Al-Qur'an

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya, pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al-Israa' 36)

Jumat, Desember 31, 2010

Tuntunan Ketika Bersin Dan Menguap


Dari Abu Hurairah r. a. bahawasanya  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda bermaksud: "Sesungguhnya Allah SWT suka orang yang bersin, dan membenci orang yang menguap. Maka apabila seseorang kamu bersin, lalu dia mengucapkan 'Alhamdulillah', maka adalah hak atas setiap Muslim yang mendengarnya pula mengucapkan 'Yarhamukallah!'. Adapun menguap itu adalah dari syaitan. Maka apabila seseorang kamu menguap, hendaklah dia menahannya sekadar termampu. Sebab sesungguhnya apabila seseorang kamu menguap, syaitan akan mentertawakannya" . (HR.  Bukhari).
Dari Abu Said Al-Khudri r. a., katanya : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. yang bermaksud: "Apabila seseorang kamu menguap, hendaklah dia meletakkan tangannya pada mulutnya, kerana sesungguhnya syaitan itu akan masuk (melalui mulut yang terbuka)" . (HR.  Muslim)
Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda maksudnya: "Sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang bersin, dan membenci orang-orang yang menguap. Maka apabila seseorang kamu menguap, jangan sampai berbunyi, kerana yang demikian itu daripada syaitan yang mentertawakanmu" . (HR. Muslim, Ahmad dan At-Tirmidzi)
Pernahkah anda menguap?. Menurut data, manusia menguap sebanyak 240.000 kali selama hidupnya. Jumlah ini tentu saja relatif. Faktor umur ikut menentukan. Menguap itu adalah fenomena yang terjadi kepada seluruh manusia, oleh sebab itu Islam memberikan tuntunan dalam mensikapinya.

Kamis, Desember 30, 2010

Dengan Airmata Terhindar Dari Api Neraka

Air mata merupakan bahagian dari kehidupan manusia. Hampir tidak ada manusia yang tidak pernah mengeluarkan air mata. Namun, sampai hari ini, saya belum menemukan data berapa banyak air mata yang dikeluarkan manusia selama hidupnya.
 Ketika bayi lahir, akan terdengar tangisnya. Orang-orang disekitarnya merasa bahagia. Menangisnya bayi, selalu diiringi dengan mengeluarkan air mata. Begitu juga orang-orang disekelilingnya. Ada yang mengeluarkan air mata karena bahagia.
 Menurut ajaran Islam, ada air mata yang mempunyai nilai bagi Allah SWT. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut kepada Allah sampai susu (yang telah diperah) bisa masuk kembali ke tempat keluarnya.” (HR. Tirmidzi )

Rabu, Desember 29, 2010

Tulisan Salah Satu Cara Berdakwah Yang Signifikan

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: ”Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari)
Dari Abu Dzarr ra, dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam suatu yang diceritakannya dari Tuhan-nya Yang Maha Mulia ( Hadits Qudsi), Allah berfirman : “…Wahai hamba-Ku, semua kamu adalah sesat, kecuali orang-orang yang Ku-beri petunjuk, maka mintalah petunjuk-Ku, supaya kamu mendapat petunjuk itu…
Dari beberapa kali menyaksikan prosesi masuk Islam, saya mendapatkan informasi, bahwa  seseorang atau keluarga yang masuk Islam itu sudah bersentuhan terlebih dahulu dengan ajaran Islam. Ada yang berteman dengan orang-orang Islam, ada yang membaca buku-buku Islam, ada yang sering melihat/mendengarkan pelaksanaan ibadah tertentu, ada yang keluarganya sudah Islam.

Jumat, Desember 24, 2010

Sekeluarga Masuk Islam


Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta  yang baik yang kamu  nafkahkan ( dijalan Allah0  maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu  melainkan karena mencari keridhaan Allah.  Dan apa saja harta yang baik  yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahala nya dengan cukup  sedang kamu sedikitpun  tidak akan dianiaya (dirugikan). ( QS Al Baqarah 272)
Selesai shalat Jum’at di masjid ini kembali dilaksanakan prosesi masuk Islam. Kali ini  sebuah keluarga. Laki-laki  kelahiran tahun 1974 itu masuk Islam beserta seorang isteri dan lima orang anaknya. Banyak sekali jemaah yang ikut menyaksikan.

Pengucapan dua kalimat sahadat dipimpin seorang Imam Masjid. Sebelumnya, Laki-laki tersebut, membacakan surat pernyataan yang intinya masuk Islam bukan karena tekanan dan berjanji tidak akan kembali ke agama semula. Satu keluarga lagi mendapat petunjuk dari Allah SWT. Semoga peristiwa ini menambah keimanan dan ketaqwaan kita. Aamiin…
Pekanbaru, 24 Desember 2010

Selasa, Desember 21, 2010

Memenuhi Undangan Dari Allah ( Kematian, Haji dan Azan)


Besar kemungkinan, sebagian dari kita pernah mendapat undangan. Undangan itu dapat berasal dari saudara, kerabat maupun tetangga. Mungkin juga undangan dari orang yang belum kita kenal. Setelah menerima undangan,biasanya mulai mikir soal pakaian. Waktunya diingat benar agar tidak terlambat. Ada perasaan tidak enak bila tidak dapat hadir.

Bagaimana dengan undangan dari Allah SWT? Adakah terpikirkan bagaimana persiapan menghadirinya ? Adakah perasaan tidak enak bila tidak dapat memenuhi undangan itu ? Jawabannya ada pada diri masing-masning.

Sabtu, Desember 18, 2010

Mengikuti Silaturrahmi Rombongan Haji


Hari ini, kediaman saya menjadi tempat penyelenggaraan arisan haji. Perkumpulan rombongan haji tahun 2006/2007. Saya tidak ingat, rombongan berapa dan kloter berapa. Tujuannya untuk menjalin silaturrahmi. Alhamdulillah, sampai hari ini, setiap bulan dapat berkumpul.

Kegiatan sore ini diisi dengan tausiah oleh Ketua Rombongan dan sekaligus memimpin do’a. Dalam ceramah singkatnya, ustad mengingatkan agar selalu menjaga nilai-nilai ibadah haji. Salah satunya adalah sabar. Kesabaran itu perlu terus dipelihara. Begitu juga dengan silaturrahmi. Arisan sore ini, seperti biasa ditutup dengan makan bersama.

Masuk Islam Setelah Mempelajari Dan Bergaul.


"Sudah banyak saya memimpin prosesi masuk Islam, tetapi kali ini istiwema", kata Imam Masjid ketika memimpin prosesi masuk Islamnya seorang wanita. Wanita  ini kelahiran tahun 1986.
Prosesi masuk Islam itu dilaksanakan setelah shalat Jum’at.  Disaksikan sekitar 100 orang. Keistimewaan itu, dirasakan karena si wanita sudah dapat membaca do’a iftitah dan surat Al Fatihah, walaupun masih perlu disempurnakan. Ucapan “Allah” nya sudah benar.

Rabu, Desember 15, 2010

Berolah Raga Dan Berzikir



Sahabat Abdullah bin Busrin berkisah, bahwa seseorang mengadu kehadapan berliau, katanya : ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat Islam yang telah kulaksanakan sudah banyak sekali. Lantaran itu, kabarkan lah kepadaku sesuatu yang dapat kujadikan sebagai gantungan hidupku’. Jawabnya :” Jangan sampai terhenti mulutmu basah oleh zikir pada Allah “. ( HR. Al-Tirmidzi)

Ketika berolah raga di halaman Masjid Agung Propinsi Riau An Nur, saya membaca sebuah tulisan “ berolah raga dan berzikir”. Kalimat ini terpajang di beberapa tempat. Tentunya dimaksudkan agar orang-orang yang sedang berolah raga, selalu berzikir. Berzikir berarti mengingat dan menyebut Allah.

Minggu, Desember 12, 2010

Larangan Mengambil Tanah Secara Paksa


Dari Said bin Zaid berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :” Barang siapa mengambil tanah dengan paksa walaupun sedikit, maka ia akan dipaksakan memikul tujuh lapis bumi ( pada hari kiamat)”. ( HR. Bukhari).
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan tempat tinggal dan tempat usaha juga meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan akan tanah itu, tidak jarang terjadi sengketa kepemilikan sebidang tanah. Menempuh jalan pengadilan memang cukup baik. Lebih baik lagi, pihak-pihak yang terkait berusaha menegakkan keadilan dan menghormati keputusan pengadilan. Setidaknya, legalitas kepemilikan sudah jelas secara duniawi.

Jumat, Desember 10, 2010

Seorang Wanita Kristen Protestan Masuk Islam

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang sesat. Karena itu, barang siapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. ( QS. Al Baqarah 256).
Sekali lagi saya menyaksikan prosesi masuk Islam nya seseorang. Wanita ini sebelumnya memeluk agama Kristen Protenstan. Dibimbing seorang Ustad dan disaksikan sekitar 100 orang. Dilaksanakan selesai shalat Jum’at.

Kamis, Desember 09, 2010

Malu Berbuat Salah ( Pengajaran Dari Jepang )

“Kami malu melakukan kesalahan”: Itulah kalimat yang diucapkan seorang Jepang ketika saya tanyakan, mengapa masyarakat Jepang sangat disiplin. Kedisiplinan itu saya lihat dijalan raya kota Tokyo. Pejalan kaki tidak akan menyeberang sebelum lampu hijau menyala (lampu untuk menyebrang) . Begitu juga dengan pengendara kendaraan. Segera berhenti, apabila lampu merah. Tidak terdengar bunyi klakson mobil. Juga tidak terlihat adanya polisi. Namun, pengguna jalan sangat tertib.
Ketertiban itu, dapat dirasakan juga distasiun kereta api bawah tanah. Pada pagi dan sore hari, suasananya sangat ramai. Tetapi sangat lancar. Masing-masing berjalan pada posisinya. Tidak terlihat orang berhenti atau mengobdrol di lorong. Pengguna eskalator (tangga berjalan ) berdiri disebelah kiri. Tidak ada yang berdiri disebelah kanan. Sebab, sebelah kanan hanya untuk yang ingin lebih cepat. Untuk keluar dan masuk kereta, sudah ada posisi masing-masing. Tidak terjadi tambrakan dan dorong-dorongan. Semua itu berjalan tanpa ada yang mengatur. Tidak ada satpam ataupun petugas lainnya. Semua pengguna mengatur dirinya sendiri. Dan semua menjadi lancar.
Suatu hari, selesai makan siang disebuah rumah makan di Tokyo, saya pertanyakan hal itu kepada seseorang. Orang Jepang. Jawabannya cukup singkat. “Kami malu melakukan kesalahan”, katanya. Jawaban itu membuat saya merenung. Pola pikir itu sebenarnya dimiliki umat Islam.
Dari Imran bin Hushayn berkata, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

Malu tidak datang pada seseorang kecuali membawa kebaikan”. (HR. Bukhari). Keterangan, malu yang dimaksud ialah malu berbuat kejelekan dan bukan malu berbuat kebaikan.
“ Ada empat perkara yang menjadi tradisi para Rasul pilihan, yaitu malu, memakai parfum, nikah serta bersiwak. ( HR. Al Tirmidzi).
Kita sudah sangat familiar dengan kalimat Malu sebagian dari iman. Apabila menginginkan susana kehidupan yang nyaman, sepatutnya kita banyak belajar nilai-nilai Islami. Kemudian mengamalkannya. Melihat kenyataan, sepertinya kita perlu belajar dari orang Jepang. Paling tidak, belajar malu dijalan raya. Saya sudah mendapatkan pengajaran itu. Arigato gozaimasu…
Pekanbaru, 8 Desember 2010.

Selasa, Desember 07, 2010

Orang Taqwa Dan Orang Jahat

Wahai hamba Ku, kalaupun orang-orang yang terdahulu dari kamu dan orang-orang yang belakangan, baik manusia atau jin, semuanya serupa dengan orang yang paling taqwa diantara kamu, semua itu tidak akan menambah kerajaan-Ku sedikitpun.
Wahai hamba-Ku, sekiranya orang-orang yang terdahulu dari kamu dan orang-orang yang belakangan, manusia ataupun jin, semuanya serupa dengan orang yang paling jahat diantara kamu, semuanya itu tidak akan mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun…( Hadis Qudsi, HR. Muslim)
Ketaqwaan dan keingkaran manusia, tidak berakibat apa-apa terhadap Allah SWT. Manusia itulah yang akan menerima hasil atau akibatnya. Manusia taqwa akan memperoleh hasil ketaqwaannya dari Allah SWT. Begitu juga sebaliknya, manusia yang jahat dan ingkar, akan menerima pembalasan dari Allah SWT.

Sabtu, Desember 04, 2010

Mintalah Makanan Kepada Allah

...Wahai hamba-Ku sesungguhnya kamu adalah lapar, kecuali orang-orang yang Ku beri makan, maka mintalah makanan kepada-Ku, Aku akan memberimu makanan....(HR.Muslim) Hadis Qudsi ini cukup panjang. Lengkapnya dapat dilihat di "HADIS"
Patut kita yakini, bahwa sesungguhnya makanan yang kita makan adalah semata-mata pemberian Allah SWT. Apabila merasa, bahwa makanan itu adalah hasil usaha sendiri, lihatlah disekeliling. Berapa banyak orang punya uang, bisa beli makanan apa saja, tetapi belum tentu dapat memakannya. Berapa banyak manusia yang tak dapat memakan makanan manis, karena menderita diabetis. Berapa banyak orang takut makan daging kambing, karena menderita darah tinggi. Padahal mereka itu dapat membelinya kapan saja.
Disamping itu, banyak juga manusia tidak dapat menikmati berbagai makanan, karena tidak mampu membelinya. Boleh jadi juga karena tidak adanya makanan tersebut. Sebaliknya, ada orang tidak mampu membeli suatu makanan, tetapi dapat memakannya. Misalnya, ketika sakit, ada yang menjenguk dan membawa makanan. Atau pembantu yang tinggal dirumah majikannya. Masih ada lagi sebab-sebab yang lain.
Sebagai orang beriman, sudah sepantasnya tertanam didalam hati dan pikiran. Bahwa, apapun makanan yang kita makan adalah pemberian Allah SWT. Selalulah meminta makanan kepada-Nya.

Pekanbaru,4 Desember 2010

Seorang Penganut Budha Masuk Islam


Selesai shalat jum’at di masjid, aku tidak langsung pulang. Ada acara masuk Islam nya seseorang. Ternyata cukup banyak juga jemaah lain yang ikut menyaksikan. Lebih kurang 50 orang. Setelah membacakan pernyataan, wanita tersebut mengucapkan dua kalimat sahadat dipimpin seorang ustad. Wanita berusia sekitar 20 tahun itu, sebelumnya penganut agama Budha.
Ketika meminpin acara tersebut, Bapak Ustad mengingatkan agar si muallaf terus belajar agama terutama tentang shalat. “ Ada orang Islam sejak lahir,  tetapi tidak shalat, jangan ditambah lagi jumlah mereka”, katanya.

Dari Abu Dzarr ra, dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam suatu yang diceritakannya dari Tuhannya Yang Maha Mulia ( Hadits Qudsi), Allah berfirman : Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku mengharamkan atas diri Ku menganiaya hamba_ku, dan aku haramkan pula untuk diperbuat diantaramu, maka janganlah kamu saling menganiaya. Wahai hamba-Ku, semua kamu adalah sesat kecuali orang-orang yang Ku beri petunjuk, maka mintalah petunjuk-Ku, supaya kamu mendapat petunjuk itu…( HR. Muslim).

Walaupun kita merasa sudah mendapat petunjuk dari Allah SWT karena telah memeluk agama Islam. Namun, tetap saja harus selalu meminta petunjuk Allah SWT.  Mencermati hadits qudsi diatas, patut disadari, bahwa petunjuk itu tidak datang dengan sendirinya. Harus diminta kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, ada baiknya kita selalu meminta petunjuk Allah SWT agar tidak termasuk kedalam kelompok  hamba Allah yang sesat.
Pekanbaru, 4 Desember 2010