Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Kamis, Mei 28, 2015

Tuntunan Al-Qur'an Tentang Berbuat Baik Kepada Orang Tua



Berbuat baik kepada orang tua adalah perintah Allah Ta’ala. Oleh sebab itu, sebagai seorang anak sepatutnya  memperhatikan ucapan dan perilaku terhadap orang tua. Bagi yang masih memiliki orang tua, bersyukurlah karena masih memiliki kesempatan sangat berharga. Jangan sia-siakan kesempatan tersebut. Coba perhatikan disekeliling kita. Berapa banyak orang-orang yang sudah kehilangan kesempatan sangat berharga itu.
Di dalam buku “Kisah-Kisah Teladan Bakti Anak Kepada Ibu Bapak, Ibrahim bin Abdullah Musa Al Hazimi” dicantumkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan berbuat baik kepada orang tua:
Sembahlah Allah dan janganlah kalian menyekutukan sesuatu apapun dengan-Nya, serta berbuat baiklah kepada orang tuamu. (QS. An-Nisa’:36)

Kamis, Mei 21, 2015

Cinta Yang Murni Kepada Allah Akan Menyenangkan Jiwa



Kebanyakan orang yang mengaku cinta kepada Allah adalah orang yang paling jauh dari mengikuti sunnah, beramar ma’ruf nahi munkar dan berjihat di jalan Allah. Lebih tragis lagi ia mengaku sebagai orang yang paling sempurna jalan cintanya dibanding orang lain. Menurut sangkaannya, jalan cinta kepada Allah itu tidak disertai kecemburuan dan kemarahan karena Allah. Hal ini menyelisihi petunjuk Al-Qur’an dan As-Sunnah. Demikian dikemukakan oleh DR. Majdi Al-Hilali dalam bukunya “Mencintai & Dicintai Allah”.
Diingatkan, beribadah dengan cinta saja itu berbahaya dan bisa menggelincirkan.
Ibnu Taimiyah berkata:”Cinta yang murni itu akan menyenangkan jiwa, hingga dikhawatirkan hawa nafsu akan menguasainya jika ia tidak dibatasi dengan rasa takut kepada Allah. Hingga berkatalah orang yahudi dan nasrani:
...kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya...(Al-Maidah 5: 18)

Kamis, Mei 14, 2015

Shalat Menumbuhkan Kesabaran (Faedah Shalat Bagi Ruh Dan Akhlak)



Menggabungkan shalat dengan kesabaran sekaligus adalah terapi terbaik dalam menghadapi berbagai musibah dan kepedihan hidup yang mendera. Demikian dikemukakan oleh Abdul Karim Muhammad Nashr dalam buku berjudul “Shalat Penuh Makna (judul asli “Nazharat Fi Ma’anish Shalah).
Dijelaskannya, shalat mengandung amalan badan, pikiran dan lisan. Sejatinya, seseorang tidak akan mampu melaksanakan semua amalan itu kecuali dengan kesabaran. Oleh karena itulah kita mendapati penyebutan shalat dan sabar secara beruntun di dalam Al-Qur’an di beberapa tempat. Diantaranya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

Kamis, Mei 07, 2015

Khusuk Di Luar Shalat, Apa Maknanya?



Jika khusuk didalam shalat wajib hukumnya, demikian pula halnya dengan khusuk diluar shalat. Barangsiapa mengerti bahwa Allah SWT adalah ar-Raqib (Maha Pengawas), niscaya dia akan merasa diawasi disaat sendirian maupun ditengah keramaian. Allah mengawasi segala yang rahasia dan yang ada dihati. Allah SWT berfirman:
Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.(Thaha 20: 46)