Al Qur’an sebagai kitab suci, wahyu ilahi, mempunyai adab tersendiri bagi orang-orang yang membacanya. Adab itu sudah diatur dengan sangat baik, untuk penghormatan dan keagungan Al Qur’an tiap-tiap orang harus berpedoman kepadanya dalam mengerjakannya.
Al-Qur'an
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)
Senin, Oktober 31, 2011
Rabu, Oktober 26, 2011
Berqurban Dengan Ikhlas
Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah ). ( QS. Al-Kausar 108: 2)
Jumlah peserta qurban di sebuah masjid didekat tempat tinggal saya, tercatat sudah penuh untuk 16 ekor sapi. Untuk sapi yang ke 17 baru ada seorang. Padahal, Idul Adha masih sekitar dua minggu lagi. Setiap peserta qurban menyetorkan uang sebesar Rp. 1.150.000,-
Di masjid-masjid lain, kemungkinan peserta qurbannya juga banyak. Hal ini tentu mengembirakan. Semangat berqurban sudah tumbuh dengan baik dikalangan masyarakat muslim. Semangat ini perlu terus dipelihara dan ditingkatkan.
Ibadah qurban, merujuk pada perintah Allah SWT kepada Nabi Ibrahim a.s untuk menyembelih anaknya Ismail. Keduanya benar-benar ikhlas melaksanakan perintah Allah SWT itu. Sebuah keikhlasan luar biasa. Jika kita diminta berqurban seekor kambing/domba atau seekor sapi untuk 7 orang, tentu sangat layak juga untuk ikhlas.
Semangat berqurban yang berisi keikhlasan untuk melaksanakan perintah Allah SWT, patut pula mewarnai ibadah-ibadah lainnya. Termasuk ibadah yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak seperti zakat, infak dan sedekah.
Dan dalam harta orang yang berkecukupan itu terdapat hak orang yang meminta dan orang yang tidak meminta. ( QS Adz-Dzariyat 51: 19)
Bengkulu, 21 Oktober 2011
Minggu, Oktober 23, 2011
Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban
Diriwayatkan dari Jundab bin Sufyan katanya, aku pernah menyaksikan sembelihan qurban sewaktu bersama Rasulullah saw sebelum menunaikan shalat dan ketika selesai shalat dengan memberi salam, NABI mendapati daging qurban telah disembelih sebelum selesai menunaikan shalat. Nabi bersabda:” Siapa yang telah menyembelih qurbannya sebelum dia menunaikan shalat (id), dia hendaklah menyembelih yang lain sebagai gantinya. Dan siapa yang belum melakukan sembelihan, dia hendaklah menyembelih dengan menyebut nama Allah. ( HR. Bukhari-Muslim)
Hari-hari menjelang Idul Adha, biasanya umat Islam selalu mempersiapkan hewan qurban. Hewan yang banyak terlihat untuk qurban adalah sapi dan kambing. Hewan-hewan ini sudah dapat ditemukan dipinggiran kota. Hal ini tentu memberi kemudahan kepada pengurus/panitia qurban ataupun umat Islam yang ingin berqurban.
Persiapan ibadah qurban, tentu tidak hanya sekedar menyiapkan hewan qurban. Tata-cara penyembelihan qurban, juga patut disesuaikan dengan tuntunan Rasulullah saw. Berdasarkan hadis diatas, ada dua hal mendasar yang berhubungan dengan penyembelihan hewan qurban. Pertama, waktunya adalah setelah selesai shalat id. Kedua, ketika menyembelih hendaklah menyebut nama Allah.
Diriwayatkan dari Anas, katanya Nabi saw telah berqurban dengan dua ekor kibas berwarna putih agak kehitam-hitaman dan bertanduk. Nabi menyembelih keduanya dengan tangan Nabi sendiri sambil menyebut nama Allah, bertakbir dan meletakkan kaki Nabi diatas belikat (berdekatan tengkuk) keduanya. ( HR. Bukhari-Muslim)
Bengkulu, 20 Oktober 2011
Kamis, Oktober 20, 2011
Pentingnya Menjaga Niat Dalam Beribadah
Kita boleh saja merasa senang karena sudah banyak melakukan ibadah. Tidak hanya ibadah wajib, tetapi juga ibadah sunat. Namun, tidak ada salahnya kita selalu bertanya pada diri sendiri. Sudahkah ibadah tersebut dilaksanakan dengan cara dan niat yang benar?.
Ibadah yang benar tentu saja harus sesuai dengan tuntunan Al Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad saw. Niat, merupakan kunci penting dalam beribadah. Karena itu, sangat penting menjaga niat dalam beribadah.
Tidak mudah menjaga niat. Akan selalu ada godaan. Sebagai motivasi agar selalu dapat menjaga niat dalam beribadah, hadis dibawah ini dapat dijadikan bahan renungan.
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya golongan pertama manusia yang akan diadili pada hari kiamat ada tiga. Di antaranya adalah seorang lelaki yang mati dalam upaya mencari kesyahidan. Dia didatangkan dan ditunjukkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan yang sekiranya akan dia peroleh karena amalnya, maka dia pun mengetahuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan untuk mendapatkannya?’. Dia menjawab, ‘Aku telah berperang di jalan-Mu sampai akhirnya aku mati syahid.’ Allah berkata, ‘Dusta kamu. Sebenarnya kamu berperang demi mendapatkan julukan sebagai orang yang gagah berani, dan hal itu telah kamu dapatkan.’ Lantas orang itu diseret oleh malaikat dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian, ada seorang lelaki yang suka mempelajari ilmu dan mengajarkannya, serta pandai membaca al-Qur’an. Dia pun didatangkan. Ditunjukkanlah kepadanya kenikmatan-kenikmatan yang akan diperoleh karena amalnya, maka dia pun mengetahuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan untuk mendapatkannya?’. Dia menjawab, ‘Aku telah mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca al-Qur’an untuk-Mu.’ Allah mengatakan, ‘Dusta kamu. Sebenarnya kamu mempelajari ilmu demi mendapatkan sebutan sebagai orang yang berilmu, dan kamu membaca al-Qur’an agar disebut sebagai ahli baca al-Qur’an. Dan sebutan itu telah kamu dapatkan.’ Lantas orang itu diseret oleh malaikat dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dilemparkan ke dalam neraka. Berikutnya, seorang lelaki yang Allah lapangkan untuknya harta dan Allah berikan kepadanya berbagai jenis kekayaan. Dia pun didatangkan. Ditunjukkanlah kenikmatan-kenikmatan yang akan diperoleh dengan sebab amalnya, maka dia pun mengetahuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang sudah kamu kerjakan untuk mendapatkannya?’. Dia menjawab, ‘Tidak pernah aku lewatkan satu perkara pun yang Engkau sukai untuk aku berinfak kepadanya, melainkan aku pasti telah menginfakkan hartaku padanya karena-Mu.’ Allah berkata, ‘Dusta kamu. Sebenarnya kamu lakukan itu agar kamu disebut sebagai dermawan, dan hal itu telah kamu dapatkan. Kemudian orang itu pun diseret dalam keadaan tertelungkup di atas wajahnya hingga akhirnya dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)
Pekanbaru, 4 Oktober 2011
Senin, Oktober 17, 2011
Tata Cara Memperlakukan Al Qur'an Dengan Ta'zim (Hormat)
Dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau. ( QS. Ath-Thaariq 86 : 14)
Ini sebuah penegasan bahwa apa saja yang diceritakan dalam Al Qur’an bukan senda gurau, tapi ajaran-ajaran penting bagi kehidupan. Karena itu kita wajib memperlakukan Al Qur’an dengan penuh ta’dzim (hormat), yaitu dengan cara :
1. Mengimaninya.
Maksudnya, kita wajib yakin (iman) bahwa Al Qur’an berisi petunjuk bagi kebahagiaan dunia akhirat :” Wahai orang-orang yang berima, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kepada kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”. ( QS An_Nisa 4: 136)
Jumat, Oktober 14, 2011
Pedagang Yang Benar Dan Jujur
Pedagang yang benar lagi jujur akan bersama para Nabi, orang-orang saleh dan syuhada di Yaumil Qiyamah nanti. ( HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Pedagang merupakan unsur penting dalam masyarakat. Pedagang yang bersikap benar lagi jujur mempunyai pengaruh signifikan ditengah-tengah masyarakat.
Kebiasaan bersikap benar dan jujur, patut ditanamkan sejak dini dan terus dipelihara. Jika sejak kecil sudah terbiasa dengan sikap benar dan jujur, Insyaallah akan terbawa seumur hidup.
Senin, Oktober 10, 2011
Mengambil Barang Yang Bukan Hak
Dari `Umar bin Khaththab ra. berkata: "Ketika selesai perang Khaibar beberapa sahabat Nabi saw. pulang kembali dan mereka menyebut-nyebut bahwa si Fulan mati syahid, si Fulan mati syahid, sehingga mereka bertemu dengan seseorang di tengah jalan mereka mengatakan: "Si Fulan mati syahid". Kemudian Nabi saw. bersabda: "Tidak, sesungguhnya saya melihat si Fulan berada dalam neraka karena ia menyembunyikan kain mantel hasil rampasan perang yang belum dibagi". (HR. Muslim).
Begitu besarnya akibat yang harus ditanggung akibat mengambil barang bukan hak. Mati dalam peperangan membela agama, tetapi masuk neraka hanya gara-gara mengambil kain mantel. Alangkah ruginya.
Jumat, Oktober 07, 2011
Tiga Model Manusia Menyikapi Petunjuk Allah
Ada tiga model manusia dalam menyikapi petunjuk-petunjuk Allah yang tertera dalam al Qur’an. Hal ini dijelaskan dalam ayat berikut : “ Kemudian kitab Al Qur’an itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih diantara hamba-hamba Kami, lalu diantara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan diantara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah . Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” ( QS Faatihir 35: 32)
Selasa, Oktober 04, 2011
Ketaatan Wanita Kepada Suaminya
Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, menaati suaminya dan menjaga kehormatannya, maka dia akan masuk surga. ( HR. Ibnu Hibban)
Bagi seorang wanita, untuk dapat masuk surga salah satu syaratnya adalah menaati suami disamping melaksanakan shalat lima waktu dan puasa di bulan Ramadhan. Begitu pentingnya ketaatan kepada suami. Tentu saja ketaatan yang tidak untuk melanggar perintah Allah SWT dan Rasululllah Shallallahu Alaihi Wasallam.
Wanita mana saja yang meninggal, sedangkan suaminya dalam keadaan ridha kepadanya maka dia akan masuk surga. ( HR At- Tirmidzi)
Kalau saja aku diperbolehkan memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, niscaya aku akan perintahkan seorang isteri bersujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, sungguh seorang isteri itu tidak dikatakan menunaikan hak Rabb-nya hingga dia menunaikan hak suaminya. (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Aisyah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam : “ Siapakah manusia yang lebih berhak atas seorang wanita? Maka beliau menjawab :” Suaminya”. ( HR Al-Hakim dan Al-Bazzar)
Semakin tegas kedudukan suami bagi seorang wanita. Tentu masih banyak ayat Al Qur’an dan hadits yang berhubungan dengan wanita. Untuk itu, teruslah mempelajari dan memahaminya. Kemudian jadikan tuntunan Al Qur’an dan sunnah Nabi itu sebagai pegangan hidup.
Pekanbaru, 3 Oktober 2011
Sabtu, Oktober 01, 2011
Bijaksana Mensikapi Peluang Berhutang
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim )
Jiwa orang yang beriman akan tertahan sebab utangnya sampai utang tersebut terlunasi. (HR Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah).
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberi kemudahan bagi manusia dalam menjalankan aktivitasnya. Namun, kemajuan itu juga membawa dampak semakin banyaknya kebutuhan manusia. Kehidupan terasa belum lengkap tanpa memiliki berbagai produk teknologi.
Langganan:
Postingan (Atom)