Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Kamis, Maret 08, 2012

Sikap Manusia Terhadap Harta

...“Tidaklah ada suatu musibah yang menimpa seorang muslim, hingga duri yang menusuknya, kecuali itu akan menjadi penghapus dosanya.” (HR. Bukhari-Muslim)
Ketika masih kecil dulu, ada sebuah cerita sederhana yang masih dapat saya ingat. Cerita tentang seorang anak yang menangis karena kehilangan sekeping uangnya. Si anak menangis dipinggir jalan. Melihat ini, seseorang datang menghampiri dan menanyakan kenapa manangis. Si anak memberikan jawaban, bahwa dia menangis karena uangnya hilang.

Merasa kasihan, orang tersebut memberi uang kepada si anak sejumlah uang yang hilang. Setelah mendapatkan uang, si anak masih terus menangis. Orang itu bertanya lagi, kenapa manangis. Si anak menjawab, jika uang ku tidak hilang, tentu uangku menjadi dua”.
Semua kita tentu berfikir, tidak ada jalan untuk menolong si anak. Diberi berapapun, dia akan tetap saja merasa kurang. Jumlah uang yang diterima si anak tidak begitu masuk dalam pikirannya, tetapi justeru uang yang hilang itulah yang selalu jadi pemikirannya.
Pernahkah kita berfikir seperti si anak itu?
Apabila datang pemikiran seperti si anak tersebut, ingatlah bahwa sesungguhnya kita tidak memiliki apapun. Kehilangan sesuatu, tidak sepatutnya menyesal berkepanjangan.
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada dilangit dan dibumi; dan kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan. (QS. Ali Imran 3: 109)
Jadi, ketika kehilangan sesuatu, kembalikanlah kepada Allah SWT. Dia pemiliknya. Jangankan harta, diri kitapun milik Allah SWT. Sampai waktunya, kita semua akan kembali menghadap-Nya.
Daripada mengingat-ingat yang sudah hilang, lebih penting menginventarisasi anugerah Allah yang masih dapat dinikmati. Sungguh masih sangat banyak karunia Allah SWT yang ada pada diri kita. Mensyukuri adanya anugerah yang masih dapat dinikmati, akan menjadikan kehidupan ini lebih tenteram.
Manusia berkata, mana hartaku, hartaku! Padahal apakah gunanya harta itu untukmu selain yang kamu pakai kemudian rusak, yang kamu makan kemudian habis, dan yang kamu sedekahkan kemudian menjadi kekal. (HR. Muslim)
Pekanbaru, 25 Februari 2012

Tidak ada komentar: