaha juga meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan akan tanah itu, tidak jarang terjadi sengketa kepemilikan sebidang tanah. Menempuh jalan pengadilan memang cukup baik. Lebih baik lagi, pihak-pihak yang terkait berusaha menegakkan keadilan dan menghormati keputusan pengadilan. Setidaknya, legalitas kepemilikan sudah jelas secara duniawi.

Tidak jarang juga terjadi kekisruhan ketika akan dilakukan eksekusi. Salah satu pihak tidak mau menerima keputusan pengadilan. Terjadilah eksekusi secara paksa.

Ada juga pihak-pihak yang berusaha mempertahankan sebidang tanah, padahal tanah itu bukan miliknya. Hanya karena sudah menempati bertahun-tahun, enggan mengembalikan kepada yang berhak. Ini pemaksaan juga namanya.

Dalam hal kepemilikan tanah secara paksa ini, Rasulullah saw telah memberikan rambu-rambu seperti tersebut didalam hadis diatas. Orang cerdas tentu takut akan azab dari Allah SWT. . Menurut akal pikiran yang sehat, siapapun tidak akan sanggup memikul tujuh lapis bumi. Oleh sebab itu, sangat bijaksana apabila kita berusaha menghindarkan diri dari mengambil tanah dengan paksa, walaupun sedikit. Pola pikir seperti ini, juga akan mewujudkan ketenteraman dalam masyarakat. Sengketa kepemilikan tanah dapat dihindari. Insyaallah…
Pekanbaru, 11 Desember 2010


32. SELALU MEMAAFKAN KESALAHAN
“Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain) maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa”. ( QS. An Nisaa 149)

Dari Uqbah bin Amir, dia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, “Wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzhalimimu.” (HR Ahmad, al-Hakim)

Suatu ketika, dalam perjalan pulang ke tanah air, dipesawat terbang tanpa sengaja ujung kaki saya menyentuh kaki seorang penumpang lainnya. Waktu itu saya keluar dari toilet dan seorang asing (bule) berdiri disitu. Terjadilah insiden kecil itu. Sebagai tanda minta maaf, saya menganggukkan kepala kepadanya. Ternyata bagi dia, itu belum cukup .“ You can say sorry”, katanya. “Sorry”, jawab saya singkat.

Sewaktu berkinjung kesebuah mall, tanpa sengaja juga, kepala isteri saya berbenturan dengan kepala seorang balita yang sedang digendong ibunya. Dengan reflek isteri minta maaf bebrapa kali. Si Ibu hanya tersenyum.

Ketika menghadiri sebuah undangan, tangan seorang ibu yang duduk dibarisan belakang menyentuh kepala isteri saya. Tidak sengaja tentunya. Si Ibu tidak merasa bersalah, makanya tidak merasa perlu minta maaf.

Insiden kecil ini mungkin saja dialami oleh siapapun. Mengacu kepada ayat Al Qur’an dan hadis diatas, Islam mengajarkan agar kita selalu memaafkan. Bahkan, kepada orang yang menzalimi pun , sebaiknya memaafkan. Sebelum orang lain berkata :” You can say sorry”, lebih baik ucapkan : “ Never mind, I always forgive you”.
Pekanbaru, 9 Desember 2010

31. SEDEKAH BUAH-BUAHAN

Diantara sekian banyak kegiatan yang bermanfaat adalah berkebun. Banyak yang melakukannya, baik untuk usaha maupun sekedar hobbi. Dengan perawatan yang baik, pada saatnya, pohon yang ditanam akan berbuah. Buah ini mengundang manusia maupun hewan untuk memakannya. Tidak jarang, buah dari pohon yang kita tanam berkurang ataupun rusak oleh ulah orang lain atau hewan.

Menghadapi kondisi seperti ini, Rasulullah saw memberikan tuntunan. “Tidak sebatang pohonpun yang ditanam oleh seorang muslim, begitupun tidak satu tanaman yang tumbuh karena usahanya, hingga dimakan orang hasilnya, dan tidak seekor hewanpun, serta tidak sesuatu apapun kecuali akan menjadi sedekah baginya. ( HR. Bukhari).

Merawat tanaman agar memberikan hasil , memang perlu dilakukan sungguh-sungguh. Namun, ketika telah berhasil ( berbuah), ikhlaskanlah apabila sebagian dari buahnya diambil orang atau dimakan hewan. Semuanya itu bernilai sedekah.

Dari tuntunan hadis ini, terlihat bahwa Islam itu mengajarkan umatnya untuk tidak mementingkan diri sendiri. Hasil jerih payah kita, patut juga dinikmati oleh orang lain, termasuk hewan. Semakin nyata bahwa, pengamalan Islam secara baik dan benar membuat kehidupan menjadi nyaman. Tidak hanya untuk manusia, tetapi juga hewan.
Pekanbaru, 29 Nopember 2010


30. MEMENUHI UNDANGAN


Barang siapa memohon perlindungan pada Allah, maka hendaklah ia berdo’a hanya kepada-Nya serta menjaga-Nya benar-benar. Siapa saja meminta atas nama Allah, maka kau berilah dia. Siapa saja yang mengundangmu, hendaklah engkau kabulkan undangannya. Siapa saja yang berbuat baik kepadamu , maka hendaklah engkau balas kebaikannya. Jika engkau tak mendapati sesuatu untuk membalas budi kebaikannya, maka do’a kanlah ia sehingga benar-benar telah merasa memberikan balasan padanya. ( HR. Abu Dawud, An Nasa’I, Ibnu Hibban)


Begitu indahnya Islam mengajarkan kebaikan. Mengajarkan akhlak atau etika terpuji. Apabila menginginkan perlindungan dari Allah SWT, hendaklah berdo’a ( meminta) hanya kepada-Nya. Tidak dicampur-aduk dengan yang lain. Juga tidak pakai perantara seperti kuburan, batu, pohon dan sebagainya.

Sudah menjadi ketentuan Allah SWT, bahwa kondisi manusia tidak selalu sama. Selalu ada perbedaan kemampuan fisik, financial, keahlian dan lain-lain. Bagi yang memiliki kelebihan ataupun merasa memiliki kelebihan, sudah selayaknya bersyukur. Perwujudan syukur itu antara lain dengan memberi kepada yang meminta. Sesuai kemampun dan kondisi tentunya.

Suatu tradisi yang bagus dimasyarakat kita, ialah saling mengundang. Bagi yang menerima undangan, wajib memenuhi undangan itu. Undangan dapat menjadi penyambung silaturrahmi. Jadi, memenuhi undangan berarti menyambung tali silaturrahmi. “ Sungguh rahmat Allah itu tidak akan turun pada sekelompok orang yang diantara mereka terjadi pemutusan hubungan kekerabatan. ( HR. Bukhari).

Banyak sekali kebaikan orang lain yang pernah kita terima. Rasulullah mengajarkan agar kita berusaha membalas kebaikan itu. Kalaupun tidak memiliki sesuatu yang dapat diberikan, hendaklah mendo’a kan si pemberi.
Pekanbaru, 28 Nopember 2010.

 

29. PEDAGANG YANG JUJUR

“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan , melainkan Kami menjadi saksi atasmu diwaktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) dibumi ataupun dilangit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)…( Q S.Yunus 61)

Menu makan siang hari itu antara lain berupa ikan goreng. Diantara ikan goreng itu, ada satu yang ukurannya jauh lebih besar. Sebelum sempat bertanya, isteri saya menjelaskan, bahwa ikan itu kemaren tertinggal diwarung dan disimpan oleh si penjual. Jadi, hari ini ketika isteri saya berbelanja lagi, si penjual memberikannya. Alhamdulilllah…


Saya terkesan, bukan soal harga ikannya, tetapi kejujuran si penjual. Hal ini layak diapresiasi. Sebab, ajaran Islam sangat memperhatikannya. Bahkan, salah satu ibadah wajib yaitu puasa di bulan Ramadhan salah satu nilai didalamnya adalah kejujuran. Hanya Allah dan dirinya yang tahu.


