Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Jumat, Februari 03, 2012

Berkhitmat Kepada Ibu Yang Sakit


“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil” (Q.S. Al-Isra`: 23-24).
Mengucapkan kata “ah” kepada orang tua tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu.

Belakangan ini, kami berpeluang besar untuk berbuat lebih baik dan lebih banyak bagi Ibunda. Kondisi Ibunda tidak memungkinkannya banyak bergerak. Sehari-hari, waktunya banyak dihabiskan ditempat tidur. Hal itu, tentu merupakan sebuah peluang besar yang patut diisi dengan sebaik-baiknya agar tidak termasuk kedalam golongan orang-orang malang.
Dari Abi Hurairah ra. menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda,”Malanglah ia, malanglah ia, malanglah ia. Seorang yang hidup cukup lama menyaksikan hari tua ibu-bapaknya, tetapi gagal memperoleh surga (dengan jalan mengkhidmati mereka).”( HR. Muslim).
Kondisi Ibunda ini, juga merupakan peluang besar untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT. Tidak perlu kemana-mana, cukup dirumah saja.
Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash r.a. berkata: Ada seseorang datang menghadap kepada Rasulullah saw dan berkata, “Saya berbai’at kepadamu, ya Rasulullah, untuk berhijrah dan berjihad dengan mengharap pahala dari Allah.” Rasulullah saw bertanya, “Apakah ada yang masih hidup salah seorang dari ayah bundamu?” Orang itu menjawab, “Bahkan keduanya masih hidup.” Rasulullah saw bersabda, “Engkau mengharap pahala dari Allah?” Orang itu menjawab, “Ya.” Nabi saw bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan perbaikilah pelayananmu kepada keduanya.”(HR. Bukhari – Muslim)
Disamping sedih dan prihatin melihat kondisi Ibunda, ada kebahagiaan tersendiri ketika menggendongnya sebagai salah satu bentuk pelayanan. Namun, kami selalu berdo’a. Berharap agar Allah SWT memberikan kesembuhan kepada Ibunda. Kami ingin melihat Ibunda sehat dan lincah lagi seperti biasanya. Kami juga selalu berdo’a, semoga Allah SWT memelihara kami agar terhindar  dari “riya” dan “ujub”. Kami menyadari, bahwa yang kami lakukan masih sangat kecil jika dibandingkan dengan yang pernah kami terima dari Ibunda. Walaupun demikian, kami berharap agar Ibunda selalu merasa nyaman di dalam kebersamaan ini.
Pekanbaru, 25 Januari 2012.

Tidak ada komentar: