Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Kamis, Juni 30, 2011

Hendaklah Kamu Menganjurkan Kebaikan Mencegah Kemunkaran

Demi Allah yang jiwaku ada ditangan-Nya, hendaklah kamu menganjurkan kebaikan dan mencegah yang munkar, atau kalau tidak, pasti Allah akan menurunkan siksa padamu, kemudian kamu berdo’a, maka tidak diterima do’a kamu. ( HR. At Tirmidzi)
Siapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka rubahlah dengan tanganmu, bila tidak sanggup maka rubahlah dengan lisanmu, apabila tidak dapat maka rubahlah dengan hatimu dan ini selemah-lemahnya iman. ( HR. Muslim)
Kita selayaknya merasa sangat takut kepada siksa Allah SWT. Perasaan takut itu perlu tumbuh dan terpelihara didalam hati dan pikiran. Hanya dengan cara seperti itu, akan muncul upaya  sungguh-sungguh agar terhindar  dari siksa.

Sabtu, Juni 25, 2011

Empat Golongan Tidak Akan Masuk Surga



Ada empat golongan yang menjadi hak Allah untuk tidak memasukkan mereka kedalam surga dan mereka tidak akan dapat menikmatinya, yaitu peminum khamar, pemakan riba, pemakan harta anak yatim dengan cara tidak syah dan orang yang durhaka kepada ayah dan ibunya, kecuali mereka bertobat. ( HR. Bukhari)

Surga adalah sebuah tempat yang sangat-sangat menyenangkan. Kesenangan didalam surga itu tidak dapat dibayangkan. Jadikanlah syurga sebagai tempat tinggal idaman.

Rabu, Juni 22, 2011

Senantiasa Istighfar Mendapat Kegembiraan Kelapangan dan Rezki

Rasulullah bersabda: ”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
Istighfar artinya meminta ampunan kepada Allah SWT. Tentu saja kita mempunyai dosa. Boleh jadi, tiada hari tanpa dosa. Kesadaran seperti ini perlu ada dalam diri. Sebab, dengan menyadari banyaknya dosa, akan ada upaya mohon ampun. Ironis sekali jika tidak mau memohon ampun kepada Allah SWT. Lebih ironis lagi jika merasa diri tidak mempunyai dosa.
Mencermati hadits diatas, Allah SWT akan memberi tiga balasan kebaikan kepada orang-orang yang senantiasa beristighfar. Yaitu memberi kegembiraan dari setiap kesedihan, kelapangan bagi setiap kesempitan dan memberi rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.
Kesedihan bisa datang dimana saja dan kapan saja.Setiap orang pernah merasakannya. Jika sedang mengalami kesedihan, tidak usah repot-repot mengeluh. Juga tidak perlu pergi kemana-mana.  Istighfar saja. Insyaalah, kesedihan akan berganti dengan kegembiraan.
Jika sedang mengalami kesempatan hidup, juga tidak perlu mengeluh. Sebab, mengeluh tidak akan merubah keadaan. Senantiasalah istighfar. Inilah upaya nyata untuk keluar dari kesempitan hidup itu. Dengan senantiasa istighfar, Allah SWT juga akan memberikan rezeki yang tidak disangka-sangka.
Ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selalu memberikan jalan keluar dari berbagai masalah kehidupan. Oleh sebab itu, keyakinan akan kebenaran ajaran ini, perlu benar-benar kita miliki. Menggunakan akal pikiran memang baik. Tetapi akal pikiran itu disandarkan kepada keimanan.
Pekanbaru, 21 Juni 2011

Selasa, Juni 21, 2011

Balasan Dosa Durhaka Kepada Orang Tua

Segala dosa akan diampuni Allah SWT kalau Allah menghendakinya, keculi dosa durhaka kepada kedua orang tua (ibu-bapak), karena balasan dosa kepada ibu dan bapak itu akan didahulukan didunia ini sebelum ia mati. ( HR. Bukhari-Muslim)
Orang tua memang sangat patut untuk dihormati. Perbuatan atau ucapan yang dapat menyakiti mereka merupakan perilaku tercela seorang anak. Allah SWT tidak akan mengampuninya. Bahkan, balasan dosa kepada ibu dan bapak akan didahulukan didunia ini.

Minggu, Juni 19, 2011

Do'a Tidak Dikabulkan Karena Makanan Minuman Pakaian Haram

Dari Abu Hurairoh ra, ia berkata... Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam  menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: ”Wahai Robbku, wahai Robbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan (perutnya) dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do’anya.” (HR. Muslim)
Makanan, minuman dan pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia. Sebagai seorang mukmin, sepatutnya kita menjaga kehalalan makanan, minuman dan pakaian itu. Sebab, kita sangat-sangat membutuhkan Allah SWT. Kebutuhan akan Allah SWT itu kita wujudkan dalam bentuk ibadah dan do’a. Kita sangat berharap, do’a itu dikabulkan.
Do’a merupakan permohonan kepada Allah SWT. Berbagai hal kita minta kepada-Nya. Seorang mukmin, tentu tidak akan pernah melewatkan harinya tanpa do’a. Do’a merupakan intinya ibadah bagi umat Islam. Terkabulnya do’a, merupakan kebahagiaan mendalam.
Sebagai seorang manusia, kita akan senantiasa berharap akan memperoleh ampunan dan rakhmat Allah SWT. Untuk itu, berusahalah menjaga diri. Berusaha sekuat tenaga agar makanan, minuman dan pakaian terjamin kehalalannya. Sehingga do’a kita senantiasa dikabulkan oleh Allah SWT. 
Pekanbaru, 19 Juni 2011

Jumat, Juni 17, 2011

Dosa Dapat Menahan Rezki


Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: ”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.”(HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).
Secara umum, manusia tentu berusaha dengan sekuat tenaga untuk mendapatkan rezeki yang lebih banyak dan lebih baik. Berbagai upaya dilakukan. Namun, tidak semua memperoleh rezeki sesuai yang diinginkan. Sudah berusaha bermacam cara, kehidupan tidak juga berubah. Rezeki yang diharap-harapkan tidak  kunjung datang.
Menghadapi situasinya seperti ini, ada baiknya melakukan introspeksi diri. Berapa banyak kesalahan yang dilakukan. Berapa banyak perintah Allah SWT  yang belum dilaksanakan. Berapa banyak larangan-Nya yang belum ditinggalkan. Sebagai manusia biasa, tentu memiliki dosa. Berdasarkan hadits diatas, dosa dapat menghambat datangnya rezeki.
Sesuai dengan kodratnya, manusia menginginkan kehidupan lebih baik. Ajaran Islam memang menghendaki agar umatnya berusaha sungguh-sungguh untuk mendapat kehidupan yang baik, yaitu kebahagiaan didunia dan kebahagiaan di akhirat.
Allah SWT Maha Pengampun. Dengan selalu mohon ampunan-Nya, kita berharap rezeki tidak terhambat lagi. Kehidupan akan semakin baik. Baik menurut ukuran Islam. Lebih dari itu, dengan ampunan Allah SWT, kita akan mendapatkan kebahagiaan diakhirat nanti. Insyaallah...
Pekanbaru, 8 Juni 2011

Senin, Juni 06, 2011

Etika Terhadap Hewan


Allah mencatat ihsan (kebaikan) atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh hewan maka bunuhlah dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelihnya sembelihlah dengan baik. Asahlah tajam pisau potong dan ringankan hewan potongnya”. (HR. Muslim)
Saya sangat prihatin ketika melihat di media perlakuan tidak baik oleh sekelompok orang yang hendak menyembelih seekor hewan. Perlakuan sangat tidak wajar.
Ajaran Islam menghendaki adanya etika. Tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada hewan. Ada hewan-hewan yang memang dapat dijadikan makanan. Ketika menyembelih hewan-hewan tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengingatkan agar menggunakan pisau yang tajam. Menggunakan pisau yang tajam itu, merupakan bentuk kebaikan terhadap hewan.

Jumat, Juni 03, 2011

Imam Meninggal Setelah Shalat Subuh Berjamaah Di Masjid


"Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan". ( Al- Munaafiqun 11)
Ketika mengikuti shalat subuh berjamaah di masjid ini, saya dikejudkan dengan rubuhnya Pak Imam. Selesai sujud kedua di rakaat pertama, Pak Imamnya duduk. Ada jamaah yang mengingatkan dengan mengucapkan “Subhanallah”. Tetapi imam tetap saja duduk. Tidak lama kemudia dia rubuh kebelakang.