Dalam menjalankan aktivitas keseharian, kita memang sangat perlu meyakini, bahwa Allah SWT Maha Mengetahui. Sekecil apapun perbuatan, pasti Allah mengetahuinya. Kesadaran seperti itu, akan berdampak pada penghindaran diri dari perilaku tidak baik. Perilaku tidak baik, akan merugikan diri sendiri dan orang lain.


Pola pikir bahwa Allah SWT senantiasa menyaksikan perbuatan, akan melahir tingkah laku terpuji, akhlak yang baik. Hal inilah yang dikehendaki oleh ajaran Islam. Juga menjadi harapan seluruh umat manusia. Manusia membutuhkan kehidupan yang nyaman. Kenyamanan itu hanya dapat dirasakan ditengah-tengah masyarakat berbudi pekerti baik.

Pekanbaru, 22 Nopember 2010




28. KASIH SAYANG ALLAH
Dari Abu Khurairah berkata, Rasulullah saw bersabda : “ Allah Azza wa Jalla berfirman : “ Aku dalam sangkaan hamba Ku kepada Ku, dan aku kepadanya jjika ia mengingatKu, maka jika ia mengingatku pada dirinya, Aku akan mengingatnya pula  pada diri Ku, dan jika ia mengingat Ku  dalam satu kelompk, , maka Aku akan mengingatnya  dalam satu kelompok yang lebih baik dari mereka, dan jika ia mendekat  pada-Ku  sejengkal, maka Aku-pun mendekat padanya sehasta , dan jika ia mendekat kepada Ku sehasta maka Aku mendekat padanya sedepa, dan jika ia datang pada Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya  dengan cepat-cepat. ( HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan perumpamaan tentang cara manusia mendekat kepada Allah yang bermacam-macamn dengan ganjaran yang akan diterima oleh mereka dengan berbeda-beda pula.
Jelas terlihat, betapa besarnya kasih-sayang Allah kepada kita.  Allah SWT sangat-sangat perduli. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya tertanam didalam diri, bahwa Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Merasakan adanya kasih sayang Allah SWT, menimbulkan rasa syukur dan terima kasih. Terlalu banyak nikmat yang diberikan Allah SWT.  Selalu bersyukur dan berterima kasih kepada Allah SWT, akan berdampak ditambah lagi nikmat-Nya. Dan hidup akan terasa semakin nyaman.
Orang cerdas akan senantiasa merasa membutuhkan Allah SWT. Hal itu diwujudkan dengan selalu mengingat Nya. Dengan mengingat Allah, tidak akan menggangu aktivitas. Justeru, aktivitas itu akan bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Insyaallah
Pekanbaru. 21 Nopember 2010

27. MUKMIN YANG KUAT

Dari Abu Khurairah RA, katanya Rasulullah saw bersabda : Orang mukmin yang kuat (jasmani dan rohani) lebih disukai Allah daripada orang mukmin yang lemah. Namun begitu, keduanya sama-sama mempunyai kelebihan. Jagalah agar kamu selalu dalam situasi yang bermanfaat bagi dirimu, dan mohonlah selalu pertolongan kepada Allah dan jangan bosan/malas. Jika engkau mendapat cobaan, jangan berkata ; seandainya ( tadi )aku berbuat begini dan begitu (tentu tidak akan begini jadinya). Tetapi ucapkanlah Allah Maha Kuasa dan berbuat sekehendakNya. Karena kata seandainya memberi peluang bagi setan. (HR Muslim)
Membaca hadis ini, mendorong kita berusaha untuk menjadi kuat jasmani dan rokhani agar mendapatkan cinta Allah SWT. Untuk memperkuat jasmani, dilakukan olah raga, makanan yang baik, asupan vitamin, dan lain-lain. Memperkuat rokhani, terutama dengan menambah ilmu pengetahuan. Pemahaman tentang akidah dan syariat, memang perlu terus dilakukan agar iman makin kuat. Kuatnya iman adalah indikator kekuatan rokhani.
Anugerah Allah SWT tidak selalu sama untuk setiap orang. Menurut hadis ini, yang kuat maupun yang lemah sama-sama memiliki kelebihan. Begitu indahnya ajaran Islam. Yang merasa lemah, teruslah berupaya memperkuat diri. Boleh saja jasmani tidak begitu kuat, tetapi iman patut terus diperkuat. Keyakinan akan kekuasaan Allah SWT, akan memberi kekuatan dan semangat. Sebaliknya, mukmin yang kuat, tidaklah pantas merasa lebih dari yang lain. Semua yang dimiliki datang nya dari Allah SWT.
Kalimat “ keduanya sama-sama mempunyai kelebihan” , akan mendorong terwujudnya hubungan silaturrahmi yang baik. Tidak ada yang merasa lebih dan tidak ada pula merasa kurang. Pola pikir seperti ini, akan mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang nyaman untuk semua. Insyaallah…
Pekanbaru, 19 Nopember 2010

26. MENDAPAT KEMUDAHAN DI AKHIRAT

Abu Khuraira ra berkata, Rasulullah SAW bersabda :’ Siapa yang menolong kesusahan seorang muslim dari kesusahan-kesusahan dunia, pasti Allah akan menolongnya dari kesusahan-kesusahan akhirat. Siapa yang meringankan beban orang yang susah, niscaya Allah akan ringankan bebannya didunia dan akhirat. Siapa yang menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan tutup aibnya didunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hambanya selama si hamba itu menolong orang lain’. ( HR. Bukhari).
Bagi setiap muslim, wajib mempercayai dan meyakini akan adanya kehidupan setelah kehidupan di dunia ini. Kehidupan itu ada di akhirat. Nanti, setelah meninggal dunia, setiap manusia menjalani kehidupan berikutnya di akhirat. Kematian itu pasti datang dan akhirat itu juga pasti kita jalani.
Perjalanan di akhirat jauh lebih lama dari didunia. Karena itu, dibutuhkan bekal sebanyak-banyaknya. Mumpung masih didunia, perbanyaklah upaya agar memperoleh kemudahan dalam menjalani kehidupan di akhirat nanti.
Rasulullah saw memberikan tuntunan agar mendapat pertolongan Allah SWT di akhirat nanti. Caranya, dengan memberi pertolongan kepada orang-orang muslim dan meringankan beban orang yang susah.
Penduduk negeri ini banyak yang sedang membutuhkan pertolongan. Banyak pula yang kesusahan memikul beban berat kehidupan. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi kita untuk mendapatkan pertolongan Allah SWT. Allah senantiasa menolong hambanya, selama si hamba itu menolong orang lain. Orang cerdas selalu memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya.

25. TAKBIR

Takbir itu berkumandang lagi. Memuji kebesaran Allah SWT. Dan memang, pujian hanya hak Allah. Karena kita tidak bisa apa-apa dan tidak punya apa-apa.
Takbir itu berkumandang lagi. Aku teringat ketika cucuku masih kecil. Setiap shalat Id selalu dibawa. Dan setiap takbir wajahnya sumringah, karena dia menunggu ujung takbir…Nama panggilannya ilham…


Takbir itu berkumandang lagi. Tanpa terasa waktu terus berlalu. Kini dia sudah di SMP. Kumandang takbir tentu sudah punya arti lain baginya. Bukan sekedar ujungnya mirip namanya. . Tetapi takbir adalah memuji kebesaran Allah SWT.


