Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Minggu, Mei 30, 2010

Berbelanja Sayuran Dan Memasak Ketika Haji.

Berbelanja merupakan kegiatan tambahan bagi jemaah haji. Banyak ibu –ibu berbelanja sayuran untuk dimasak. Hebatnya, memasak nasi dan sayuran itu menggunakan air zam-zam. Hal ini dilakukan ketika di Makkah. Sangat mudah mendapatkan air zam-zam. Cukup dengan membawa botol kosong. Tempat mengisi botol dengan air zam-zam ini banyak disekitar Masjidil Haram. Perlu diingat, membawa botol kosong kedalam masjid, dilarang. Letakkanlah ditempat yang memungkinkan mengambilnya nanti setelah shalat. Insyaallah tidak akan hilang.
Berbagai jenis sayuran ada dijual diwarung-warung, Tidak bisa berbahasa arab, tidak usah khawatir. Gunakan saja bahasa Indonesia. Sebagian besar penjual diwarung atau toko kecil dapat berbahasa Indonesia. ‘ Mari..murah..bagus’ adalah kata-kata yang senantiasa kita dengar bila melewati warung/pertokoan. Itu adalah kata-kata yang digunakan penjual menawarkan dagangannya.

Manfaat Dan Musibah Adalah Ketetapan Allah

Suatu hari aku berada dibelakang Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Lalu beliau bersabda : Wahai anak muda! Sesungguhnya aku hendak mengajarkan padamu beberapa kalimat yaitu: ‘Jagalah Allah pasti Dia akan menjaga dirimu, Peliharalah Allah tentu engkau dapati Dia akan memuliakan dirimu. Kalau engkau hendak meminta sesuatu, mohonlah kepada Allah. Bila engkau mengharapkan pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah juga. Ketahuilah, bahwa meski bagaimanapun sekelompok orang bersepakat untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, mereka pasti takkan dapat melakukannya kecuali bila sesuatu manfaat itu memang benar-benar telah ditetapkan oleh Allah bagimu. Sebaliknya, jika mereka bersepakat buat menimpakan suatu musibah/bahaya pada dirimu, mereka tentu takkan kuasa hendak melaksanakannya kecuali bila suatu musibah tersebut sungguh-sungguh sudah dicatat oleh Allah atas dirimu. Tangkai pena telah menuliskannya dan lembaran catatanpun keringlah sudah’. ( HR. At -Tirmidzi)
Ada kalanya, kekesalan datang karena sesuatu yang diharapkan dan sudah akan diperoleh, tiba-tiba batal. Pikiran mulai mencari-cari, ini ulah siapa. Dengan membaca hadis tersebut diatas, pikiran saya menjadi tenang. Apapun yang diperoleh, itu adalah ketentuan Allah SWT. Apapun yang tidak diperoleh, juga ketetapan Allah SWT.
Mencari-cari kesalahan siapa terhadap sesuatu yang gagal kita peroleh, ternyata tidak ada gunanya. Buang-buang waktu dan energi. Boleh jadi sikap seperti itu hanya merusak hubungan baik. Sebaliknya, mengharapkan keberhasilan dari pertolongan orang lain, juga tidak dibenarkan. Meminta apapun, hanya kepada Allah SWT. Berusaha dan berfikir sungguh-sungguh memang perlu. Tetapi, bagaimana hasilnya serahkan saja kepada Allah SWT.
Pekanbaru, 27 Mei 2010

Melaksanakan Ibadah Haji Dengan Ilmu Dan Motivasi.

Ibadah haji memang menuntut kesehatan tubuh. Namun menurut saya, kondisi tubuh itu dipengaruhi juga oleh semangat dan motivasi. Motivasi yang kuat, memberi semangat dan kekuatan kepada tubuh. Menjaga kesehatan memang perlu, tetapi tidak memanjakan tubuh. Banyak bergerak dan diimbangi dengan asupan makanan serta vitamin yang memadai, Insyaallah banyak yang dapat dikerjakan. Ambillah jatah makanan dan minuman sesuai hak (ketentuan). Bila mengambil lebih, boleh jadi kita mengambil hak orang lain. ..Jagalah Allah pasti Dia akan menjaga dirimu, Peliharalah Allah tentu engkau dapati Dia akan memuliakan dirimu…( HR At Tirmidzi)

Selasa, Mei 25, 2010

Malaikat Dan Penghuni Langit dan Bumi Memohonkan Rahmat Bagi Orang Yang Mengajarkan Kebaikan

“”Sesungguhnya Allah SWT, juga malaikat serta penghuni langit dan bumi, sampai-sampai semut yang ada didalam lubangnya dan ikan hiu yang ada dilautan, semuanya memohonkan rakhmat bagi orang yang mengajarkan kebaikan pada orang banyak “. ( HR Tirmidzi).

Begitu penting nya mengajarkan kebaikan. Begitu besarnya manfaat bagi seseorang yang mengajarkan kebaikan. Hendaknya hal ini menjadi pendorong bagi kita agar selalu berusaha menyampaikan kebaikan itu. Banyak cara dapat ditempuh dalam mengajarkan kebaikan. Salah satunya melalui tulisan.

Sangat perlu dipahami, bahwa kebaikan yang diajarkan itu hendaklah memiliki acuan yang benar dan tepat. Sebab, bila ukuran kebaikan bersifat subyektif, maka bisa terajarkan kebaikan semu. Kebaikan yang sesungguhnya adalah kebaikan menurut Al Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu "alaihi Wasallam. Oleh sebab itu, para pengajar kebaikan, sudah sepatutnya mencari kebenaran berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Wallahu a'lam...
Pekanbaru, 5 Mei 2010.

Lebih Berhati-Hati Ketika Di Mina

Selesai wukuf di Arafah, jemaah haji akan menuju Musdalifah dan Mina. Sepanjang perjalanan ini, akan terlihat banyak sekali pejalan kaki. Di Musdalifah, jemaah haji mengambil batu untuk melontar. Ada baiknya mengambil batu untuk melontar jumrah di 
Musdalifah. Mencari batu di Mina, agak sulit karena, sudah semenisasi.

Bagi yang ingin berjalan kaki dari Musdalifah ke Mina, dapat mengikuti arus jemaah. Cukup ramai. Jangan lupa selalu mengubungi teman-teman yang sudah berada ditenda. Mencari tenda di Mina, agak sulit.

Melaksanakan Ibadah Di Madinah

Nyaman sekali berada di kota Madinah. Jemaah haji regular melaksanakan arbain. Shalat wajib 40 waktu. Jarak pemondokan dan Masjid Nabawi biasanya tidak terlalu jauh.
Kemungkinan nyasar dikota ini kecil. Sebab, kotanya tidak terlalu besar. Mesjid Nabawi sebagai pusat kegiatan ibadah, kondisinya relatif mudah diingat. Pemahaman jalan/cara dari pemondokan ke Masjid Nabawi dan sebaliknya tetap saja diperlukan.

Dengan menjadikan Masjid Nabawi sebagai patokan, Insyaalah tidak akan mengalami kesulitan berkeliling di Kota Madinah. Tidak usah takut nyasar, tetapi jangan takabur. Manfaatkan waktu selesai shalat subuh untuk berkeliling.

Pekanbaru, 25 Mei 2010

Berkeliling Di Kota Mekah

Jangan takut sesat (nyasar). Sebab, perjalanan haji regular itu sekitar 40 hari. Waktu untuk ziarah bersama, diatur oleh penyelenggara satu kali di Makkah dan satu kali di Madinah. Di luar waktu itu, para jemaah diberi kebebasan. Sayang sekali bila waktu dihabiskan hanya di maktab.

Arus lalu lintas kendaraan di Kota Makkah, selalu menuju ke Masjidil Haram atau sebaliknya. Hal ini memudahkan kita untuk ziarah. Waktu yang baik untuk sekedar melihat-lihat adalah selesai shalat subuh dengan memperhitungkan waktu zuhur. Jadikanlah Masjidil Haram itu pedoman/patokan. Pahami benar jalan/cara dari maktab(pemondokan) ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Bila ini sudah dipahami, boleh menuju kemana saja. Menurut saya, lebih nyaman jalan kaki. Banyak bisa dilihat dan kemungkinan nyasarnya kecil.

Sekedar contoh, waktu itu maktab saya di Aziziah Simaliah. Saya dan beberapa teman, menyewa angkutan umum. Dengan membayar 20 real, kami diantar ke beberapa tempat. Berakhir di gua Hira. Sampai digua Hira, teman –teman meneruskan perjalanan naik kepuncaknya sedang saya dan isteri memilih jalan kaki ke Masjidil Haram. Dengan sedikit bertanya dan memperhatikan arus kendaraan, Insyaallah kami sampai juga di Masjidil Haram menjelang shalat zuhur. Perjalanannya satu jam lebih.

Menjelang berakhirnya perjalanan ibadah haji, saya dan isteri makin sering memanfaatkan waktu untuk jalan kaki. Ini kami lakukan selesai shalat Isya di Masjidil Haram menuju pemondokan di Aziziah Simaliah. Lebih 1 jam. Walaupun sedikit capek, namun banyak yang dilihat. Selesai shalat subuh di Majidil Haram, juga kami manfaatkan untuk jalan kaki berkeliling.

Bila ingin berjalan-jalan di Makkah, perlu diperhatikan kondisi perut. Sulit menemukan toilet umum. Bila memang terpaksa, jangan ragu-ragu untuk numpang ke toilet di hotel. Ada baiknya juga pilih-pilih hotel.
Pekanbaru, 23 Mei 2010

Melaksanakan Ibadah Haji Dan Persiapan Pakaian

Pakaian yang wajib dibawa oleh laki-laki adalah ihram. Bagi jemaah haji gelombang I, bila tidak ingin repot membawa dari tanah air, dapat membelinya di Madinah. Tidak sulit mencarinya. Sudah mencukupi membawa pakaian ihram 3 potong saja. Sebab, selalu ada kesempatan untuk mencuci. Mau memasukkan ke laundry, juga tidak sulit menemukannya.

Pakaian sehari-hari, 3 pasang juga cukup. Sebaiknya menggunakan pakaian yang kantongnya pakai penutup (rosleting/kancing). Dengan adanya penutup, kantong-kantong baju dan celana dapat dimanfaatkan secara maksimal. Untuk berjaga-jaga, ada baiknya ketika bepergian tidak meletakkan uang di satu kantong.

Mempersiapkan Koper/Tas Untuk Ibadah Haji

Sudah beberapa minggu ini, setiap hari minggu pagi saya selalu mendengar manasik haji dari sebuah mesjid tidak jauh dari rumah. Informasi tentang haji memang sangat diperlukan oleh calon jemaah. Semakin banyak memperoleh informasi, makin baik. Sebab, haji merupakan sebuah perjalanan ibadah. Waktu nya cukup panjang dan kegiatannya lumayan banyak.

Berdasarkan pengalaman, persiapan yang baik, Insyaallah banyak kemudahan diperoleh. Terkadang hal-hal kecil menjadi berarti. Untuk itu, saya ingin berbagi informasi. Mudah-mudahan bermanfaat.

Rabu, Mei 12, 2010

Jangan Percaya Dukun/Peramal

“ Barang siapa mendatangi ‘Arraaf’ (tukang tenung), dan menanyakan sesuatu kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama 40 hari “. (HR Muslim)
“ Barang siapa yang mendatangi ‘kahin’ (dukun) dan membenarkan apa yang dia katakan , sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW”. (HR Abu Daud)
“Bukan dari golongan kami orang yang menentukan nasib sial dan untung berdasarkan tanda-tanda benda, burung dan lain-lain, yang bertanya dan yang menyampaikannya atau yang bertanya kepada dukun dan yang mendukuninya atau yang menyihir dan yang meminta sihir untuknya, dan barang siapa yang mendatangi kahin (dukun) dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir dari apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW”. (HR Al Bazaar)

Berusahalah Mendapatkan Rezki Halal Dengan Kesabaran

Ketika membaca buku mengatasi cinta dunia oleh Abdullah Gymnastiar, saya tertarik dengan kisah Imam Ali bin Abi Thalib dengan seorang pemuda. Diceritakan, Imam Ali bin Abi Thalib suatu saat menitipkan kudanya kepada seorang pemuda. Sementara beliau masuk kedalam rumah untuk suatu keperluan sambil menyiapkan satu dirham, sekedar untuk upah kepada pemuda yang telah menjaga kudanya. Tapi, ketika keluar dari rumahnya ternyata sang pemuda telah tiada berikut dengan tali kendali kudanya.
Setelah berkeliling ke beberapa penjual tali kuda, ternyata beliau menemukan tali kuda miliknya. Sesudah ditanyakan dari mana tali kuda itu didapat, sang penjual menjelaskan, bahwa tali ini didapat dari seorang yang tidak lain pemuda tadi. Ketika ditanyakan berapa tali itu dijual pemuda tersebut, ternyata tali itu dijual dengan harga 1 dirham.
Sesungguhnya pemuda itu akan mendapat rezeki 1 dirham dalam keadaan halal, sayang dia tidak sabar sehingga dia dapatkan 1 dirham tapi dalam keadaan tidak halal.
Membaca kisah itu, saya jadi mengingat perilaku sendiri. Tidak mustahil, dalam perjalanan hidup ini saya pernah melakukan kebodohan seperti yang dilakukan pemuda itu. Karena ingin cepat mendapatkan sesuatu, terambil yang haram. Karena kurang kesabaran, diambil yang bukan hak. Kepada Allah SWT saya mohon ampun. Kepada yang merasa terambil haknya saya mohon izin dan keikhlasan.
Pekanbaru, 11 Mei 2010

Sabtu, Mei 08, 2010

Mencari Ketenteraman Hati Dengan Mengingat Allah


“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat  Allah-lah hati menjadi tenteram.” ( QS. Ar Ra’d 28).
Menurut Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, hati itu menjadi tenteram dan cenderung kepada sisi Allah, rida ketika mengingatnya, rida kepada Allah sebagai Pelindung dan Penolong. Maka Ia berfirman:” . Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” Yaitu terwujudlah ketenteraman dengan zikir. (Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Jikid 2, Muhammad Nasib Ar-Rifa’i).
Jadi untuk mendapatkan ketenangan, dekatkanlah diri kepada Allah. Sempurnakan ibadah wajib. Perbanyak ibadah sunat. Isi waktu dengan selalu berzikir.

Hakikat Ibadah Adalah Mengesakan Allah

Agar pelaksanaan ibadah yang dilakukan lebih bermakna dan mempunyai nilai, maka ada baiknya kita ketahui hakikat ibadah itu. Kata-kata ibadah tentu tidak asing lagi. Namun, ketika membaca sebuah buku berjudul Menjaga Tauhid: Aqidah Shohihah versus Aqidah Bathilah oleh Abdul Aziz bin Abdullah Bin Baaz, saya mendapatkan suatu definisi. Menurut saya, definisi ini dapat memberi pemahaman cukup jelas dan aplikatif tentang pengertian ibadah.

Hakikat ibadah adalah mengesakan Allah dengan segala macam bentuk perhambaan, seperti do’a, shalat, shaum, qurban, nadzar, serta berbagai macam ibadah lainnya yang dilakukan dengan penuh ketundukan dan kepatuhan kepada Allah, disertai rasa cinta kepada Nya dan rasa hina dalam naungan keagungan Nya.

Rabu, Mei 05, 2010

Menuntut Ilmu Menuju Ke Surga

“Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu pengetahuan, maka dengan sebab kelakuannya itu Allah akan menempuhkan suatu jalan untuknya guna menuju ke surga’. ( HR.  Muslim).
Disebuah stasiun TV diexpose tentang seorang anak SD yang harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 5 km dari rumahnya menuju kesekolah. Hal itu dilakukannya setiap hari sekolah. Begitu besarnya keinginan si anak untuk menuntut ilmu. Mudah-mudahan saja pendidikannya dapat berlanjud terus. Bagi yang menyaksikan nya, termotivasi pula .
Dalam agama Islam, menuntut ilmu agama wajib dilakukan. Ilmu adalah jalan untuk memudahkan masuk surga. Sebaik-baik tempat tinggal adalah surga. Keindahan dan kenyamanannya tidak dapat dibayangkan.
Kehidupan tidak instan. Banyak proses harus dilalui. Ilmu pengetahun dapat menjadi rujukan. Insyaalah…
Pekanbaru, 3 Mei 2010

Banyak-Banyaklah Kamu Berzikir

“ Maukah kalian bila aku beritahu satu amal yang mengungguli seluruh amal ibadah kamu yang lain, yang segera diterima Allah SWT, dan meningkatkan derajadmu dihadapan Allah SWT. Amal ini lebih utama dari mensedekahkan harta emas dan perak di jalan Allah SWT , lebih utama dari berperang melawan musuh Allah SWT, dimana kamu membunuh mereka dan mereka mencoba membunuhmu” Para sahabat menjawab, “ Beritahulah kami”. Muhammad SAW bersabda “ Banyak-banyaklah kamu berzikir kepada Allah SWT. ( HR Abu Al Darda)
Kehidupan didunia memang ditandai adanya ujian dan cobaan. Terkadang kehidupan terasa begitu keras. Kebutuhan hidup selalu menuntut untuk dipenuhi. Sementara peluang untuk mendapatkan penghasilan yang layak tidaklah mudah.
Perbuatan melanggar sariat dapat terjadi dimanapun dan kapanpun. Perbuatan itu, akan menimbulkan masalah bagi pelaku dan juga orang lain. Upaya yang paling tepat agar terhindar dari perbuatan dosa adalah dengan senantiasa mengingat Allah SWT, memohon perlindungan Nya. Untuk itu, banyak-banyak lah berzikir. Kurang bijaksana membatasi zikir hanya ketika didalam mesjid. Juga kurang bijaksana membatasi zikir hanya selesai shalat atau mau tidur. Insyaallah, dengan senantiasa mengingat Allah SWT, akan memperoleh keselamatan didunia dan diakhirat…
Pekanbaru. 4 Mei 2010

Selasa, Mei 04, 2010

Madinah Kota Terbaik Di Dunia

Makkah dan Madinah adalah dua kota yang sangat istimewa bagi umat Islam. Untuk jemaah umrah, kota Makkah dan Madinah merupakan kota tujuan utama. Sedangkan untuk jemaah haji, masih ada tempat lainnya seperti Arafah, Musdalifah dan Mina.


Ketika hijrah, Nabi Muhammad SAW telah membuat suatu permohonan. Beliau berkata : Ya Allah SWT, Engkau telah membawa aku keluar dari kota yang paling Engkau cintai. Tolonglah bawa aku ke kota yang paling Engkau sukai didunia ini’.