Al Qur'an

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi. Namun, Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.(QS. 28 Al-Qashash: 56).

Sabtu, Desember 04, 2010

SEORANG PENGANUT BUDHA MASUK ISLAM


Selesai shalat jum’at di mesjid, aku tidak langsung pulang. Ada acara masuk Islam nya seseorang. Ternyata cukup banyak juga jemaah lain yang ikut menyaksikan. Lebih kurang 50 orang. Setelah membacakan pernyataan, wanita tersebut mengucapkan dua kalimat sahadat dipimpin seorang ustad. Wanita berusia sekitar 20 tahun itu, sebelumnya penganut agama Budha.
Ketika meminpin acara tersebut, Bapak Ustad mengingatkan agar si muallaf terus belajar agama terutama tentang shalat. “ Ada orang Islam sejak lahir,  tetapi tidak shalat, jangan ditambah lagi jumlah mereka”, katanya.

Dari Abu Dzarr ra, dari Nabi saw dalam suatu yang diceritakannya dari Tuhannya Yang Maha Mulia ( Hadits Qudsi), Allah berfirman : Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan atas diri Ku menganiaya hamba_ku, dan aku haramkan pula untuk diperbuat diantaramu, maka janganlah kamu saling menganiaya. Wahai hamba-Ku, semua kamu adalah sesat kecuali orang-orang yang Ku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk-Ku, supaya kamu mendapat petunjuk itu…( HR. Muslim).

Walaupun kita merasa sudah mendapat petunjuk dari Allah SWT karena telah memeluk agama Islam. Namun, tetap saja harus selalu meminta petunjuk Allah SWT.  Mencermati hadis qudsi diatas, patut disadari, bahwa petunjuk itu tidak datang dengan sendirinya. Harus diminta kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, ada baiknya kita selalu meminta petunjuk Allah SWT agar tidak termasuk kedalam kelompok  hamba Allah yang sesat.
Pekanbaru, 4 Desember 2010

Tidak ada komentar:

Loading...