Setiapkali takbir berkumandang, berarti bertambah usia. Berarti juga semakin sedikit jatah didunia. Aku tidak tahu, kapankah takbir teakhir itu. Datangnya pasti. Dan tak perlu ditunggu. Bekal belum juga seberapa.


Berbeda dengan tahun lalu. Kediaman ini kini hanya dihuni dua orang. Sepi ? Tidak juga. Hati dan pikiran ini ramai dengan kalimat “ Alhamdulillah “. Bersyukur dan berterima kasih kepada Alah SWT atas segala nikmat dan rahmat yang telah diberikan. Bersyukur, karena masih dapat menikmati indahnya suara takbir dari beberapa mesjid disekitar kediaman. Syukur, anak-anak sudah mempunyai aktivitas sendiri dan mandiri. Bersyukur, rezeki masih mencukupi. Bersyukur, masih ada iman didalam diri ini.Bersyukur masih berpeluang menambah nambah ilmu pengetahuan. Beryukur, anugerah Allah melebihi dari yang pernah diminta dulu. Banyak lagi anugerah yang lain. Tak terhitung banyaknya.


Dengan begitu banyaknya anugerah yang pantas disyukuri, maka tidak berani merasa kesepian. Apalagi bersedih hati. Takut dengan pertanyaan Allah :” Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ? ( Ar Rahman 13) Pertanyaan itu diulang Allah SWT 31 kali. Biarkan hati dan pikiran selalu ramai dengan syukur dan terima kasih kepada Nya. Takbir terus berkumandang.

24 BERSIKAP BAIK KEPADA PELAYAN (2)

Pada suatu ketika Qais bin Ashim sedang duduk dirumahnya, kemudian datanglah pelayan, seorang hamba sahaya perempuan dan membaya sebuah bejana dari besi yang disitu ada daging panggangnya. Tiba-tiba bejana itu tanpa disengaja jatuh dan mengenai puterinya yang masih kecil dan seketika itu pula ia meninggal dunia. Pelayan itu ketakutan sangat, tetapi Qais berkata :” Jangan engkau takut, engkau kini saya nyatakan sebagai seorang merdeka dan saya merdekakan untuk mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala”. ( Ihya Ulumuddin Imam Alghazali-Bimbingan untuk mencapai tingkat mu’min)

Sebuah ujian diberikan Allah SWT kepada Qais bin Ashim. Ujiannya lumayan berat. Ternyata dia lulus. Dia berhasil menahan amarahnya. Dapat saja Qais memarahi, bahkan memberi hukuman kepada pelayannya itu. Apalagi si pelayan hanya seorang hamba sahaya. Namun, Qais memilih justeru membebaskannya untuk mencari ridha Allah.

Islam menuntut pemeluknya agar dapat menahan hawa nafsu ketika marah. Rasulullah SAW menyatakan : “ Orang yang kuat itu bukanlah orang yang kuat bergulat. Tetapi orang yang sungguh kuat adalah orang yang dapat menahan hawa nafsunya ketika marah “. (HR Bukhari dan Muslim).

Tidak sengaja melakukan kesalahan, dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Dengan semakin dipahami dan dilaksanakannya nilai-nilai Islam secara baik dan benar, mudah-mudahan semakin banyak muncul Qais-Qais yang lain di negeri ini. Sehingga semakin terasa indahnya kehidupan . Insyaallah…
Pekanbaru, 16 Nopember 2010

23. BERSIKAP BAIK KEPADA PELAYAN

Saidina Ali pada suatu ketika memanggil bujangnya (pelayan?) , seorang hamba sahaya laki-laki. Sekali. Sampai tiga kali, ia tidak memperoleh jawaban. Beliau lalu berdiri dan melihat bujangnya itusedang duduk enak-enakan, kemudian Ali bertanya, apakah engkau tidak mendengar panggilan ku? Ia menjawab, mendengar juga. Beliau bertanya pula, kalau begitu mengapa engkau tidak menyahut atau datang ketempatku? Ia menjawab, saya merasa aman dan tidak akan tuan marahi, maka dari itu saya bermalas-malasan saja. Tiba-tiba Ali berkata, engkau kini bebas, engkau ku merdekakan untuk mengharapkan keridhaan Allah Ta’ala. ( Kutipan dari Ihya Ulumuddin Imam Alghazali- Bimbingan untuk mencapai tingkat mu’min.)

Kisah ini merupakan contoh yang tepat untuk tidak marah. Saidina Ali tidak memarahi pelayannya, bukan karena takut, tetapi benr-benar karena dapat menahan hawa nafsu amarah. Ali yang terkenal gagah berani, ternyata seorang yang baik, bahkan sangat baik kepada pelayannya. Semua itu dilakukan karena mengharapkan ridha Allah SWT.

Ajaran Islam memang menghendaki penganutnya untuk selalu dapat menahan amarah. Dari Abu Hurairah ra berkata, seseorang datang dan berkata :’ Ya Rasulullah, berwasiatlah kepadaku”.Nabi bersabda, jangan marah, maka orang itu mengulangi permintaan nasehat beberapa kali dan Nabi SAW bersabda , jangan marah (HR Bukhari)

Setiap hari, kita selalu berhubungan dengan sesama manusia. Tidak semua sikap/perilaku orang lain ( juga kita) menyenangkan. Tidak dapat menahan amarah, akan menimbulkan berbagai masalah. Sebaliknya, dengan menahan amarah, kehidupan akan terasa lebih nyaman. Menahan amarah karena mengharap ridha Allah SWT.

 

22. ALLAH MAHA KUASA DAN BERBUAT SEKEHENDAKNYA

Dari Abu Khurairah RA, katanya Rasulullah saw bersabda : Orang mukmin yang kuat (jasmani dan rohani) lebih disukI Allah daripada orang mukmin yang lemah. Namun begitu, keduanya sama-sama mempunyai kelebihan. Jagalah agar kamu selalu dalam situasi yang bermanfaat bagi dirimu, dan mohonlah selalu pertolongan kepada Allah dan jangan bosan/malas. Jika engkau mendapat cobaan, jangan berkata ; seandainya ( tadi )aku berbuat begini dan begitu (tentu tidak akan begini jadinya). Tetapi ucapkanlah Allah Maha Kuasa dan berbuat sekehendakNya. Karena kata seandainya memberi peluang bagi setan. (HR Muslim)

Dalam beraktivitas, tidak jarang kita menemukan situasi yang tidak diinginkan. Terkadang, kita berfikir kejadian itu dapat dihindarkan dengan melakukan sesuatu sebelum terjadi. Atau kita berfikir, dapat menghindarkan kejadian tak diinginkan itu apabila tidak melakukan sesuatu. Pemikiran seperti itulah yang memungkinkan keluarnya ucapan ‘seandainya’.

Kondisi yang tidak diinginkan, akan selalu kita hadapi. Ketika mengendarai motor, tiba-tiba hujan turun. Ketika makan, tulang ikan nyangkut ditenggorokan. HP hilang. Masih banyak contoh lainnya. Kondisi itu, selalu memberi peluang untuk mengatakan ‘seandainya’. Ucapan ‘seandainya’ itu dapat menimbulkan pemikiran untuk menyalahkan diri sendiri atau menyalahkan orang lain. Hal ini tidak menyelesaikan masalah. Boleh jadi hanya menambah masalah.

Rasulullah saw telah memberikan tuntunan. ‘Jika engkau mendapat cobaan, jangan berkata seandainya, tetapi ucapkanlah Allah Maha Kuasa dan berbuat sekehendak-Nya. Ucapan seperti ini membuat kita merasa lebih nyaman dan masalahnya selesai. Insyaallah....
Pekanbaru, 14 Nopember 2010


21. SAYANGI HEWAN

Dari Abu Khurairah, Rasulullah saw bersabda :’ Telah diampuni seorang pelacur sesudah melalui anjing yang berada ditepi sumur yang hampir mati kehausan. Perempuan ini membuka sepatunya lalu mengikatnya dengan kerudungnya untuk menimba mengambil air buat anjing itu. Maka diampunilah dosanya oleh Allah dengan perbuatan itu. ( HR. Bukhari)
Seorang wanita disiksa karena kucingnya yang ditahannya sampai mati kelaparan, maka wanita itu masuk neraka ( HR. Bukhari).

Dalam kehidupan didunia ini, disamping manusia, Allah SWT juga menciptakan hewan. Kehadiran hewan-hewan itu tidaklah sia-sia. Banyak manfaat diperoleh manusia dari hewan. Manfaat itu antara lain dapat menjadi makanan, peralatan, maupun tunggangan (kendaraan ).

Dari hadis diatas, sekurang-kurangnya ada dua perlakuan berbeda terhadap hewan beserta balasannya. Memberi minum anjing yang hampir mati kehausan, membuat seorang pelacur mendapat ampunan dari Allah SWT. Tidak memberi makan sehingga kucing mati kelaparan, menyebabkan seorang wanita masuk neraka.

Apabila tidak ingin masuk neraka, jangan siksa hewan. Sayangilah sesuai kondisinya. Dengan pengamalan Islam secara baik dan benar, tidak hanya manusia yang merasakan nyamannya dunia ini. Hewan juga ikut menikmati. Insyaallah…
Pekanbaru, 13 Nopember 2010.

20. BERSYUKUR KETIKA DITIMPA MUSIBAH ?

“Tidaklah ada suatu musibah yang menimpa seorang muslim, hingga duri yang menusuknya, kecuali itu akan menjadi penghapus dosanya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Pernahkah anda tertusuk duri ? Atau musibah yang lebih dari itu ? Bila pernah, disamping mengucapkan “inna lillahi wa inna ilaihi roji’un “, ada baiknya bersyukur. Sebab, setiap manusia membutuhkan ampunan dari Allah SWT. Sesungguhnya, kita memang punya dosa. Entah berapa banyak dosa kita miliki. Hanya Allah SWT yang mengetahui. Setiap dosa itu akan dipertanggung-jawabkan nanti di hadapan Allah SWT.

Hidup didunia, memberi peluang besar bagi manusia untuk mendapatkan ampunan dari Allah. SWT. Salah satu cara Allah memberikan ampunan itu ialah dengan menimpakan musibah. Tentu saja bila kita mensikapinya dengan cerdas.

Kecerdasan mensikapi musibah, akan membawa kebaikan. Bukankah dengan musibah itu dosa kita dihapuskan? Begitulah indahnya kehidupan berdasarkan nilai-nilai Islami. Boleh jadi tidak indah dalam pandangan mata. Namun indah didalam hati dan pikiran, Insyaallah…

20. Senin, November 08, 2010


AGAMA ISLAM INI RINGAN

Dari Abu Hurairah RA, katanya Rasulullah SAW bersabda :” Sesungguhnya kelakuan agama ini sangat ringan , dan tiada seorangpun yang mempersulit dalam urusan agama , melainkan dapat dipastikan bahwa ia akan kalah. Sebab itu, sedang-sedanglah kamu dan berdekat-dekatlah dan buka harapan serta pergunakan waktu pagi, sore dan sedikit waktu malam.” ( HR Mutafaq Alaih).

Dalam ketentuan pelaksanaan ibadah wajib seperti shalat, puasa, zakat dan haji, terdapat kemudahan-kemudahan yang meringankan. Keringanan itu tentunya sesuai dengan syari’at. Bukan keringanan menurut keinginan seseorang.

Sebagai contoh kecil, dulu saya selalu menolak bila diminta menjadi Imam shalat berjamaah. Alasannya, saya tidak/belum hapal bacaan-bacaan setelah shalat. Namun, setelah banyak membaca buku-buku agama serta bertanya kepada ustad, saya mengetahui, bahwa berdo’a setelah shalat berjamaah itu lebih baik masing-masing dan tidak harus menggunakan bahasa Arab. Sampai saat ini, saya juga belum menemukan hadis yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW memimpin zikir dan do’a bersama.
Ketika shalat di Masjidil Haram dan beberapa Mesjid di Mekah, saya tidak menemukan seorang Imam memimpin bacaan-bacaan setelah shalat. Begitu juga di Mesjid Nabawi dan sebuah Mesjid lainnya di Medinah.

Oleh sebab itu, dalam melakukan aktivitas beribadah dan keseharian sebaiknya dilandasi ilmu pengetahuan. Tidak sekedar ikut-ikutan. Semakin memahami ajaran Islam, semakin kita rasakan bahwa agama ini memang ringan. Pengamalan ajaran agama secara baik dan benar sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW, tidaklah memberatkan.
Pekanbaru, 8 Nopember 2010

 

19. MUDAHKAN LAH, JANGAN MEMPERSULIT

Mudahkanlah dan jangan mempersulit. Gembirakanlah dan jangan menggusarkan. (HR Muslim)

Untuk kesempurnaan kehidupan didunia ini, memang banyak yang perlu dilakukan. Tidak hanya yang berhubungan dengan kepemilikan, tetapi juga dengan aktivitas. Terutama aktivitas beribadah seperti shalat, puasa, zakat, haji dan lain-lain.

Ketika mengurus mutasi pensiun beberapa waktu lalu, saya merasa mendapat kemudahan. Saya perkirakan akan selesai dalam 3 hari. Ternyata, setengah hari sudah selesai. Alhamdulillah. Lega dan menggembirakan.

Manusiawi, apabila setiap orang senantiasa ingin mendapatkan kemudahan dan tak ingin dipersulit. Setiap orang menginginkan hal-hal yang menggembirakan dan tidak ingin yang menggusarkan.

Dalam sebuah lingkungan masyarakat yang warganya saling memudahkan dan tidak mempersulit, tentu terasa nyamannya kehidupan ini. Begitu juga apabila warga masyarakat berusaha saling menggembirakan dan tidak menggusarkan, kehidupan menjadi indah untuk semua. Insyaalah…
Pekanbaru, 6 Nopember 2010

 

18. PERTOLONGAN YANG BAIK DARI POLISI

Barangsiapa menolong dengan pertolongan yang baik, adalah baginya satu bagian dari kebaikan itu. Barang siapa menolong dengan pertolongan yang jahat, adalah baginya satu bagian dari kejahataan itu. Dan Allah pemelihara atas tiap-tiap sesuatu. ( QS An Nisaak 85)


Pagi itu, tiba-tiba mobil ini mogok di jalan. Saya coba beberapa kali menghidupkannya, tetap saja mogok. Posisinya dapat mengganggu arus lalu lintas. Oleh sebab itu, saya dan isteri keluar mobil dan mendorongnya ke pinggir jalan. Seorang anggota Polisi Lalu Lintas datang menghampiri.


Dengan sedikit bertanya dan wajah ramah Pak Polisi itu menyarankan agar didorong saja. Dia mempersilakan saya masuk kemobil dan dia mendorong dibantu isteri saya. Setelah beberapa meter didorong, tak juga hidup. Saya merasa tidak enak membebani orang. Apalagi Pak Polisi sedang bertugas disebuah persimpangan. Mobil saya berhentikan dan saya ucapkan terima kasih. Pak Polisi masih menawarkan diri untuk mendorong. Saya katakan, saya coba dulu lihat mesinnya. Mungkin ada yang salah. Pak Polisi yang baik hati ini kembali ketempat tugasnya.


Setelah di utak atik, tak juga mau hidup mesinnya. Pak Polisi itu kembali menghampiri dan menawarkan agar coba didorong lagi. Setelah didorong kedua kalinya, Alhamdulillah, mesinnya hidup. Masih tetap dengan wajahnya yang ramah, Pak Polisi itu menyarankan agar jangan langsung pergi. “Panaskan dulu pak’, katanya. Sambil mengangguk, saya ucapkan terima kasih. Isteri saya juga mengucapkan terima kasih. Polisi itu kembali ketempat tugasnya.


Ajaran Islam memang menyuruh memberikan pertolongan yang baik. Bapak telah mengamalkannya. Terima kasih Pak Polisi. Semoga Allah SWT memberikan kebaikan yang banyak kepada Bapak. Selamat bertugas. Sukses selalu.
Pekanbaru, 7 Nopember 2010

17. JANGAN SAKITI TETANGGA, MULIAKAN TAMU, BERKATA BAIK

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda : “ Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka janganlah menyakiti tetangganya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka muliakanlah tamunya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka berkatalah yang baik atau diamlah. ( HR Bukhari)


Beriman kepada Allah dan hari akhirat, membuat kita yakin akan adanya kehidupan setelah kehidupan didunia ini. Akan ada pertanggung-jawaban kepada yang Maha Berkuasa, Allah SWT.


Dalam keseharian, kita selalu berhubungan dengan tetangga dan tamu. Kita juga menjalin silaturrahmi dengan mengunakan kata-kata. Tiga komponen itu, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat.


Saling menyakiti, tidak menghormati dan kata-kata yang tidak baik acap kali merusak suasana kehidupan bermasyarakat. Ajaran Islam melarang hal itu. Ini mengandung arti, bahwa Islam memang mengajarkan kebaikan untuk semua. Kebaikan yang dilandasi keimanan kepada Allah dan hari akhirat. Kenyamanan untuk kehidupan didunia dan diakhirat. Insyaallah…
Pekanbaru, 5 Nopember 2010

16.MIMPI BAIK DAN MIMPI BURUK

Dari Abi Said Al Khudri, ia mendengar Nabi SAW bersabda :” Jika seorang diantaramu bermimpi yang menyenangkan, maka mimpi itu dari Allah dan pujilah Allah (membaca alhamdulillah) dan bolehlah diceritakan mimpinya. Dan jika bermimpi yang bukan seperti itu, yaitu mimpi yang jelek, maka mimpi itu dari setan dan berlindunglah kepada Allah (membaca ta’awwudz) dari kejahatannya dan janganlah menceritakannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak akan membahayakan padanya. (HR. Bukhari)

Mimpi itu manusiawi. Dapat dikatakan, setiap orang pernah bermimpi didalam tidurnya.  Bahkan, para Nabi menerima wahyu ada yang lewat mimpi. Ada juga mimpi yang menjadi tanda akil balig seorang anak laki-laki.

Rasulullah SAW memberikan tuntunan dalam mensikapi mimpi.  Mimpi bagus, pujilah Allah. Mimpi buruk, mohon perlindungan Allah dan jangan ceritakan kepada orang lain.  Jadi, tidak perlu gelisah dan khawatir bila bermimpi buruk. Ajaran Islam memang selalu memberikan ketenangan.

Pekanbaru, 4 Nopember 2010

15. SOMBONG =MENOLAK KEBENARAN DAN MEREMEHKAN ORANG LAIN



Dari Abdullah bin Mas’ud RA, katanya Rasulullah SAW bersabda :” Tidak dapat  masuk syurga orang yang dalam hatinya terdapat rasa sombong walaupun hanya sebesar debu”. Seseorang laki-laki bertanya :” Bagaimana kalau seseorang suka memakai baju dan sepatu baru ? Jawab Rasulullah :” Allah itu indah ( jamil ). Dia menyukai yang indah. Sedangkan sombong itu menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain”. ( HR Muslim)
Dalam pergaulan sehari-hari, orang yang dianggap sombong selalu dijauhi. Namun, tidak jarang juga kata-kata ‘sombong’ itu kurang tepat sasaran. Untuk itu, pengertian sombong yang diberikan oleh Rasulullah SAW patut dijadikan acuan.
Lebih penting lagi, definisi sombong yang diberikan Rasulullah SAW itu dijadikan pedoman untuk introspeksi diri. Bila ada polapikir dan sikap menolak kebenaran , walaupun sebesar debu, bersegeralah mohon ampun kepada Allah SWT serta membuangnya jauh-jauh. Kalau tidak, ya … tak dapat masuk syurga.  Kebenaran itu tentu saja  kebenaran menurut  Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.
Begitu juga bila ada didalam diri pola pikir dan sikap meremehkan orang lain, segeralah bertobat dan tidak mengulanginya lagi. Disamping menghalangi untuk masuk syurga, sikap meremehkan orang lain juga merusak hubungan sesama manusia. Merusak tatanan bermasyarakat.
Pekanbaru, 30 Oktober 2010
  
14. PEMUDA
Dari Muawiyah, katanya Rasulullah bersabda :” Siapa yang dikehendaki oleh Allah akan mendapat kebaikan, maka ia dipahamkan tentang agama ( HR. Mutafaq Alaih)


Ketika memarkir kendaraan didepan sebuah Mesjid, saya melihat ada kunci motor yang masih tergantung. Hal ini tentu dapat mengundang niat jahat. Dalam keadaan terkunci saja, kendaraan bisa hilang. Untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, hal itu saya informasikan kepada dua orang pemuda yang saya temui ditempat wuduk. Alhamdulillah, tanpa banyak komentar, si pemuda mengamankan motor tersebut dengan mengambil kunci dan memberikan kepada yang punya.


Perilaku pemuda itu tentu layak diapresiasi. Sebelum ikut shalat berjamaah di Mesjid, dia telah melakukan suatu perbuatan terpuji. Sikap yang Islami. Kita berharap, banyak lagi pemuda-pemuda lain yang berpikir dan berperilaku seperti itu.


Islam itu Indah. Nilai-nilai nya senantiasa membuat kehidupan ini terasa nyaman. Nyaman untuk diri sendiri dan untuk masyarakat. Untuk itu, tambah terus pemahaman tentang nilai-nilai Islami dan berusaha berperilaku sesuai dengan nilai-nilai itu.
Pekanbaru, 26 Oktober 2010

13. JANGAN MEMPERSULIT
Dari Abu Shirmah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda :” Siapa yang membahayakan (orang muslim), maka Allah akan membahayakannya pula. Dan siapa yang menyusahkan (orang muslim), maka Allah akan menyusahkannya pula. ( HR. Tirmidzi)


Begitu indahnya ajaran Islam. Bahaya dan kesulitan adalah dua hal yang tidak diharapkan oleh manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada yang berharap akan ditimpa bahaya ataupun mendapat kesulitan.


Sangat patut diyakini, bahwa apapun bentuk bahaya dan kesulitan yang terjadi, adalah atas kehendak Allah SWT. Bila tidak ingin ditimpa bahaya, berusahalah untuk tidak melakukan perbuatan yang membahayakan orang. Bila tidak ingin mendapat kesulitan, berusaha pula untuk tidak mempersulit orang.


Seorang muslim, tentu berusaha mengamalkan nilai-nilai agamanya dengan baik. Pengamalan ajaran Islam itu, akan memberikan kenyamanan, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang disekitar. Insyaalah...

12. MEMUJI ALLAH KETIKA SAKIT

Apabila seorang hamba itu sakit, maka Allah mengutus kedua malaikat kepadanya seraya berfirman :” Lihatlah, apakah yang diucapkan olehnya kepada penjenguknya”. Jika ketika didatangi penjenguknya ia memuji dan menyanjung Allah, maka kedua malaikat itu melaporkan kepada Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar- padahal Dia lebih mengetahui- Dia berfirman :” Bagi hambaKu atas tanggunganKu, jika Aku mematikannya maka Aku memasukkannya ke sorga. Jika Aku menyembuhkannya maka Aku mengganti baginya daging yang lebih baik dari dagingnya, darah yang lebih baik dari darahnya dan aku hapuskan kesalahan-kesalahannya”. ( H R Atha’ bin Yasar… Imam Malik dalam Al Muwaththa’).
Dari Aisyah ra, Rasulullah saw bersabda : “ Tidak ada musibah yang menimpa seorang Muslim melainkan Allah menghapus (dosanya) karenanya sampai duri yang mengenainya. ( HR Bukhari).
Rasa sakit atau musibah merupakan bagian kehidupan. Banyak yang pernah mengalaminya. Mungkin tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali. Islam memberikan

11. KESULITAN
Pernahkah anda mengalami kesulitan? Tentu saja pernah. Semua orang pernah mengalaminya. Kesulitan dialami segenap lapisan. Tentu saja dengan kadar dan bentuk yang berbeda.


Setiap orang punya cara /sikap menghadapi kesulitan. Hasil yang diperoleh juga akan berbeda pula. Menghindar dari kesulitan bukanlah langkah bijaksana. Mungkin akan muncul kesulitan lain.


Didalam Al Qur’an Surah Asy-Syarh ayat 5 dan 6 dikatakan :” Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. Begitu indahnya ajaran Islam. Allah tidak membiarkan hambaNya berlarut-larut dalam kesulitan. Semua kita tentu sangat menginginkan kemudahan. Kemudahan ada dibalik kesulitan. 


Karenanya jangan takut dengan kesulitan. Bijaksana, bila setiap menghadapi kesulitan, terbayang dalam pikiran kita, bahwa sebentar lagi kemudahan akan datang. Pemikiran seperti ini akan memacu semangat untuk mengatasi kesulitan.


Sebuah pengalaman berharga saya peroleh beberapa waktu lalu. Ketika itu, saya benar-benar dihimpit oleh berbagai masalah pekerjaan. Sulit dan rumit. Waktu dikantor habis untuk menyelesaikan masalah. Belum selesai satu masalah datang lagi masalah lain. Benar-benar berat. Waktu berakhirnya jam kerja selalu saya nantikan. Jam kerja berakhir , berarti saya berhenti sementara menghadapi masalah. Itu berlangsung cukup lama, sekitar 1 bulan. Ditengah-tengah melalui hari-hari penuh kesulitan itu, saya mendapat kabar, bahwa saya termasuk dalam daftar yang akan berangkat ke Luar Negeri ( Jepang). Disamping sibuk menyelesaikan masalah pekerjaan, saya bertambah kesibukan lagi menyiapkan berbagai bahan untuk ke Jepang itu. Tidak kurang pentingnya, saya harus pula meningkatkan kemampuan berbahasa Inggeris. Lengkap rasanya beban pikiran saya waktu itu. Dengan meyakini, bahwa dibalik kesulitan akan ada kemudahan, saya jalani semuanya. 


Ternyata kemudahan datang tidak terlalu lama. Saya berangkat ke Jepang. Selama disana, hari-hari diisi dengan mengunjungi berbagai kantor untuk melihat dan mendapatkan informasi tentang ITC. Baik di Tokyo maupun kota-kota lainnya. Kesempatan yang sangat menyenangkan. Benar – benar penuh dengan kemudahan. Alhamdulillah.
Senin, Maret 22, 2010


10. BERSYUKUR
Malam itu, setelah solat magrib, saya menghadiri undangan tetangga yang juga masih kerabat. Hajatan itu untuk memanjatkan rasa syukur karena kepala keluarga telah berangsur pulih. Beberapa lama ia sakit, terbaring ditempat tidur. Sekarang sudah bisa berjalan walaupun masih dibantu tongkat.


Menurut si sakit, kesembuhan itu diawali setelah melakukan doa bersama. Suatu malam dirumahnya diadakan doa bersama dipimpin seorang ustad, besoknya sudah mulai dapat berjalan. Untuk mrnsyukuri hal itu, kembali diadakan doa bersama.


Selesai membaca ayat-ayat Al Qur’an, berzikir dan berdoa bersama, seorang ustad memberikan ceramah. Inti ceramahnya tentang bersyukur. Diantara ayat al qur’an yang disampaikannya adalah “ Apabila kamu bersyukur maka akan kutambahkan nikmatKu kepadamu, tetapi jika kamu ingkar, azabKu amat pedih”. Bersyukur itu sama dengan berterima kasih Kepada Allah SWT. 


Ada tiga cara bersyukur, yaitu dengan lisan, dengan hati dan dengan perbuatan. Bersyukur dengan lisan, ialah selalu menjaga ucapan agar sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an dan sunnah Nabi. . Bersyukur dengan hati ialah dengan selalu mengingat Allah. Sedangkan bersyukur dengan perbuatan ialah dengan berusaha melakukan kebaikan sesuai dengan perintah dan larangan Allah. Manusia memang sangat perlu bersyukur karena sangat banyak nikmat yang diberikan Allah. Tidak terhitung jumlahnya.


Mendengarkan tausiah tersebut, saya jadi merenung. Alangkah indahnya kehidupan ini bila umat manusia mengisi hari-harinya dengan bersyukur. Tidak akan ada kata-kata yang tidak baik. Tidak ada hujatan, umpatan, hinaan dan sejenisnya. Tidak ada hasat, iri dan dengki. Tidak ada perilaku yang menyakitkan/menyusahkan orang lain. Sungguh sebuah kehidupan yang indah untuk semua. Islam itu memang indah. Kewajiban kita untuk mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari. Insyaallah.
Pekanbaru, 22 Maret 2010.

Rabu, Desember 16, 2009
9. BERBUAT BAIK UNTUK DIRI SENDIRI
Ketika membezuk cucu disebuah rumah sakit, saya membaca sebuah kalimat :“ Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri…(AL Israa’ 7). Kalimat itu terpajang dalam sebuah pigura dan terpasang didinding kamar.
Kalimat itu menarik perhatian saya. Ada sentuhan kedalam hati dan pikiran. Ternyata, kebaikan apapun yang kita lakukan, semuanya untuk diri kita sendiri. Sebuah motivasi untuk selalu berbuat baik. Semakin banyak melakukan kebaikan semakin banyak pula yang akan kita dapatkan. Dalam menjalani kehidupan ini, kita sangat membutuhkan hal-hal baik. Salah satu cara untuk mendapatkannya, perbanyaklah berbuat kebaikan.
Sebaliknya, jika melakukan kejahatan, maka kejahatan itu bagi diri sendiri. Dalam menjalani kehidupan ini, tidak ada yang ingin ditimpa kejahatan. Kita selalu berusaha menghindarkan diri dari berbagai bentuk kejahatan. Salah satu cara untuk terhindar dari kejahatan adalah dengan tidak melakukan kejahatan. Dengan meyakini, bahwa melakukan perbuatan jahat berarti “menjahati” diri sendiri, tentu semua orang akan berusaha untuk tidak melakukan kejahatan.
Islam itu memang indah. Alangkah nyamannya barada dalam sebuah lingkungan masyarakat yang selalu berbuat baik dan berusaha untuk tidak melakukan perbuatan jahat. Kebaikan yang dilandasi keyakinan akan kebenaran ayat al qur’an. Kebenaran hakiki dari Allah swt. “Sampaikan berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik , bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan :’ Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu’. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka didalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal didalamnya…( Q S Al Baqarah 25).
Alangkah besarnya balasan Allah swt bagi orang-orang yang beriman dan selalu berbuat baik. ( Pekanbaru,2 December 2009)

Rabu, Agustus 05, 2009
8. TETANGGA
Salah satu keindahan ajaran Agama Islam adalah perintahnya untuk berbuat baik kepada tetangga. Hal ini sangat penting artinya, sebab setiap hari kita berhubungan dengan tetangga. Perintah berbuat baik itu dapat dilihat dalam Al Qur’an Surat An Nisa ayat 36 : “ Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.”
Banyak hadis yang menjelaskan tata-cara hidup bertetangga. Diantaranya :
1. Dari Aisyah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda “ Senantiasa malaikat jibril berwasiat kepadaku tentang tetangga sehingga aku mengira tetangga akan menjadi ahli warisku”. ( H R Bukhari-Muslim).
2. Dari Aisyah RA, aku bertanya kepada Rasulullah SAW : “ Wahai Rasulullah aku mempunyai dua tetangga, kepada siapakah aku memberi hadiah? Beliau menjawab :’ Kepada yang paling dekat pintunya kepadamu’. ( H R Bukhari).
3. Dari Ibnu Abbas , bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :” Bukanlah seorang mukmin yang dia merasa kenyang sedangkan tetangganya kelaparan’. ( H R Bukhari).
4. “ Abu Dzar, apabila engkau memasak kuah daging, maka perbanyaklah airnya dan perhatikan tetangga”. ( HR Bukhari-Muslim).
5. “ Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya”. ( HR Bukhari-Muslim).
6. Dari Abu Syuraih, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : “ Demi Allah, tidaklah beriman dengan keimanan yang sempurna , beliau mengucapkan tiga kali, ditanyakan kepadanya, “ Siapa wahai Rasulullah? . Dia adalah orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya”. ( HR Bukhari)
6. Dari Abu Hurairah, dia berkata :” Ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW” Wahai Rasulullah ada seorang wanita yang rajin shalat malam dan puasa disiang hari serta bersedekah, akan tetapi dia menyakiti tetangganya dengan lisannya. Maka Rasulullah menjawab “ Tidak ada kebaikan padanya. Dia termasuk penduduk neraka”. Mereka bertanya kembali “ Disana ada seorang wanita yang hanya shalat wajib dan bersedekah dengan sepotong keju, akan tetapi dia tidak menyakiti tetangga? Rasulullah menjawab :” Dia termasuk penghuni surge”. ( HR Bukhari)
7. Dari Nafi’ bin Abdul Harits, bahwasanya Nabi SAW bersabda :” Ada tiga perkara termasuk kebahagiaan seorang Muslim. Tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang bagus”. ( HR Bukhari)
8. Dari Abu Hurairah, berkata : “ Adalah termasuk doa Rasulullah SAW , beliau berdoa “ Ya Allah aku berlindung kepadamu dari tetangga yang jelek didunia ini, Karena tetangga didunia akan berganti”. ( HR Bukhari).


Begitu perdulinya Islam terhadap kehidupan manusia, termasuk kehidupan bertetangga. Bahkan, sikap/perilaku bertetangga itu juga ikut menentukan apakah seseorang akan masuk surga atau neraka. Alangkah indah dan nyaman hidup dalam sebuah lingkungan masyarakat yang Islami. Yuk sama-sama kita wujudkan.


Tetangga adalah orang yang terdekat darimu, dia mempunyai hak yang sangat besar, jika dia termasuk kerabat dalam keturunan dan muslim maka baginya ada 3 hak; hak sebagai tetangga, kerabat dan islam. Demikian pula jika dia termasuk kerabat tetapi bukan muslim, maka baginya hanya ada 2 hak; hak sebagai tetangga dan kerabat. Lain hal nya jika dia bukan termasuk kerabat dan bukan muslim maka baginya hanya ada 1 hak yaitu hak sebagai tetangga. (Syaikh Muhammad bin Sholih Al- Utsaimin)
Sunday, August 02, 2009

Senin, Agustus 03, 2009
7. JANGAN MENYAKITI
Bila kita amati dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali perilaku sebagian orang yang dapat saja termasuk kategori menyakitkan, menyusahkan atau membahayakan orang lain.


Pernahkah anda melakukan / melihat perbuatan seperti :
1.Merokok ditempat umum. Rokok tidak hanya mengganggu kesehatan bagi penghisapnya, tapi juga bagi orang-orang yang terkena asap rokok itu.
2.Memuat angkutan umum melebihi kapasitas. Berdesakan didalam kendaraan umum jelas menyusahkan dan juga berbahaya.
3.Mengemudi dijalan raya secara ugal-ugalan/ngebut. Hal ini dapat mengganggu pengguna jalan lainnya dan dapat menimbulkan kecelakaan.
4.Mengemudikan kendaraan yang kurang/tidak layak jalan. Emisi gas buang melebihi ambang batas, bunyi knalpot nyaring dll.
5.Parkir sembarangan/ditempat terlarang. Menyulitkan pengguna jalan lainnya.
6.Pengguna sepeda motor yang melewati gang di lingkungan perumahan pada waktu penghuni sudah tidur malam.
7.Menjual makanan/minuman tidak/kurang bersih, apalagi mengandung zat berbahaya.
8.Mempersulit urusan.


Perbuatan-perbuatan seperti itu dapat dikatakan, menyusahkan, menyulitkan atau membahayakan orang. Masih banyak lagi perbuatan yang menyusahkan, menyulitkan dan membahayakan orang. Islam mengajarkan agar menghindari perbuatan tersebut. 


Didalam Al Qur’an Surat Al Ahzab ayat 58 Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata”.
Rasulullah SAW juga mengingatkan:” Dari Abu Shirmah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda :” Siapa yang membahayakan (orang muslim), maka Allah akan membahayakannya pula. Dan Siapa yang menyusahkan (orang muslim), maka Allah akan menyusahkannya pula”. (HR Tirmidzi).


Agar dalam kehidupan didunia ini tidak bertambah lagi kesusahan, kesakitan dan bahaya, maka berusahalah untuk tidak melakukan perbuatan yang membahayakan dan/atau menyusahkan/menyakitkan orang lain. Ajaran Islam itu indah. 


Alangkah nyamannya hidup ditengah-tengah masyarakat yang senantiasa menjaga perilaku. Sehingga tidak ada warga tersakiti atau tersusahkan. Islam menjadikan kehidupan ini terasa nyaman.

6. KEHIDUPAN DIDUNIA
Banyak cara manusia mensikapi kehidupan didunia. Manusia menginginkan mempunyai keluarga, anak-anak dan harta yang banyak. Berbagai upaya dilaku-kan untuk mendapatkan semua itu. Agama Islam mengajarkan, bagaimana sikap dalam menginginkan dan mencintai wanita, anak dan harta. “Dijadikan indah pa-da (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, bina-tang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). ..( Q. S Ali Imran 14)”.


Semua yang disebutkan diatas itu memang menjadi keinginan manusia secara umum. Ternyata, disamping wanita, anak dan harta yang banyak, ada yang lebih baik untuk dicintai. “Katakanlah: "Inginkah aku kabarkan. kepadamu apa yang le-bih baik dari yang demikian itu?." Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Al-lah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan ser-ta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya .. (Ali Imran 15)


Kita tentu tidak ingin terjebak dalam kesenangan sementara. Ada kesenangan lain. Lebih menyenangkan dan lebih lama untuk dinikmati. Surga, adalah kese-nangan sesungguhnya. Agar kehidupan didunia ini dapat menjadi jembatan untuk menjalani kehidupan nanti yang sangat menyenangkan itu, baca, pelajari dan amalkan Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.


Dari Abu Hurairah RA katanya, seorang Arab dusun datang kepada Nabi SAW, lalu berkata : “ Ajarkanlah kepadaku suatu amal yang apa-bila kuamalkan maka aku masuk syurga karenanya “. Jawab Nabi SAW :” Sembahlah Allah dan jangan dipersekutukan dengan Nya sesuatu. Dirikanlah shalat wajib, bayarlah zakat fardu dan puasalah bulan Ra-madhan”. Kata orang itu :” Demi Allah yang diriku ditangan Nya, tidak akan kutambah dan tidak akan aku kurangi”. Ketika orang itu telah pergi, Nabi SAW bersabda : “ Siapa yang ingin melihat penghuni syurga, maka lihatlah orang itu”. ( HR Mutafaq Alaih)… 27-Jul-09

Senin, Juli 27, 2009
5. PERILAKU TAQWA
Islam adalah agama yang sangat perduli dengan kehidupan bermasyarakat. Al Qur’an dan hadis banyak mengingatkan perlunya keperdulian manusia terhadap manusia lainnya dan juga lingkungan. Dengan adanya saling perduli, tentu setiap anggota masyarakat merasakan kenyamanan. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berbuat dan selalu memberi.


Sebentar lagi, bulan Ramadhan tiba. Pada bulan ini orang-orang yang beriman diwajibkan berpuasa. Tujuannya agar terbentuk orang-orang yang taqwa. ‘ . Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa’. ( Q. S Al Baqarah 183)


Orang-orang yang taqwa itu antara lain mempunyai perilaku “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan’. ( Q.S Ali Imran 134).


‘Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kebajikan , akan tetapi sesunguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintai kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan (pertolongan), dan orang-orang yang meminta-minta , dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan solat, dan menunaikan zakat, dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan , penderitaan dan dalam peperangan . Mereka itulah yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa.’. (Q. S Al Baqarah 177)


Dapat kita rasakan, bagaimana nyamannya hidup ditengah-tengah manusia yang mempunyai sikap/perilaku taqwa. Manusia selalu memanfaatkan harta/kekayaan yang dititipkan Allah SWT kepadanya tidak hanya untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga. 


Selalu memberi kepada yang membutuhkan. Seperti, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir yang memerlukan pertolongan serta peminta-minta. Dalam kehidupan sehari-hari besar kemungkinan terjadi salah paham atau beda pendapat. Perselisihan itu tidak merusak tatanan kehidupan karena diwarnai dengan keinginan untuk saling memaafkan.


Setiap pemikiran selalu dirujuk kepada ketaatan kepada Allah SWT. Apapun yang dilakukan, selalu ingat dan meyakini akan hari esok. Hari pertanggung-jawaban dihadapan Yang Maha Mengetahui dan Maha Adil. Keyakinan ini melahirkan sikap/perilaku yang baik. Sesuai tuntunan Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad .SAW. Mendirikan Solat dan membayar Zakat.


Dalam kehidupan ini akan ada pasang surutnya. Bersikap sabar menghadapi kesempitan , penderitaan dan peperangan merupakan sikap terpuji. Sabar dengan pengertian berusaha sungguh-sungguh mengatasi masalah dan mengharap pertolongan Allah SWT. Tidak mengeluh kepada sesama manusia.


Bila setiap anggota masyarakat bersikap seperti itu, tentu terwujud sebuah kehidupan yang nyaman. Nyaman untuk semua. Ajaran Islam itu memang indah. Keindahan itu perlu diwujudkan dalan kehidupan bermasyarakat.
Insyaallah…
Saturday, 25 Juli 2009

Kamis, Juni 18, 2009
4. KESULITAN
Pernahkah anda mengalami kesulitan? Tentu saja pernah. Semua orang pernah mengalaminya. Kesulitan dialami segenap lapisan. Tentu saja dengan kadar dan bentuk yang berbeda.


Setiap orang punya cara /sikap menghadapi kesulitan. Hasil yang diperoleh juga akan berbeda pula. Menghindar dari kesulitan bukanlah langkah bijaksana. Mungkin akan muncul kesulitan lain.
Didalam Al Qur’an Surah Asy-Syarh ayat 5 dan 6 dikatakan :” Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. 


Begitu indahnya ajaran Islam. Allah tidak membiarkan hambaNya berlarut-larut dalam kesulitan. Semua kita tentu sangat menginginkan kemudahan. Kemudahan ada dibalik kesulitan. 


Karenanya jangan takut dengan kesulitan. Bijaksana, bila setiap menghadapi kesulitan, terbayang dalam pikiran kita, bahwa sebentar lagi kemudahan akan datang. Pemikiran seperti ini akan memacu semangat untuk mengatasi kesulitan.


Sebuah pengalaman berharga saya peroleh beberapa waktu lalu. Ketika itu, saya benar-benar dihimpit oleh berbagai masalah pekerjaan. Sulit dan rumit. Waktu dikantor habis untuk menyelesaikan masalah. Belum selesai satu masalah datang lagi masalah lain. Benar-benar berat. Waktu berakhirnya jam kerja selalu saya nantikan. Jam kerja berakhir , berarti saya berhenti sementara menghadapi masalah. Itu berlangsung cukup lama, sekitar 1 bulan. Ditengah-tengah melalui hari-hari penuh kesulitan itu, saya mendapat kabar, bahwa saya termasuk dalam daftar yang akan berangkat ke Luar Negeri ( Jepang).
Disamping sibuk menyelesaikan masalah pekerjaan, saya bertambah kesibukan lagi menyiapkan berbagai bahan untuk ke Jepang itu. Tidak kurang pentingnya, saya harus pula meningkatkan kemampuan berbahasa Inggeris. Lengkap rasanya beban pikiran saya waktu itu. Dengan meyakini, bahwa dibalik kesulitan akan ada kemudahan, saya jalani semuanya. Ternyata kemudahan datang tidak terlalu lama. Saya berangkat ke Jepang. Selama disana, hari-hari diisi dengan mengunjungi berbagai kantor untuk melihat dan mendapatkan informasi tentang ITC. Baik di Tokyo maupun kota-kota lainnya. Kesempatan yang sangat menyenangkan. Benar – benar penuh dengan kemudahan. Alhamdulillah.

Rabu, Juni 17, 2009
3. MOTIVASI
Dalam suatu hadis, Rasulullah Saw bersabda :” Apabila waktu kiamat hampir tiba, ditangan salah seorang diantara kamu ada bibit pohon kurma. Dia berkesempatan menanamnya sebelum kiamat tiba. Maka hendaklah dia tanam , sehingga memperoleh pahala”.


Membaca hadis ini, menimbulkan motivasi yang kuat untuk selalu berbuat. Berbuat sesuatu yang baik tentunya. Dilandasi Lillahi ta’ala. Kita tidak tahu kiamat itu kapan. Kita juga tidak tahu sampai umur berapa kita didunia. Masih banyak sekali kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Walaupun kita belum tentu memetik manfaatnya.


Begitu indahnya ajaran Islam. Manusia dimotivasi untuk berbuat kebaikan, bukan untuk dirinya semata, tetapi juga untuk orang banyak. Termasuk untuk orang-orang yang hidup dikemudian hari. Melakukan sesuatu yang bermanfaat itu tidak terbatas waktu dan tempatnya. Kapanpun dan dimanapun kita berada.