Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Kamis, Juni 25, 2009

Tata Cara Tayamum

Dalam perjalanan, tidak jarang saya menghadapi kenyataan sulitnya mendapatkan air untuk berwuduk. Sementara frekwensi perjalanan saya lumayan tinggi. Oleh sbab itu, saya mencoba mencari jawaban yang dapat dijadikan pegangan. Ketika membaca Tafsir Al Azhar Karangan Prof. Dr. Hamka Juzu’ V, saya menemukan tatacara tayamum. Penjelasan itu berdasarkan ayat 43 Surat An-Nisaa’ : 
“ Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu dekati sembahyang, padahal kamu sedang mabuk, sehingga kamu tahu apa yang kamu ucapkan. Dan jangan pula dalam keadaan junub, kecuali orang-orang yang melintasi jalan, sehingga kamu mandi. Dan jika kamu dalam keadaan sakit, atau tengah dalam perjalanan, atau datang seorang dari pada dari buang air , atau menyentuh kamu akan perempun-perempuan, sedang kamu tidak mendapati air , maka hendaklah kamu cari tanah yang bersih maka sapulah muka kamu dan tangan kamu. Sesungguhnya Allah Pemaaf lagi Pengampun”.

Kamis, Juni 18, 2009

Sesudah Kesulitan Ada Kemudahan

Pernahkah anda mengalami kesulitan? Tentu saja pernah. Semua orang pernah mengalaminya. Kesulitan dialami segenap lapisan. Tentu saja dengan kadar dan bentuk yang berbeda.
Setiap orang punya cara /sikap menghadapi kesulitan. Hasil yang diperoleh juga akan berbeda pula. Menghindar dari kesulitan bukanlah langkah bijaksana. Mungkin akan muncul kesulitan lain.
Didalam Al Qur’an Surah Al-Insyirah ayat 5 dan 6 dikatakan :” Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.

Rabu, Juni 17, 2009

MENANAM POHON WALAU KIAMAT HAMPIR TIBA

Dalam suatu hadis, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda; " Apabila waktu kiamat hampir tiba, ditangan salah seorang diantara kamu ada bibit pohon kurma, dia berkesempatan menanamnya sebelum kiamat tiba. Maka hendaklah dia tanam sehingga memperoleh pahala. "
Membaca hadits ini, menimbulkan motivasi yang kuat untuk selalu berbuat. Berbuat sesuatu yang baik tentunya. Dilandasi Lillahi ta’ala. Kita tidak tahu kiamat itu kapan. Kita juga tidak tahu sampai umur berapa kita didunia. Masih banyak sekali kesempatan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat. Walaupun kita belum tentu memetik manfaatnya.

Senin, Juni 15, 2009

Cara Menghindari Tersesat Dalam Kehidupan

Bagi yang pernah mengalami tersesat ditengah hutan tentu dapat merasakan bagaimana perasaan cemas, khawatir, bahkan takut. Tidak ada kepastian mau menuju kemana. Kebutuhan akan adanya orang tempat bertanya sangat besar. Kehadiran seseorang untuk tempat bertanya merupakan anugerah besar. Lebih berharga dari berapa banyak harta yang dimiki. Juga lebih penting dari berapa banyak saudara dan sahabat.

Pernahkah anda tersesat disuatu kota yang baru anda kunjungi ? Tentu cemas, khawatir dan takut menyelimuti pikiran dan perasaan anda. Kehadiran orang yang dapat memberi penunjuk jalan atau rambu-rambu, sangat melegakan bukan?

Rabu, Juni 10, 2009

Motivasi Untuk Selalu Jujur (Kisah Khalifah Umar Dan Penggembala)

Suatu petang di sebuah mall di kota ini, saya melihat seorang ibu berkerudung menyerahkan sebuah dompet kepada patugas. Dompet itu dia temukan disekitar mall. Kejujuran yang pantas dimiliki oleh siapapun. Betapa mulianya hati sang ibu. Betapa bahagianya sang pemilik dompet. Barangnya dapat ditemukan kembali.
Kejujuran adalah sebuah sikap/perilaku terpuji. Layak dimiliki oleh setiap orang. Dalam dunia dakwah, ada sebuah kisah yang selalu dijadikan referensi tentang kejujuran. Kisah itu adalah dialog Khalifah Umar bin Khattab dengan seorang penggembala domba.. Ketika itu, Umar bermaksud menguji kejujuran si gembala domba. Terjadilah dialog lebih kurang sebagai berikut: Umar : ‘ Wahai sahabatku, banyak sekali domba yang engkau gembala’.
Penggembala : ‘ Ini domba-domba milik majikanku, bukan milikku’.

PERJALANAN DARI PEKANBARU KE BENGKULU

Mei 2009, pukul 17.00 WIB, bis meninggalkan pool di Pekanbaru menuju terminal AKAP Payung Sekaki. Diterminal, bis parkir sekitar 20 menit, kemudian keluar terminal dan menuju ke pool lagi.. Sekitar jam 18.00 bis bergerak melanjudkan perjalanan. Penumpang tidak penuh. Perjalanan cukup lancar. Jalan juga lumayan bagus. Ada kerusakan dibeberapa tempat. Tetapi tidak sampai mengganggu kenyamanan. Perjalanan malam tidak banyak yang dapat dinikmati. 
Pada pukul 00.23 bis berhenti di wilayah Gunung Medan Sumatera Barat. Penumpang makan malam dan solat. Setelah istirahat sekitar 1 jam, perjalanan dilanjudkan dengan penggantian pengemudi dan kernet. Awak bis ada 4 orang. Pengemudi 2 dan Mei 2009, jam 17.30 WIB, bis meninggalkan pool di Pekanbaru menuju terminal pembantu 2 orang. Pagi sekitar jam 06.30 berhenti di luar kota Lubuk Linggau Sumatera Selatan, memberi kesempatan kepada penumpang untuk ke toilet. Di Kota Lubuk Linggau, bis berhenti lagi di Agennya. Tidak ada penumpang yang naik. Sekitar jam 10.30 Bis sampai di pool Bengkulu.