Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Minggu, Mei 13, 2012

Motivasi Sedekah Dari Usman Bin Affan

Dari Abu Musa dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :” Pada setiap orang Islam terdapat sedekah (zakat)”. Para sahabat bertanya : “ Ya Nabi Allah, bagaimanakah jika tidak mendapati? Nabi menjawab,  Ia akan bekerja dengan tangannya yang bisa memberikan manfaat bagi dirinya dan bersedekah. Para sahabat bertanya, bagaimanakah jika tidak mendapati? Nabi menjawab,  membantu orang yang mempunyai kepentingan yang memerlukan bantuannya. Para sahabat bertanya, bagaimanakah jika tidak mendapati? Nabi menjawab, maka berbuatlah yang baik dan menahan diri dari kejelekan maka yang demikian termasuk bersedekah. (HR. Bukhari)
Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat bagi manusia, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR  Muslim).

Bersedekah merupakan bahagian penting dalam kehidupan menurut  ajaran Islam. Banyak ayat Al Qur’an dan hadis Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang memerintahkan perbuatan itu. Perintah bersedekah, benar-benar dilaksanakan oleh para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semangat bersedekah mereka, patut kita jadikan motivasi untuk mengikuti sikap/perilaku terpuji tersebut dalam upaya mencapai ridha Allah SWT.
Kisah Usman ra dengan sedekahnya, patut menjadi bahan renungan dan diambil pengajarannya. Didalam buku “Tempat-tempat bersejarah di Madinah Munawwarah, Imtiaz Ahmad “ di ceritakan,  beberapa kaum Muslim Madinah mengalami kesulitan  untuk mendapatkan air untuk keperluan sehari-hari. Usman ra membeli sebuah sumur, yang disebut Bir Rumah  dari seorang yahudi untuk dihibahkan kepada kaum Muslim dengan Cuma-Cuma. Ini merupakan  kredit nir laba yang pertama didalam Islam. Nabi SAW memberi Usman ra kabar gembira dari syurga untuk tindakan mulia ini.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin memperluas Masjid Nabi pada tahun 7 H. Usman ra membeli lahan untuk perluasan ini. Ia juga dengan senang hati memberikan derma atau sedekah pada berbagai ekspedisi. Sebagai contoh , ia memberikan sedekah sembilan ratus ekor unta , seratus ekor kuda dan seribu dinar untuk Perang Tabuk.
”Katakanlah, Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya). Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang sebaik-baikny..” (QS Saba’ 34: 39)
(Pekanbaru, 7 Mei 2012)


Tidak ada komentar: