Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Kamis, Agustus 06, 2015

Amanah Meliputi Semua Kewajiban Agama (Faedah Shalat)



Ketika secara rutin kita melaksanakan ibadah shalat, terutama shalat wajib, sepatutnya kita memahami  faedah shalat  tersebut. Dengan memahami  faedah-faedah shalat, kita dapat mempertanyakan kepada diri sendiri. Sudahkah faedah shalat itu kita peroleh? Jika ternyata banyak faedah shalat yang belum kita dapatkan, tentu  kita perlu meninjau kembali pelaksanaan ibadah itu. Ada sesuatu yang sangat perlu dibenahi.
Diantara faedah shalat bagi ruh dan akhlak adalah shalat melatih sikap amanah. Penjelasan mengenai hal ini dikemukakan oleh Abdul Karim Muhammad Nashr dalam bukunya “Shalat Penuh Makna”. Judul asli buku ini adalah “Nazharat fi Ma’anish Shalah”.
Dijelaskan oleh Abdul Karim Muhammad Nashr, bahwa didalam Al-Qur’an Allah berfirman:
Sesungguhnya kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, namun semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Akhirnya dipikulkanlah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh. {Al-Ahzab(33): 72}

Mengenai tafsir ayat ini, Al-Qurthubi memberikan penjelasan sebagai berikut:
Amanah itu meliputi semua kewajiban agama, menurut pendapat yang shahih diantara pendapat yang ada. Ini adalah pndapat jumhur. Ada yang mengatakan, amanah itu adalah shalat. Ada yang mengatakan, berbagai kewajiban. Ada pula yang mengatakan, amanah-amanah manusia.
Diriwayatkan bahwa setiap kali masuk waktu shalat, air muka Ali Radhiallahu Anhu berubah. Mengenai hal itu, dia pernah ditanya. Dia pun menjawab:”Waktu pemenuhan amanah yang ditawarkan oleh Allah kepada langit, bumi dan gunung, yang semuanya enggan untuk memikulnya, telah datang. Aku menyanggupinya dengan segala kelemahanku. Aku tidak tahu apakah aku dapat menunaikannya ataukah tidak.”
Shalat adalah titipan Allah kepada makhluknya. Menjaga amanah terbesar, yakni shalat ini, berimplikasi penjagaan terhadap amanah-amanah yang kecil. Seseorang akan terlatih menunaikannya. Dalam banyak hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam telah menganjurkan penunaian amanah—dengan segala bentuknhya—kepada yang berhak. Hal ini meliputi amanah Allah, seperti pelaksanaan ibadah, atau amanah orang-orang dan memberikan hak-hak mereka, atau amanah tubuh (seperti mata, perut, kemaluan, lisan dan seterusnya).
Ibnu Umar Radhiallahu Anhu mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
Tidak ada iman bagi yang tidak punya amanah dan tidak ada shalat bagi yang tidak punya kesucian (belum bersuci). (HR. Thabrani)
Pekanbaru, Juni 2015.


Tidak ada komentar: