Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Jumat, Oktober 07, 2011

Tiga Model Manusia Menyikapi Petunjuk Allah


Ada tiga model manusia dalam menyikapi petunjuk-petunjuk Allah yang tertera dalam al Qur’an. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut : “ Kemudian kitab Al Qur’an itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan  dan diantara mereka  ada yang lebih dahulu  berbuat kebaikan dengan izin Allah . Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” ( QS Faatihir 35: 32)
Tiga model itu adalah sebagai berikut :
1.      Zhalimun li nafsih artinya menganiaya diri. Yaitu orang yang memahami isi Al Qur’an namun melanggar aturannya.
2.       Muqtashid artinya pertengahan. Yaitu orang yang mengamalkan Al Qur’an, namun hanya yang pokok saja. Misalnya, melaksanakan shalat hanya yang wajibnya saja, tidak pernah shalat sunnah. Shaum hanya yang wajib saja, begitu juga amalan-amalan lainnya.
3.       Saabiqun bil Khairat yaitu orang-orang yang berlomba dalm kebaikan, apapun yang dijelaskan dalam Al Qur’an berusaha diamalkan dengan sebaik mungkin, tanpa keraguan.
Berbekal potensi spiritual atau fitriah, manusia diberi kebebasan untuk menentukan apakah dia akan mensyukuri petunjuk-petunjuk Allah yaitu dengan menjalankan segala ajaran-Nya ataukah akan menolaknya. Yang pasti, Allah SWT Maha Adil. Orang-orang yang menerima petunjuk-Nya akan diberi imbalan kenikmatan abadi. Dan yang menentang-Nya akan mendapatkan sanksi yang abadi juga. ( Sumber : Aam Amiruddin, Tafsir Al Qur’an Kontemporer Juz Amma Jilid II).

Tidak ada komentar: