Al-Qur'an

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS Asy-Syams: 9-10)

Selasa, Februari 09, 2016

Kisah Nabi Muhammad SAW Mencari Kayu Bakar Ketika Berkemah

Bagi sebagian pemimpin, mengerjakan pekerjaan kasar seperti mencari kayu bakar akan dianggap hina, atau setidaknya mengurangi gengsi. Akan tetapi bagi Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam, pekerjaan apapun yang dikerjakan secara jujur, profesional, dan bermanfaat untuk semua, maka pekerjaan itu adalah mulia. Kemuliaannya dan kehormatannya tidak berkurang sedikitpun hanya karena beliau mengerjakan pekerjaan kasar. Sebaliknya, beliau merasa bangga dan mulia jika bisa mengerjakan sendiri tugasnya, termasuk tugas kerumahtanggaan.
Suatu hari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para Sahabat melakukan sebuah perjalanan dan perlu berkemah. Ketika hendak mengolah makanan, mereka berebut untuk ambil bagian.

Salah seorang Sahabat berkata:” Aku yang menyembelih kambingnya.” Yang lain menyahut:” Aku yang mengulitinya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  tidak mau kalah. Beliau berkata :” Aku yang mencari kayu bakarnya.”
Mendengar inisiatif Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam  tersebut, para Sahabat kemudian berkata:” Biarkan kami saja yang mengerjakan semuanya. Lebih baik engkau beristirahat saja”.
Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam kemudian bersabda:” Aku tahu, kalian pasti tidak menghendaki aku mengerjakan hal ini, tapi Allah tidak suka melihatku mendapatkan perlakuan istimewa seperti ini”. Setelah itu, beliau meninggalkan para Sahabat menuju padang pasir untuk mengumpulkan kayu bakar.
Wallahu a’lam bish-shawab.
(Sumber: Suara Hidayatullah, Januari 2012)

Tidak ada komentar: