Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Jumat, Juli 29, 2011

Memberikan Adab (Didikan) Kepada Anak Adalah Pemberian Utama Seorang Ayah


Tidak ada seorang ayah memberi anaknya sesuatu pemberian yang lebih utama dari memberikan adab (didikan) yang baik. ( HR. Tirmidzi)
Pendidikan untuk anak yang  pertama dan utama adalah mengenal ajaran Islam. Sebab, kehidupan yang baik akan diperoleh hanya jika dijalankan sesuai dengan nilai-nilai agama Islam. Ajaran Islam memberikan jawaban terhadap semua persoalan dalam kehidupan didunia untuk memperoleh kebahagiaan didunia dan diakhirat. Tidak ada solusi lain yang lebih baik.

Rabu, Juli 27, 2011

Tata Cara Melaksanakan Ziarah Kubur


Dahulu saya mencegah kamu berziarah ke kuburan, namun kini berziarahlah kamu. ( HR. Muslim)
Menjelang datangnya bulan Ramadhan, salah satu tempat yang ramai dikunjungi adalah kuburan. Ziarah kubur memang tidak dilarang. Agar ziarah kubur itu tidak menyimpang atau melanggar ketentuan, perlu diketahui juga tata caranya sesuai dengan tuntunan yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Buraidah r.a berkata, adalah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan kepada para sahabat jika pergi kekubur supaya membaca : “ Selamat sejahtera bagimu penduduk kaum mu’minin dan muslimin, dan kami insya Allah akan mengikuti kamu, saya mohon kepada Allah untuk kami dan kamu keselamatan. ( HR. Muslim)
Ibnu ‘Abbas r.a berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berjalan di kubur Madinah, maka ia menghadap ke kubur itu sambil bersabda :” Assalamu ‘alaikum yaa ahlal kubuur yaghfirullaahu lanaa walakum antum salafuun wanahnu bil atsar = Selamat  sejahtera kepadamu hai ahli kubur, semoga Allah mengampunkan kami dan kamu, kamu telah mendahului kami dan kami berikutnya.” ( HR. At-Tirmidzi)
Dari hadits-hadits tersebut, kita dapat tuntunan tentang do’a yang patut dibaca ketika berada dikuburan. Cukup singkat do’a ini. Karena ini tuntunan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, kita ikuti dengan ikhlas. Sangat perlu dijaga, bahwa kita bedo’a (memohon/meminta) hanya kepada Allah SWT. Bukan kepada yang lain.
Perlu juga diperhatikan sikap  ketika berada di areal pekuburan. Yaitu, jangan duduk diatas kuburan.
Jangan kamu shalat menghadap kubur dan jangan duduk diatas kuburan. ( HR. Muslim)
Kalau seseorang duduk diatas bara api sehingga terbakar pakaian dan menembus kepadanya, maka yang demikian itu lebih baik baginya dari pada duduk diatas kubur. ( HR. Muslim)


Minggu, Juli 24, 2011

Membaca Al Qur'an Sampai Khatam (Tamat)

Bagi seorang mu’min, membaca Al Qur’an telah menjadi kecintaannya. Pada waktu membaca Al Qur’an, ia sudah merasa seolah-olah jiwanya menghadap kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, menerima amanat dan hikmat suci, memohon limpah karunia serta rahmat dan pertolongan-Nya. Membaca Al Qur’an telah menjadi wiridnya yang tertentu, baik siang ataupun malam. Dibacanya halaman demi halaman, surat demi surat dan juz demi juz, akhirnya sampai khatam (tamat). Tidak ada suatu kebahagiaan didalam hati seseorang mukmin melainkan bila dia dapat membaca Al Qur’an sampai khatam, itulah puncak dari segala kebahagiaan hatinya.

Rabu, Juli 20, 2011

Bermaaf-maafan Sebelum Ramadhan


Beberapa hari  lalu, saya menghadiri undangan di sebuah masjid. Acaranya, memperingati Isra’ Mi’raj dan menyambut bulan suci Ramadhan. Acara diakhiri dengan bersalam-salaman. Saya ingin sekali  mengetahui dasar diadakannya  bermaaf-maafan menjelang Ramadhan itu. Saya cari di buku-buku yang saya miliki, tidak menemukannya.  Beberapa kali saya coba klik di google, tidak menemukan juga. Akhirnya, saya menemukan sebuah artikel yang membahas persoalan itu.  Karena ada kebolehan untuk meng- copy paste- artikel tersebut, maka saya lakukan. Saya ingin berbagi informasi  sebagai bahan renungan (tidak untuk memperdebatkannya), saya sampaikan artikel tersebut sbb :

Selasa, Juli 19, 2011

Sempatkanlah Beribadah Agar Allah Memenuhi Hatimu Dengan Kekayaan


Wahai hamba-hamba Ku, sempatkanlah beribadah kepada Ku , nanti Aku penuhi hatimu dengan kekayaan serta kecukupan dan tanganmu dengan rezeki. Janganlah menjauhkan diri dari Ku, nanti Aku penuhi hatimu dengan kemiskinan dan tanganmu akan syarat dengan kesibukan. ( HR. Tirmidzi)
Menurut hadits qudsi ini,  Allah SWT memerintahkan kita supaya menyempatkan diri untuk beribadah dan jangan menjauhkan diri dari-Nya. Hasil dan akibat dari perbuatan itu, juga dinyatakan dengan jelas. Dengan demikian, tidaklah sulit memahaminya.
Allah SWT tahu benar, bahwa kekayaan dan kecukupan itu, sangat dibutuhkan manusia. Banyak waktu digunakan untuk mandapatkan kekayaan dan kecukupan itu.Hari-hari selalu ditandai dengan kesibukan. Berhasilkah mendapatkan kekayaan dan kecukupan itu? Belum tentu.

Minggu, Juli 17, 2011

Membaca Al Qur'an Dirumah Agar Terhindar Dari Kejahatan, Sempit Dan Susah


Dari Anas r.a  Rasulullah bersabda :” Hendaklah kamu beri nur ( cahaya) rumah tanggamu dengan shalat dan dengan membaca Al Qur’an”. ( HR Baihaqi)
Dari Anas r.a, Rasulullah memerintahkan : “ Perbanyaklah membaca Al Qur’an dirumah, sesungguhnya didalam rumah yang tidak ada orang membaca Al Qur’an , akan sedikit sekali dijumpai kebaikan dirumah itu, dan akan banyak sekali kejahatan, serta penghuninya selalu merasa sempit dan susah.” ( HR Daru Quthni)
Setiap keluarga tentu menginginkan adanya cahaya dirumah tangganya. Ingin pula, dirumah tangga itu selalu ada kebaikan dan tidak menginginkan kejahatan. Begitu juga, tidak ada yang menginginkan rumah tangga selalu dalam kesempitan dan kesusahan. Berbagai upaya dilakukan. Hanya saja, upaya yang dilakukan tidak selalu berhasil.

Jumat, Juli 15, 2011

Mendidik Anak Agar Jangan Menyekutukan Allah


Dan  ketika Luqman berkata kepada anaknya pada saat dia memberi pelajaran kepadanya :” Hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. (QS Luqman 13)

Dalam Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Allah Ta'ala memberitahukan tentang pesan Luqman kepada anaknya. Nama lengkap Luqman ialah Luqman ibn Anga' bin Sadun, sedang anaknya bernama Taran.

Rabu, Juli 13, 2011

Imbalan Mengajak Kejalan Kebenaran atau Kesesatan


Dari Abu Hurairah RA, katanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : “ Siapa mengajak kejalan kebenaran maka dia beroleh pahala sebanyak pahala yang diterima oleh orang-orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit juapun. Dan siapa mengajak kejalan kesesatan, maka dia beroleh dosa sama banyak dengan dosa orang-orang yang mengikutinya, tidak kurang sedikit juapun”. ( HR. Muslim)
Menjadi kewajiban orang-orang yang beriman untuk selalu mengajak kepada kebenaran. Untuk itu, kita perlu terus mempelajari Al Qur’an dan sunnah Nabi. Sebab, disanalah terdapat kebenaran itu.

Selasa, Juli 12, 2011

Keutamaan Membaca Al Qur'an

Al Qur’an adalah kitab suci yang merupakan sumber utama dan pertama ajaran Islam, menjadi petunjuk kehidupan umat manusia, diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, sebagai salah satu rahmat yang tak ada taranya bagi alam semesta. Didalamnya terkumpul wahyu Ilahi yang menjadi petunjuk, pedoman dan pelajaran  bagi siapa yang mempelajari serta mengamalkannya. Al Qur’an adalah Kitab Suci yang terakhir diturunkan Allah, yang isinya mencakup segala pokok-pokok syari’at yang terdapat dalam kitab-kitab suci  yang diturunkan sebelumnya. Karena itu, setiap orang yang mempercayai  Al Qur’an, akan bertambah cinta kepadanya, cinta untuk membacanya, untuk mempelajari dan memahaminya serta pula untuk mengamalkan dan mengajarkannya sampai merata rahmatnya dirasai dan dikecap oleh penghuni alam semesta.

Senin, Juli 11, 2011

Belajar Tata Cara Melaksanakan Puasa Ramadhan Menuju Taqwa

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. ( QS. Al Baqarah 183)
Ramadhan menjelang datang. Orang-orang beriman tentu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk melaksanakan perintah Allah SWT itu. Melaksanakan puasa Ramadhan memang perlu persiapan. Sebab, kita tidak ingin kehilangan kesempatan terbaik untuk mendapatkan rahmat, ampunan dan terhindar dari api neraka. Puasa kali ini tentu bukan yang pertama. Tetapi boleh jadi yang terakhir.
Mempelajari tuntunan Al Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tentang puasa, adalah upaya terbaik dalam mempersiapkan diri. Sudah bukan waktunya lagi melaksanakan ibadah alakadarnya, sekedar ikut-ikutan atau menjalankan tradisi. Luruskan niat dan laksanakan sesuai tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Tujuan puasa itu sudah cukup jelas, yaitu agar menjadi taqwa. Hal ini lah yang patut diupayakan dengan sungguh-sungguh.
Diantara tatacara puasa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah:

Minggu, Juli 10, 2011

Mengobati Kegelisahan, Tidak Tenteram dan Pikiran Kusut Dengan Al Qur'an


Pada suatu ketika datanglah seseorang kepada sahabat Rasulullah yang bernama Ibnu Mas’ud  r.a meminta nasehat, katanya :” Wahai Ibnu Mas’ud, berilah nasehat yang dapat kujadikan obat bagi jiwaku yang sedang gelisah. Dalam beberapa hari ini aku merasa tidak tenteram,  jiwaku gelisah dan pikiranku kusut, makan tak enak, tidurpun tak nyenyak”.
Maka Ibnu Mas’ud menasehatinya, katanya :” Kalau penyakit itu yang menimpamu maka bawalah hatimu mengunjungi tiga tempat, yaitu ketempat orang membaca Al Qur’an, engkau baca Al Qur’an atau engkau dengar baik-baik orang yang membacanya; atau engkau pergi kemajelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Allah; atau engkau cari waktu dan tempat yang sunyi disana engkau berkhalwat  menyembah Allah, umpama diwaktu tengah malam buta, disaat orang sedang tidur nyenyak, engkau bangun mengerjakan shalat  malam, meminta  dan memohon kepada Allah ketenangan jiwa, ketenteraman pikiran  dan kemurnian hati. Seandainya jiwamu belum juga terobat dengan cara ini, engkau minta kepada Allah, agar diberinya hati yang lain, sebab hati yang kamu pakai itu, bukan lagi hatimu”.
Setelah orang itu kembali kerumahnya, diamalkannyalah nasehat Ibnu Mas’ud r.a itu. Dia pergi mengambil wudhu kemudian diambilnya Al Qur’an, terus dia baca dengan hati yang khusyu’. Selesai membaca Al Qur’an. berubahlah kembali jiwanya, menjadi jiwa yang tenang  dan tenteram, pikirannya jernih, kegelisahannya hilang sama sekali. (Sumber : Al Qur’an dan terjemahnya)

Sabtu, Juli 09, 2011

Nabi Muhammad SAW Memecahkan Batu Keras Dengan Membaca Al-Qur'an


Sebuah batu tidak bisa pecah ketika Salman Farsi RA sedang menggali. Hal ini dilaporkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam memukul batu yang sangat keras ini dengan peralatannya dan membaca Al Qur’an surat Al An ‘am  115;
(Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu ( Al Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil).
Ini menyebabkan percikan dan sepertiga batu karang tersebut rompal. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam untuk kedua kalinyamemukul batu tersebut dengan peralatannya sambil membaca Al An ‘am 115 :
(Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu ( Al Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-Nya.)
Ini kembali menyebabkan percikan, dan sepertiga batu karang tersebut rompal. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam untuk ketiga kalinya memukul batu tersebut sambil membaca Al An ‘am 115 :

Kamis, Juli 07, 2011

Puasa Tidak Sekedar Lapar dan Haus


Beberapa hari lagi bulan Ramadhan akan datang. Pada bulan itu, diwajibkan berpuasa bagi orang-orang yang beriman. Puasa itu, menahan makan, minum dan hubungan suami isteri selama lebih kurang 14 jam. Lamanya berpuasa, bisa berbeda-beda di lain negara.
Ketika puasa, akan ada rasa lapar dan haus. Namun, puasa bukan sekedar untuk berlapar-lapar dan berhaus-haus. Ada tujuan lebih mulia, yaitu menjadi orang yang taqwa. Puasa adalah sebuah ibadah. Agar ibadah mempunyai nilai disisi Allah SWT, perlu memahami tuntunannya.
Ada dua kaidah mendasar agar ibadah diterima oleh Allah SWT, yaitu niat dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Dari Umar bin Khattab ra berkata, saya mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :” Sesungguhnya setiap amal bergantung kepada niat. Dan pahala untuk setiap orang diberikan sesuai dengan apa yang diniatkannya. Siapa yang berhijrah dengan niat karena hendak memperoleh keridhaan Allah dan Rasul-Nya, maka pahalanya ada disisi Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang berhijrah dengan niat hendak memperoleh harta kekayaan (kebanggaan duniawi) atau hendak mengawini seorang wanita yang dicintainya, maka pahala hijrahnya sesuai dengan niatnya pula. ( HR. Mutafaq Alaih)

Senin, Juli 04, 2011

Jangan Berobat Dengan Yang Haram

Sesungguhnya Allah SWT tidaklah menjadikan obat penyembuh, pada hal-hal yang diharamkan atasmu. ( HR. Thabrani)
Ketika ditimpa suatu penyakit, keinginan untuk sebuh biasanya sangat besar. Hal yang wajar. Sebab, sakit itu tidak menyenangkan. Banyak aktivitas tidak dapat dilaksanakan dengan baik ketika sakit. Sedangkan aktivitas merupakan kebutuhan manusia.
Berupaya untuk sembuh, patut dilakukan sungguh-sungguh. Namun, perlu berhati-hati. Jangan sampai keinginan untuk sembuh itu memunculkan pola pikir menghalalkan segala  cara. Patut dicermati benar, agar  cara berobat dan obat yang digunakan itu tidak termasuk hal-hal yang diharamkan.
Sesuai dengan tuntunan hadis diatas, Allah SWT tidaklah menjadikan obat penyembuh pada hal-hal yang diharamkan.  Yakinkan diri sungguh-sungguh, bahwa hanya Allah SWT yang dapat menyembuhkan penyakit. Agar mendapat kesembuhan dari Allah SWT, sepatutnya hindari hal-hal yang haram didalam berobat.  Sebab, disamping hal-hal yang haram itu tidak menjadi obat penyembuh, juga menambah dosa jika dilakukan. Jangan sampai terjadi, sakit tidak sembuh, dosa bertambah.
Pekanbaru, 4 Juli 2011

Sabtu, Juli 02, 2011

Dua Macam Nikmat Yang Banyak Dilupakan Manusia


Ibnu Abbas r.a berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam bersabda :” Ada dua macam nikmat yang banyak dilupakan manusia, yaitu nikmat kesehatan dan kesempatan (umur). (HR.  Bukhari)
Ketika sakit datang, kita dapat merasakan betapa pentingnya kesehatan. Kita berusaha sungguh-sungguh untuk sembuh. Setelah sembuh, adakalanya kita lupa lagi, bahwa sakit dapat datang sewaktu-waktu. Kesempatan untuk sehat lagi masih  ada.
Bagaimana dengan kematian?  Ketika kematian sudah datang, tidak ada kesempatan lagi untuk kembali kepada kehidupan dunia. Kesempatan hidup di dunia hanya datang satu kali.
Kesehatan dan umur merupakan nikmat yang diberikan Allah SWT kepada manusia.  Rasulullah saw telah mengingatkan, bahwa kedua nikmat itu banyak dilupakan manusia. Mungkin juga, kita termasuk dalam kelompok itu.
Banyak aktivitas dapat dilakukan dengan baik ketika sehat. Karena itu, mumpung masih sehat, pergunakan semaksimal mungkin untuk mengumpulkan bekal untuk hari esok. Tambah terus ilmu dan keterampilan. Hari esok penuh dengan tantangan dan peluang.
Perjalanan esok setelah kehidupan didunia ini, sangatlah panjang dan sendirian. Tidak ada teman, tidak ada saudara. Oleh sebab itu, perlu bekal lebih banyak lagi. Mumpung masih memiliki kesempatan (umur), pergunakan semaksimal mungkin untuk beribadah. Terus sempurnakan pelaksanaan ibadah itu dengan ilmu pengetahuan.
Tidak ada yang tahu, kapan datangnya penyakit dan kematian. Bijaksana sekali jika kita senantiasa memanfaatkan kesehatan dan umur dengan sebaik-baiknya.
Pekanbaru, 2 Juli 2011